We call it “double taxation” not a multi stage.. – Cigarette Sector Update

0
476
Gambar: kontan.co.id

Cigarette Sector Update – Neutral (Maintain)

Setelah keputusan kenaikan tarif cukai tembakau dan penerapan pajak daerah rokok di 2014, kini pemerintah akan mempercepat kenaikan tarif PPN dan berencana menerapkan pungutan PPN di tiap lini (tingkat distributor-konsumen). Dampak pada emiten kami lihat minor namun signifikan di tingkat industri. Perampingan jalur distribusi kami lihat tidak dapat menahan dampak negatif penerapan pungutan tersebut. Kenaikan RSP pada akhirnya tidak dapat dihindari meskipun penerapan PPN hanya terjadi dua kali. Sambil menanti keputusan resmi Kementrian Keuangan kami tetap mempertahankan rekomendasi Neutral untuk sektor rokok.

Konsistensi naiknya tarif cukai. Tingkat prevalence merokok di Indonesia (tertinggi se Asia Pacific) dan daya tahan pelemahan volume penjualan rokok serta rendahnya tingkat pajak maupun harga rokok di Indonesia menjadikan industri rokok sebagai salah satu objek pajak yang menarik. Kontinuitas kenaikan tarif cukai secara berkelanjutan selama ini hingga kedepannya kami lihat akan menyudutkan kemampuan produsen untuk menaikan harga jual rokok demi menjaga margin perusahaan.

Percepatan kenaikan tarif PPN. Pengenaan tarif cukai menjadi salah satu alasan, mengapa sektor rokok tidak menganut sistem tarif tunggal PPN (10%). Namun demikian, kenaikan telah diberlakukan dari 8.4% menjadi 8.7% (Januari 2016). Kini pemerintah akan mempercepat kenaikan tarif tersebut menjadi 9.1% tahun depan (rencana awal 2018).

Rencana pungutan PPN di tingkat produsen. Berita seputar rencana penerapan multi stage PPN (dari saat ini hanya satu kali di tingkat produsen) akan memberikan dampak signifikan pada kenaikan RSP saat diberlakukannya pungutan PPN (di tingkat selain produsen) sebesar 10%. Terlepas dari selisih pajak masukan dan pajak keluaran tidak akan signifikan mempengaruhi RSP, namun saat jalur distribusi masih harus dilakukan (asumsi) sebanyak 3 tahap (produsen-distirbutor besar-reseller-toko retail modern) maka pengaruh selisih PPN keluaran masukan tersebut akan menjadi signifikan. Bahkan penerapan PPN hanya dilakukan 1kali saja di tingkat distributor besar / kecil dan atau konsumen telah memberikan dampak kenaikan RSP sebesar 10%.

Dampak pada produsen minor, industri signifikan. Kedepannya marjin emiten dan produsen rokok lainnya akan semakin tertekan ditengah konsistensi kenaikan tarif cukai. Sementara penerapan kenaikan tarif PPN menjadi 9.1% tidak akan signifikan menekan marjin laba bersih. Di sisi lain, dampak penerapan multi stage pungutan ppn akan lebih berdampak pada naiknya RSP sebesar tarif yang akan dipungut serta akan berujung pada kontinuitas pelemahan volume penjualan. Kunci terjaganya kinerja perusahaan akan terletak pada kemampuan diversifikasi produk SKM pada tier mid to low price untuk menggantikan produk rokok premium price tier yang akan semakin mahal.

Maintain Neutral. Kontinuitas tekanan pada sektor rokok baik dalam bentuk pengenaan kenaikan pajak dan cukai maupun peraturan pemerintah serta kampanye anti merokok akan semakin menekan pertumbuhan volume penjualan industri. Ancaman pertumbuhan industri akan datang dari (1) penerapan multi stage PPN dan kenaikan tarif PPN (2) kontinuitas kenaikan cukai lebih dari 10% setiap tahunnya (3) kontinuitas implementasi berbagai kebijakan untuk mendukung road map industri rokok (saat ini masuk Tahap 3 2010-2020) yang berdampak negatif pada kinerja industri.

samuel sekuritas

Facebook Comments