Elektabilitas Agus Tertinggi, Ahok dan Anies Beda Tipis

0
445
Ilustrasi - detik.com

PILKADA DKI JAKARTA 2017

pesan sponsor dai cepagram.com

” Berpolitiklah dengan elegan: Honesty, Integrity & Courtesy “

Ingat masyarakat kita semakin cerdas dalam menentukan pilihannya!
Hendakalah para tokoh bangsa, agama dan golongan menahan diri untuk berkomentar yang aneh-aneh, bernada provokasi yang bisa menyulut perseteruan, mengancam perpecahan bangsa ini!

Ayo adu strategi dan program untuk masyarakat Jakarta

Tiga pasangan calon yang sedang berlaga memperebutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pastinya gencar berkampanye blusukan, berorasi, debat live di televisi, terus beraksi mengambil simpati hati masyarakat calon pemilih DKI Jakarta. Saling kritik, umbar janji begono dan begini, bahkan tanda tangan kontrak politik pun jika perlu dilakukan oleh kontestan Pilkada ini.

Mereka para pasangan calon yang sedang bersaing ketat memperebutkan kursi panas DKI 1 2017 – 2022:

1. Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni (Agus – Silvi)
2. Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Syaiful Hidayat (Ahok – Djarot)
3. Anies Baswedan – Sandiaga Uno (Anies – Sandiaga)

Siapakah pasanagn jagoan anda yang bakal memenangkan pertandingan seru di DKI Jakarta ?

Berikut kumpulan hasil survey terkini Pilgub DKI Jakarta 2017 dari beberapa lembaga survey di Indonesia:

Poltracking merilis survei tentang Pilgub DKI Jakarta. Elektabilitas pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menempati posisi tertinggi dalam survei ini.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 3,46% dan tingkat kepercayaan 95%. Sebanyak 800 responden diambil dalam survei ini dengan cara wawancara tatap muka 10 orang di setiap kelurahan. Survei dilakukan pada tanggal 9-13 Januari 2017.

Hasilnya, elektabilitas Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 30,25%, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 28,88%, Anies Baswedan-Sandiaga Uno 28,63%.

“Terlihat paslon (pasangan calon, -red) nomor 3 komunikasi politiknya sosiologis. Di sisi lain ada tantangan yang dihadapi oleh paslon nomor 2 sosiologisnya ada yang bergeser. Di mana bisa dilihat nomor 3 ini gaya kampanyenya, sikapnya, bahkan gaya berpakaiannya merepresentasikan dari sosiologis itu,” ujar Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha dalam jumpa pers di Hotel Oria, KH Wahid Hasyim No 87, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).

Survei ini menemukan bahwa dalam top of mind responden, Agus Harimurti Yudhoyono paling banyak dipilih dengan persentase 22,50%. Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan seimbang di angka 22,25%.

Popularitas Ahok memang yang tertinggi, yakni 95,13%, tetapi tak sejalan dengan tingkat kesukaan responden terhadapnya (akseptabilitas), yakni 63,50%. Popularitas Anies sedikit di bawah Ahok, yakni 92,38% dengan tingkat kesukaan 81,25%. Sementara itu, popularitas Agus adalah 91% dengan akseptabilitas 75,88%.

Agaknya tingkat popularitas juga tidak berbanding lurus dengan elektabilitas mereka ketika disimulasikan berpasangan, meskipun masih ada 12,24% responden yang tidak tahu atau tidak menjawab.

Poltracking juga menampilkan data hasil survei pada November 2016, di mana pasangan calon nomor 1 Agus-Sylvi berada di puncak dengan persentase 27,92%, diikuti pasangan calon nomor urut 2 dengan persentase 22%, dan pasangan calon nomor urut 3 dengan persentase 20,42%. Sebanyak 29,66% responden belum menentukan pilihan saat itu.

“Jadi sekarang ini trennya semua rata-rata naik ya. Bisa dilihat dari survei. Bisa kita lihat bahwa ada kenaikan yang cukup signifikan dari paslon nomor 3 di mana kenaikan lebih besar dibanding dengan pasangan calon yang lain. Sedangkan untuk paslon nomor 1 pada awal kemunculannya ada efek ‘whoa‘ di mana dia tiba-tiba muncul, jadi mencuri perhatian masyarakat. Namun saat ini efek terkejut itu sudah mulai redam dan bisa lihat kenaikannya cukup lambat sampai saat ini,” papar Hanta Yudha. detik.com

Ini Hasil Survei Terakhir 5 Lembaga Riset di Pilkada DKI

Hasil survei sejumlah lembaga riset opini publik dalam beberapa waktu terakhir mengisyaratkan satu kesimpulan yang sama, yaitu Pilkada DKI 2017 diprediksi bakal berlangsung dalam dua putaran. Berdasarkan jajak pendapat yang mereka lakukan sampai Desember ini, tidak ada satu pun kandidat yang mampu memperoleh 50 persen plus satu suara atau menang satu putaran.

