D’PENYETZ – Hidangan Khusus Ayam Penyet

0
798

D’PENYETZ

dpenyetz-edy-ongko-wijaya

D’Penyetz sebuah waralaba dengan konsep hidangan khusus dari ayam penyet, bisnis ini pertama kali dirintis di Singapura. Dengan kerja keras dan dukungan dari pelanggan setia, pada tahun 2008 merek Dapur Penyet diluncurkan. Di Singapura, jumlah total gerai telah meluap sebanyak 8 outlet, tersebar di Tiong Bahru Plaza, Choa Chu Kang Mall, Clementi Mall, City Square Mall Serangoon, City Plaza Paya Lebar, Ang Mo Kio Hub, Baghdad Street dan Centre Point Mall kota jantung Orchard Road.

Menawarkan cita rasa masakan Indonesia, banyak pelanggan D’Penyetz adalah orang Indonesia yang berlibur dan tinggal di negeri Singa Putih tersebut, serta ekspatriat dari seluruh dunia. Hidangan yang disajikan D’Penyetz sangat sesuai dengan lidah pelanggan, hidangan tersebut menjadi begitu populer sampai menyebar ke banyak tempat dan menjadi seperti salah satu hidangan lokal.

Pada tahun 2010, Dapur Penyet telah melebarkan sayapnya ke Malaysia. Memulai dari 1 outlet di Maju Junction Mall, sekarang telah meluas ke kota Damansara, Wangsamaju, Cheras, Cyberjaya, Ampang, Seremban, Selayang Mall, Shah Alam, IOI Mall Putrajaya dan Bukit Bintang. D’Penyetz berencana segera membangun bisnisnya sampai ke Penang, Perak, Melaka, Sabah dan Serawak. D’Penyetz juga telah hadir sampai Brunei Darussalam dan Myanmar.

D’Penyetz di Indonesia telah merambah ke Jakarta, Karawaci, Makassar, Medan, Pontianak, Manado, Bali, Jayapura, Cirebon dan kota-kota lain. Puluhan outlet yang telah tersedia siap memanjakan lidah para pelanggan, waralaba ayam penyet ini tentu sangat dinanti oleh pelanggan di kota-kota yang belum tersentuh, oleh karenanya D’Penyetz membuka peluang bagi yang berniat untuk melebarkan sayap bisnis ini dan pada bulan puasa ini D’Penyetz menawarkan promo menarik untuk memikat para pelanggan.

Keunikan ayam dengan bumbu yang meresap ke dalam tulang ini beromzet sekitar Rp. 100 juta untuk konsep foodcourt dan konsep restoran beromzet Rp. 250-300 juta per bulan. Nilai investasi yang ditawarkan maksimum hanya Rp. 150 juta untuk konsep foodcourt, sementara konsep restoran sebesar Rp. 300 juta tergantung lokasi. D’Penyetz dengan omzet dan perkembangan yang pesat adalah bisnis yang fleksibel dijajarannya. – bisnisupdate.com

dpenyetz-1

dpenyetz-2

dpenyetz-3

dpenyetz-4

dpenyetz-5-add

dpenyetz-7

dpenyetz-8

dpenyetz-13

dpenyetz-14

dpenyetz-15

dpenyetz-16

dpenyetz-adv

Henry Halim
D’Penyetz & D’Cendol
+62 877 88 585 888

D’PENYETZ menjadi buah bibir dikalangan pemain kuliner Indonesia, hal tersebut dikarenakan makanan khas bumi pertiwi itu mulai menasional. Siapakah sosok dibalik itu semua, hingga ayam penyet terkenal di luar negri.

Semula berawal dari seseorang bernama Edy Ongkowijaya alumnus politeknik Nanyang jurusan Marketing, yang terjun ke dunia kuliner karena harus bertahan hidup di kerasnya negri singapore. Negri ini juga pernah menjadi persinggahan Tan malaka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Suatu hari, di tahun 2004, ketika sedang makan di restoran Es Teler 77, ia berpikir untuk membuka waralaba tersebut. Namun karena ingin terus berkembang, akhirnya ia pun melepas waralaba Es Teler 77. Dengan modal seadanya di tahun 2009 Edy memutuskan membuka usaha sendiri benama Dapur Penyet dan hasilnya sungguh sangat luar biasa, dengan mengusung konsep franchise Dapur Penyet sudah ada di beberapa negara seperti malaysia, Singapore dan Brunai darussalam.

Baru pada bulan Juli tahun 2012 Edy membawa konsep Dapur Penyet ke indonesia dengan nama D’PENYETZ.  “Gerai pertama yang dibuka adalah milik pribadi Mr Vallentz (Master Franchise Jabotabek) yang di ITC Roxy Mas dan opening soon ITC Cempaka Mas, selebihnya semua franchise owned,”Ujar Edy Ongkowijaya.

sumber: franchiseglobal.com

Facebook Comments