Catatan Khusus dari CEPA Konstruksi: Kopi Gunung Puntang Kabupaten Bandung (Kopi Java Spreanger)

0
1965
Image: Ayi Sutedja Soemali (51), Petani Kopi Gunung Puntang Bandung - scopi.or.id
Catatan Kecil:
 Kunjungan Team CEPAKON ke Kabupaten Bandung

Sajian Istimewa Kopi Gunung Puntang dari Bupati Bandung Dadang M. Naser

Soreang, Senin sore, 17 April 2017.
Ketika team CEPA Konstruksi yang dipimpin oleh Ludy Eqbal (Inisiator dan Pendiri CEPA Kontruksi) berkunjung ke Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang M. Naser menyambut kami di rumah dinasnya di Jl Raya Soreang KM 17, Soreang, Bandung. Bupati Bandung yang didampingi oleh para pejabat dinas terkait menyambut baik kami dengan memberikan sajian istimewa yaitu minuman Kopi Gunung Puntang sambil bincang-bincang rencana pengembangan kawasan Stadion Jalak Harupat.

Bupati Bandung Dadang M. Naser
Bupati Bandung Dadang M. Naser

Bupati Bandung Dadang M. Naser pun tak ketinggalan bercerita dan mempromosikan sajian Kopi yang menjadi kebanggaan masyarakat Bandung saat ini. Yang dikenal dengan nama Kopi Java Spreanger. Kopi ini menjadi juara di kontes SCAA Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Serikat, 14-17 April 2016 tahun lalu.

Bagi kami dan para tamu yang ikut hadir tentu menjadi catatan tersendiri sajian kopi special dari Bupati Bandung ini. Yang selama ini hanya mendengar kata orang atau melalui media ketenaran Kopi Bandung itu. Kali ini kami dan para tamu lainnya langsung merasakan nikmatnya Kopi Spreanger Bandung.

bupati-bandung-3
Sajian istemewa dari Bupati Bandung – Natural Kopi Java Spreanger – Yang aroma dan rasanya tidak terlupakan.

Terimakasih pak Bupati sajian kopinya …

Berikut Gallery Kunjungan Team CEPA Konstruksi ke Kabupaten Bandung

bupati-bandung-1
Kika: Erick, Ludy Eqbal, Dadang M. Naser, B. Munar
bupati-bandung-4
Kunjungan CEPA Konstruksi ke Kabupaten Bandung disambut oleh Bupati Bandung Dadang M. Naser dan para pejabat dinas jajarannya
bupati-bandung-2
Diskusi rencana pengembangan kawasan Stadion Jalak Harupat menjadi Kawasan Kota Atlit Bandung

Kopi Java Spreanger ini pun saat ini menjadi kopi yang sangat terkenal di dunia. Dan bagi anda para pecinta kopi sejati sangatlah rugi besar bila belum coba mencicipi kopi ini, dan untuk itu simaklah dibawah ini,

Berikut sekilas sejarah Kopi Java Spreanger:

KOPI JAVA PREANGER DARI PRIANGAN

Kopi Preanger merupakan salah satu jenis kopi terbaik yang dihasilkan oleh Indonesia sehingga tak heran jika kopi jenis ini banyak dicari oleh masyarakat, terutama pecinta kopi. Siapa yang tidak suka kopi? Sebagian besar masyarakat sangat menyukai kopi, terlebih lagi untuk pecinta kopi yang mana sering kali berburu kopi khas yang mana bukan kopi sachet yang ada di beberapa warung dan swalayan, melainkan kopi hitam original yang asli dari biji kopi. Dan memang salah satu jenis kopi yang pada saat ini sedang banyak diperbincangkan adalah kopi jenis preanger. Namun di balik kopi jenis preanger tersebut ada beberapa hal unik dan menarik yang memang perlu Anda ketahui. Adapun beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut:

A Cup Of Java

Indonesia memang sudah sejak dulu terkenal akan salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia dan sudah sejak dulu pula, kopi sendiri menjadi minuman yang bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa perlu memandang sosial ekonomi. Dan salah satu yang terkenal pada masa itu adalah a cup of java yang berarti secangkir jawa yang mana secangkir kopi tersebut sangat identik dengan Pulau Jawa. Kawasan Priangan sendiri menjadi tempat pertama dalam pengembangan perkebunan kopi yang ada di Indonesia.

Perkebunan Kopi Yang Pertama

Belanda kemudian mendirikan sebuah perkebunan kopi yang pertama di daerah Priangan Jawa Barat dengan menggunakan sistem tanam paksa. Setelah pengembangan kopi tersebut sudah hampir di seluruh Pulau Jawa di tahun 1750, maka Belanda mulai untuk mengembangkan perkebunan kopi arabika yang berada di Sumatera, kemudian Sulawesi, Bali dan juga Kepulauan Timor.

