Ini Alasan Adhi Karya Gencar Bangun Apartemen Dekat Kampus

0
591
Apartemen Taman Melati Yogyakarta - apartmenttamanmelatiyogyakarta.blogspot.co.id

Adhi Karya Gencar Bangun Apartemen Dekat Kampus

YOGYAKARTA – PT Adhi Persada Properti, anak perusahaan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) gencar membangun apartemen yang berdekatan dengan kampus. Salah satunya di Kota Yogyakarta dengan membangun apart6emen taman Melati yang berdekatan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain itu, PT Adhi Persada Properti juga telah selesai mengembangkan 13 proyek. Pada tahun ini akan menambahkan tujuh proyek baru. Proyek baru tersebut akan dimulai triwulan ketiga tahun ini, di mana perizinan sedang dalam proses perhitungan finansial.

“Dua lokasi Hotel Indonesia dengan Grendika, Mansion, Kemayoran dan Pejaten. Oktober-November besok akan launching,” tutur Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti PT Adhi Persada Properti Pulung Prahasto, Yogyakarta, Minggu (14/5/2017).

Sementara di Yogyakarta, groundbreaking proyek apartemen Taman Melati Yogyakarta sudah mulai dilakukan setahun silam. Proyek yang letaknya hanya dipisahkan jalan dengan UGM ini mendapat respons cukup bagus dari masyarakat DIY dan juga luar DIY. “Sebagian besar unit yang kami tawarkan sudah terjual,” ujarnya.

Dari 899 unit yang mereka bangun untuk masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, sudah 94% sudah terjual. Letak yang strategis dekat kampus terbesar di Yogyakarta dengan fasilitas dua lantai basement untuk lahan parkir menjadi nilai lebih dari apartemen ini. Di samping itu, dibangunnya pasar modern mulai bulan depan juga menjadi pelengkap apartemen ini.

Kenapa Adhi Karya Pilih Bangun Apartemen di Dekat Kampus?

Pihaknya sengaja memilih lokasi yang sangat dekat dengan kampus karena melihat tren yang terjadi saat ini. Sebagian besar mahasiswa atau orangtua mahasiswa justru memilih untuk investasi tempat tinggal dibanding memberi uang untuk biaya kontrak rumah ataupun kos-kosan untuk tempat tinggal selama kuliah di Yogyakarta.

Dari 94% unit yang terjual, 70% pembelinya justru berasal dari luar DIY dan sisanya merupakan pembeli asal DIY. Dia memaklumi kondisi tersebut karena memang motif pembeli asal luar DIY motifnya tidak sekedar membeli lokasi tempat tinggal anak mereka yang kuliah di Yogyakarta tetapi juga berinvestasi.

Karena, lanjut dia, investasi yang menjanjikan di DIY adalah properti. “Mereka berinvestasi untuk masa depan,” tambahnya.

Project Manager PT Adhi Persada Properti Didik Riyanto menambahkan, target penghuni dari Apartemen yang mereka bangun tersebut memang mahasiswa dan pemiliknya yang juga merupakan investor atau biasanya orangtuanya.

Dinilai dari sisi ekonomi, jika harus membangun kos-kosan mungkin hanya mendapat enam kamar dengan sewa maksimal Rp1,5 juta. Namun, dengan uang yang sama yaitu sekitar Rp2 miliar untuk membeli apartemen ini bisa mendapat empat unit dan ketika disewakan kembali akan mendapat uang sewa Rp3,5 hingga Rp 4 juta per bulan.

Atas dasar itu,  pendapatan bersih sekitar Rp36 juta per tahun. Keuntungan lain, pemilik tidak perlu membersihkan apartemen, dan tidak perlu bingung mencari tempat dekat kampus.

sumber: ekbis.sindonews.com

editor: cepakon

Facebook Comments