Baik pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni (Agus-Sylvi), Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi), maupun Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), sama-sama punya peluang untuk lolos ke putaran kedua. Hasil survei lembaga riset Poltracking pimpinan Hanta Yuda pada 7-17 November lalu menunjukkan, elektabilitas Agus-Sylvi berhasil mengungguli para pesaingnya dengan perolehan suara 27,92 persen.

Ahok-Djarot hanya memperoleh 22 persen dan Anies-Sandi 20,42 persen. Sementara, responden yang tidak menjawab atau merahasiakan pilihannya sebanyak 29,66 persen.

Indikator Politik Indonesia juga mengungkap temuan yang hampir serupa. Menurut hasil survei lembaga riset pimpinan Burhanuddin Muhtadi itu pada 15-22 November lalu, elektabilitas Agus-Sylvi menempati posisi tertinggi dengan perolehan suara 30,4 persen, disusul Ahok-Djarot 26,2 persen, lalu Anies-Sandi 24,5 persen. Sementara, responden yang tidak menjawab sebanyak 18,9 persen.

Dalam survei yang dilakukan Charta Politika pada 17-24 November lalu pun, Agus-Sylvi juga memimpin dengan perolehan suara sebesar 29,5 persen, disusul Ahok-Djarot 28,9 persen, dan Anies-Sandi 26,7 persen. Sementara, responden yang merahasiakan pilihannya sebanyak 14,9 persen.

Selanjutnya, jajak pendapat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 3-8 Desember lalu mengungkap, elektabilitas pasangan Agus-Sylvi berada di urutan teratas dengan perolehan suara responden 33,6 persen, disusul pasangan Ahok-Djarot 27,1 persen, dan Anies-Sandi 23,6 persen. Sementara, responden yang belum menjawab sebanyak 15,7 persen.

Beberapa waktu lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Dodi Ambardi juga merilis temuan mereka tentang Pilkada DKI. Menurut survei yang dilakukan lembaga itu pada 3-11 Desember lalu, elektabilitas Ahok-Djarot berada di urutan teratas dengan perolehan suara 31,8 persen. Berikutnya, disusul oleh Agus-Sylvi 26,5 persen dan Anies-Sandi 23,9 persen. Sementara, responden yang merahasiakan pilihannya sebanyak 17,8 persen.

Dari kelima lembaga survei di atas, hanya LSI Dodi yang memenangkan Ahok-Djarot. Sementara, empat lainnya memenangkan Agus-Sylvi. Namun, jika hasil survei kelima lembaga ini dikumpulkan dan dibuat angka rata-ratanya, maka akan diperoleh elektabilitas Agus-Sylvi sebesar 29,58 persen, Ahok-Djarot 27,2 persen, dan Anies-Sandi 23,82 persen. Sementara, undecided voters atau pemilih yang tidak menjawab sebanyak 19,39 persen.

“Hasil rata-rata lima lembaga survei tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pasangan Agus-Sylvi setidaknya sudah mengantongi tiket untuk melaju ke putaran kedua Pilkada DKI 2017,”kata peneliti dari LSI Denny JA, Adrian Sopa, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/12).

Dia mengatakan, waktu yang tersisa menjelang pemungutan suara Pilkada DKI 2017 kurang dari dua bulan lagi. Menurut Adrian, begitu banyak kendala di lapangan yang membuat Ahok sulit untuk meraih dukungan mayoritas pemilih Jakarta.

“Jika tidak tumbang di putaran pertama, Ahok bakal kalah telak di putaran kedua Pilkada DKI, baik oleh Agus maupun Anies,” kata Adrian. republika.co.id

Baca juga berita-berita ini:

Hasil Terbaru Survei Pilgub DKI Jakarta, Ahok-Djarot Tempati…

Hasil 3 survei terakhir di Pilgub DKI, Ahok tumbang

Ahok klaim sudah berubah, tidak suka marah-marah dan pilih melawak

Siapa ke Putaran ke-2 Pilkada DKI? Ini Hasil Survei LSI Denny JA

editor: lea

Facebook Comments