Pengekspor Kopi Terbesar Di Dunia

Pada tahun 1711, ekspor pertama kali dikirimkan dari Pulau Jawa ke benua Eropa oleh perusahaan dagang milik Belanda, yang mana dikenal sebagai VOC yang sudah didirikan sejak tahun 1602. VOC sendiri menggunakan cara monopoli perdagangan di dalam perdagangan kopi itu sendiri, mulai dari tahun 1725 sampai dengan 1780. Dan Pulau Jawa sendiri menjadi tempat di mana pertama kali kopi dibudidayakan secara luas selain di Arab dan juga Ethiopia. Sudah tercatat di tahun 1725 bahwa Indonesia menjadi kawasan pengekspor kopi yang terbesar di dunia dan sebagian besar produksinya berasal dari Pulau Jawa.

Kopi Terbaik Di Dunia

VOC membuatkan sebuah perjanjian yang bisa dibilang memberatkan sebelah yang mana bangsa pribumi diwajibkan untuk menanam kopi dan nantinya harus diserahkan kepada VOC. Perjanjian tersebut dinamakan sistem kopi. Biji kopi yang berkualitas tinggi dari tanah Jawa Barat tersebut sudah membanjiri Eropa sehingga kopi jenis preanger tersebut sering kali disebut dengan a cup of java. Dan pada pertengahan abad ke 19, kopi jenis preanger ini merupakan kopi terbaik yang ada di dunia.

Sistem Tanam Paksa

Sistem penanaman kopi ini mengakibatkan penduduk pribumi menanam tanaman yang nantinya akan diekspor. Penduduk yang tidak memiliki lahan, maka tetap diwajibkan untuk menggarap lahan dari pemerintah, dan itupun tidak dibayar sama sekali. Namun dengan adanya cultuurstelsel tersebut, Pulau Jawa menjadi negara pemasok biji kopi yang terbesar di Eropa yang mana setiap tahunnya selalu meningkat. – kopipreanger.com

Baca juga:

Kopi Pemenang dari Puntang

Kopi Gunung Puntang yang mendunia

Kopi Gunung Puntang dari Jawa Barat Juarai Kontes SCAA di Atlanta, AS

Kopi Gunung Puntang Jawa Barat menjadi juara dalam Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, 14-17 April 2016. Secara keseluruhan, kopi asal Jabar mengantongi enam predikat juara di pameran ini.

“Petani kopi di Jawa Barat baru saja dinobatkan enam juara dalam kompetisi speciality coffee di Atlanta, Amerika Serikat. Juara kesatu dari Gunung Puntang, Jawa Barat,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Kamis (21/4/2016).

Heryawan mengatakan, dari 74 sampel dalam kontes tersebut, terpilih 20 besar sampel dengan skor paling tinggi. Enam di antaranya berasal dari Jabar, yakni Gunung Puntang (yang dikembangkan Ayi Sutedja, juara), Mekar Wangi (Wildan, peringkat kedua), Malabar Honey (Slamet P, posisi keempat), Java Cibeber (Asep, urutan ke-9); West Java Pasundan Honey (Dedi Gunung Tilu, ke-11); Andungsari (Wildan, ke-17).

Heryawan mengapresiasi prestasi itu karena akan menciptakan efek positif terhadap bibit kopi Jabar. Kopi Jabar yang dinamai Java Preanger menonjol karena menjadi kopi yang bibitnya langsung dibawa dari induk terbaik di Kenya tanpa tersebar dulu di lokasi lain. Adapun kopi jenis lain dari luar Jawa Barat sempat tersebar dulu sebelum dibudidayakan di daerahnya.

“Itu membuat cita rasanya sudah tidak otentik lagi khas Kenya karena sempat ditanam dulu. Java Preanger diburu karena otentik sehingga harganya sekarang bisa Rp 200.000 per kilogram di Indonesia dan Rp 600.000 per kilogram kalau harga ekspor,” kata Heryawan.

Ia meminta petani kopi yang meraih juara dunia agar kian mandiri dan meneguhkan skema bisnisnya. Dengan begitu, petani kopi menjadi pihak pertama menikmati keuntungannya, bukan pihak ketiga, apalagi tengkulak, yang ditenggarai masih dominan menikmati ledakan harga komoditas tersebut.

“Bersatu terus, saling meneguhkan sesama petani agar harga tak mudah dipermainkan. Dengan bersatu, petani bisa saling bantu, jangan malah mudah diijon para tengkulak ketika ada kendala finansial,” ujar Heryawan.- sumber: kompas.com

kopi-gunung-puntang-bandung
Ayi Sutedja Soemali (51), Petani Kopi Gunung Puntang – bumn.go.id

editor: lea

Facebook Comments