Pembangunan Infrastruktur & Peningkatan SDM Konstruksi Yang Kompeten

0
1060
pembangunan konstruksi-gedung. kampus-sipil.blogspot.co.id

Peningkatan pembangunan fisik infrastruktur, perlu juga keseimbangan peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang konstruksi.

SEKTOR KONSTRUKSI PERLUKAN SDM YANG KOMPETEN

Sektor konstruksi merupakan sektor penting dalam memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7-8 persen. Namun potensi yang cukup besar ini sulit dimanfaatkan dengan baik bila tidak didukung oleh sumber daya manusia(SDM) yang kompeten.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi Badan Pembinaan (BP) Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Kepala Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah IV Makassar Totok Siswanto dalam acara pelatihan Pelaksana Pekerjaan Gedung di Sinjai, Sulawesi Selatan, hari ini (20/10).

Dijelaskan Totok, jumlah tenaga kerja konstruksi di Indonesia saat ini ada 5,7 juta orang. Sayangnya, 60 persen di antaranya masih merupakan tenaga tidak terampil. Demikian juga dengan kontraktor, di mana jumlah kontraktor ada 155.775 perusahaan, namun 90 persennya merupakan badan usaha kecil. Hal ini tentu akan mempengaruhi daya saing. Padahal, pada 5 tahun mendatang diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan investasi Rp 1.900 triliun. Ini kesempatan yang besar bagi SDM Konstruksi.

Untuk itu pihaknya meminta dukungan dan kerja keraspemangku kepentingan dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pelatihan Konstruksi (GNPK) yang telah dicanangkan Presiden. Pengembangan kerjasama berbagai pihak dalam penyelenggaraan pembinaan kompetensi dan pelatihan konstruksi terus digalakkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sinjai A Massalinri Latif mengatakan, rendahnya kualitas pekerjaan konstruksi menjadi perhatian masyarakat. Salah satu sebabnya adalah SDM konstruksi yang kurang memadai. Upaya pemerintah terus dilakukan untuk melatih SDM konstruksi menjadi ahli dan trampil.

Lebih lanjut dikatakan Wakil Bupati, kualitas SDM konstruksi menjadi kendala yang sigifikan bagi pelaksana konstruksi pada umumnya. Hal ini karena dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi hanya berdasakan pengalaman dan pengetahuan yang kurang memadai.

Dengan pelatihan ini, tenaga pelaksana gedung dapat memiliki kompetensi yang lebih baik. Sehingga, akan mampu melaksanakan pembangunan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Ia page 1 / 2 berharap pelatihan ini bisa dilakukan secara berkesinambungan dan ada tindak lanjut di bidang lain. “Saya harap juga di bidang lain agar bisa meningkatkan kompetensi SDM di Sinjai,” pintanya.

Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara Pelatihan Muhtar Sofyan mengatakan,pelatiahan Pelaksanaan Pekerjaan Gedung ini diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat jasa konstruksi di Kabupaten Sinjai. Peserta pelatihan selama 1 minggu ini akan diuji unuk mendapatkan sertifikat kompetensi.Selain Wakil Bupati Sinjai turut hadir Dinas PU Kabupaten Sinjai, wakil Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah, asosiasi serta masyarakat konstruksi lainnya. (sr) – pu.go.id
Pusat Komunikasi Publik

astekindo-banner
ASTEKINDO – Asosiasi Tenaga Teknik Konstruksi Indonesia

JAKARTA Meningkatnya pembangunan infrastruktur tentu harus dibarengi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang konstruksi. Para pengelola proyek dinilai harus memerhatikan proses pembangunan sebuah konstruksi yang efisien dan tepat waktu. Caranya dengan menentukan seorang Quantity Surveyor (QS).

Direktur Program GMT Institute, Eko Tjahjowati mengatakan profesi QS sangat penting dan potensial di masa mendatang. Apalagi pemerintah sedang menggencarkan program infrastruktur, dimana alokasi dana yang besar pada periode 2015-2019.

Sejalan dengan itu, kata Eko, ketersediaan SDM di bidang QS masih belum memadai. “Kami harapkan gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa diimbangi pula dengan banyaknya SDM konstruksi yang berkualitas,” kata Eko dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Dia menjelaskan, Quantity Surveyor memiliki peran besar dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan akhir dari pembangunan sebuah proyek. Dengan kata lain dari awal perencanaan hingga akhir sebuah proyek peran QS selalu ada.

“Ruang lingkup pekerjaan QS itu lebih dari sekedar menganalisa, menghitung volume dan biaya proyek, tetapi juga menyiapkan dokumen tender dan kontrak. Juga memberikan masukan kepada pemilik proyek mengenai pemilihan konsultan dan kontraktor, NSC ataupun supplier,” terangnya.
Baca lengkapnya di sini: sindonews.com

Pembangunan Infrastruktur Perlu Dibarengi SDM Konstruksi

editor: lea

Facebook Comments