Perjalanan dan Nasib Dahlan Iskan Jadi Tersangka Korupsi?

0
573
Dahlan Iskan - kompas.com

Perjalanan Hidup & Karier Dahlan Iskan

dahlan-iskan-josstodaycom

Prof. Dr.(H.C.) Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 65 tahun), adalah mantan CEO surat kabarJawa Pos dan Jawa Pos Group yang bermarkas di Surabaya. Posisinya tersebut kemudian digantikan oleh putranya, Azrul Ananda. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.

Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.

Segudang prestasi yang pernah ia raih, itu lah Dahlan Iskan. Untuk melihat lebih lengkap perjalanan karier dan prestasi Dahlan Iskan baca di sini:

Dahlan Iskan – wikipedia

foto: republika.co.id
foto: republika.co.id

Perjalanan karier Dahlan Iskan hingga kini terjerat kasus korupsi di Jawa Timur !?

Biografi Dahlan Iskan – Orang Miskin Yang Jadi Raja Media dan Menteri BUMN

Siapa penguasa yang incar Dahlan Iskan hingga jadi tersangka?

Jadi Tersangka, Dahlan Iskan Ditahan

Saya tidak kaget dengan penetapan tersangka ini dan kemudian ditahan. Karena seperti Anda semua tahu saya sedang diincar terus oleh yang lagi berkuasa. Dan, biarlah sekali-kali terjadi. Jadi, seorang yang mengabdi dengan setulus hati, dengan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu seperti itu jeleknya, yang tanpa digaji selama sepuluh tahun, tanpa menerima fasilitas apa pun, kemudian harus menjadi tersangka yang bukan karena makan uang, bukan karena menerima sogokan, bukan karena menerima aliran dana, tapi harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah.

KUTIPAN di atas keluar dari mulut Dahlan Iskan, sesaat keluar dari pintu markas Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis (27/10) kemarin.

Dahlan masih tersenyum, usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PT PWU) Jatim. Mulai tadi malam, mantan menteri BUMN itu ditahan di rumah tahanan Medaeng.

Nyawa Pak Dahlan pun berada dalam bahaya.

Ya, setelah menjalani transplantasi hati pada 6 Agustus 2007, segala sesuatu yang dikonsumsi maupun di sekitar Dahlan harus memenuhi standar tertentu. Sekali standar tersebut dilanggar, kesehatannya berada dalam bahaya besar.

Sebagaimana diterangkan dalam surat Sun Xiaoye, ahli di Departemen Transplantasi Tianjin First Centre Hospital (TFCH), Dahlan harus menjalani sekian banyak medical follow-up untuk menjaga badannya tetap sehat. Sebab, setiap pasien transplantasi hati memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengalami infeksi.

Bukan hanya infeksi, setiap orang dengan riwayat transplantasi organ juga memiliki risiko penolakan. Untuk menanggulangi risiko penolakan itu, setiap pasien transplantasi organ harus minum obat imunosupresan.

Minum imunosupresan akan membuat daya tahan tubuh seseorang turun. Karena itu, pasien transplantasi harus hidup serbasteril. Mulai makanan, pakaian, tempat mandi, lingkungan, hingga lain-lain. Dengan pemicu sedikit saja, infeksi dapat muncul. ”Apabila infeksi serius terjadi, itu bisa menyebabkan pasien harus dilarikan ke ICU. Dalam kondisi seperti itu, sangat sulit menyelamatkan pasien,” jelas Sun Xiaoye dalam suratnya.
lengkapnya baca di sini: Nyawa Pak Dahlan pun Dalam Bahaya… jpnn.com

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA Penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka.

Mantan menteri BUMN ini langsung ditahan.

Dia keluar dari kantor Kejati Jatim, Kamis (27/10/2016), sekitar pukul pukul 19.25 WIB.

Baca: Dahlan Iskan: Saya Sedang Diincar Terus oleh yang Lagi Berkuasa

Baca: Alasan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Tahan Dahlan Iskan

Kata Dahlan, biarkan sekali-kali terjadi seorang yang mengabdi dengan setulus hati dan menjadi direktur utama perusahaan daerah yang dulu jelek, yang tidak digaji selama sepuluh tahun, tanpa menerima fasilitas apapun kemudian harus menjadi tersangka.

“Menjadi tersangka bukan karena makan uang, bukan karena menerima sogokan, bukan karena menerima aliran dana tapi hanya karena harus tanda tangan yang disiapkan anak buah. Selebihnya, biar penasihat hukum yang memberikan keterangan,” tegas Dahlan.

Dahlan yang juga mantan Dirut PLN ini diperiksa sekitar sembilan jam, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 19.25 WIB.

Dengan mengenakan rompi tahanan warna merah, Dahlan langsung masuk mobil tahanan yang disiapkan pihak Kejaksaan Jatim.

editor: lea

 

Facebook Comments