Ada Yang Keberatan Setya Novanto Kembali Menjadi Ketua DPR?

2
932
Setya Novanto

Buat saya yang bukan orang politik (seorang pengusaha) merasa aneh bin lucu melihat dan mengikuti perkembangan percaturan politik saat ini. Ada-ada saja yang terjadi….
setelah demo 411 berlalu, belum juga kasus Ahok tuntas, menghadapi rencana Demo 212, dan kini muncul wacana Setyo Novanto akan kembali menjabat Ketua DPR. Manuver politik apalagi ini ya? hemmmmmm … pusing deh.
Bagaimana menurut anda?
Silahkan komen ditempat komen di bawah ini

Berikut berita lengkapnya:

Ssttt..Ada yang Keberatan DPR Kembali Dipimpin Novanto

Arteria Dahlan anggota Fraksi PDI Perjuangan keberatan bila lembaga legislatif atau DPR kembali dipimpin oleh Setya Novanto yang telah mengundurkan diri dikarenakan skandal Papa Minta Saham, yang buat geger itu. Saat ini Ketua DPR RI dijabat oleh Ade Komarudin. Berikut pernyataan keberatan Arteria Dahlan tentang wacana kembalinya Setya Novanto memimpin DPR RI, yang dilansir dari jpnn.com:

“Pada prinsipnya saya keberatan apabila Pak Setya Novanto diangkat kembali menjadi ketua DPR,” kata Arteria Dahlan, Kamis (24/11).

“Masih ada yang belum bisa menerima Pak Novanto itu tidak bersalah. Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa putusan MK terkait penyadapan tidak serta merta menghapuskan permasalahan hukum Pak Novanto,” jelasnya.

“Permasalahan ini bukan lagi benar salah, tapi permasalahan lebih substantif lagi mengenai kepantasan, kepatutan nilai-nilai moral dan kemanusiaan,” tegasnya.

“Itu yang penting. Saya tidak punya permasalahan sedikit pun dengan Pak Novanto, tapi kalau diberi kesempatan memilih, kalau boleh memilih, saya memilih untuk tidak memilih Setya Novanto,” tandasnya.

Menurut dia, dalam banyak perdebatan, pertimbangan dan juga pembenaran, rasa keadilan masyarakat harus diutamakan. Di sisi lain memulihkan kepercayaan rakyat terhadap institusi dewan juga penting.

Karena itu politikus PDI Perjuangan ini berpandangan, masih banyak putra putri terbaik bangsa yang akan bisa memimpin DPR. Seharusnya dengan jiwa besar, dengan sikap bijaksana pemegang pengambil kebijakan di fraksi masing-masing atau yang punya kewenangan untuk itu harus arif dan bijaksana memutuskan persoalan ini.

Secara kelembagaan, kata anggota Komisi II ini, DPR harus dibangun dengan integritas dan kekuatan moralitas, karena di situlah substansinya wujud kedaulatan rakyat. DPR, lanjut Arteria, juga harus mampu menjadi institusi yang legitimet dan dapat dipercaya sehingga apapun keputusan DPR nantinya dapat diterima oleh rakyat sebagai keputusan representasi ‎kepada jutaan rakyat Indonesia.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, sikap Dewan Pembina baru diputuskan setelah rapat yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB, Jumat (25/11/2016).

“Terkait Novanto saya mengatakan bahwa Dewan Pembina belum mengambil satu sikap. Kami belum bertemu dengan DPP dan belum dijelaskan maksudnya apa. Hari ini Dewan Pembina baru akan rapat pada jam 15.00,” ujar Aburizal alias Ical, saat ditemui di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016). Baca di sini: Setya Novanto Kembali Digadang Jadi Ketua DPR, Apa Kata Aburizal Bakrie?

Baca juga:

Akom Sowan ke Megawati, PDIP: Ini Momen Silaturahim

Nasdem Keberatan Kalau Novanto Kembali Jadi Ketua DPR

Nurdin Halid Yakin Aburizal Tak Tolak Rencana Pergantian Ketua DPR

Simak juga: Sepak Terjang Setya Novanto

PPP Tak Keberatan Setya Novanto Kembali Jadi Ketua DPR

Refresh Skandal Papa Minta Saham: 

Kronologi lengkap kasus Papa Minta Saham sampai bikin Setnov mundur

Pesan moral dan pesan sponsor cepagram.com buat para pemimpin bangsa ini:

“Rakyat Rindu Akan Sosok Negarawan”

“Pemimpin bangsa hendaknya bersikap, berbicara (mengeluarkan pernyataan), berfikir matang jauh kedepan serta berpolitik yang elegan (Honesty, Integrity & Courtesy) guna terciptanya stabilitas politik yang kuat, dan negara menjadi maju dan besar (bukan malah menjadi negara yang mundur)… dan jangan asal njepplak (bahasa jawa) yang membuat bingung rakyat”

editor: lea

 

Facebook Comments

2 COMMENTS

Comments are closed.