Mendekati Hari H, Waspadai Berita Bohong (HOAX)

0
446
Kordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykuruddin Hafidz (tengah) di Media Center Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2017). Foto: MTVN/Nur Azizah

Mendekati Pemungutan Suara, Hoax Makin Merajarela

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) memperkirakan berita bohong atau hoax akan semakin merajarela seiring mendekati hari pemungutan suara, 15 Februari mendatang. Berita bohong bisa bertujuan menarik dukungan atau menjatuhkan lawan.

Kordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykuruddin Hafidz mengatakan, ujaran kebohongan dibuat beragam, mulai dari isu sosial hingga agama. Berita-berita tersebut mengalir tanpa filter.

“Sekarang intensitasnya semakin tinggi. Penyebaran kampanye negatif itu sama sekali tidak dapat diantisipasi dan ditindak Bawaslu,” kata Hafidz di Media Center Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2017).

Ia menuturkan, bila warga menerima berita bohong untuk mendukung paslon pilihannya, berita itu  akan disebarluaskan. Sebaliknya, bila berita bohong untuk menjatuhkan paslon pilihannya, warga akan membuat berita bohong tandingan.

“Karena itulah berita bohong tidak dapat dibendung. Mereka saling melempar hoax,” ungkap Hafidz.

Ia menyayangkan, Bawaslu dan kepolisian masih belum tanggap menangani kampanye dan berita hoax. Ia khawatir, informasi bohong bisa menambah panas situasi politik menjelang pilkada.

“Instrumen pengawasan yang disediakan kurang cakap mengimbangi penyebaran kampanye negatif. Perlu kerja sama banyak pihak,” kata Hafidz. sumber kutipan: Metronews.com

editor: lea

 

Facebook Comments