Riset Ekonomi Harian – Politik AS Memanas Dollar Tertekan

0
260
Rumah Sakit Bethsaida

Berita Global

·         JOLTS Job Openings AS Mei17 turun ke 5.666 dari 6.044. (Bloomberg)

·         Presiden Trump dispekulasikan akan mengganti Gubernur the Fed Yellen dengan Gary Cohn, Direktur National Economic Council. (Reuters)

·         Sebuah email menunjukkan komunikasi Donald Trump Jr. dengan Rusia untuk menekan Hillary Clinton pada pilpres AS yang lalu. (Reuters)

Berita Domestik

·         Consumer confidence index Indonesia Jun17 turun ke 122,4 dari 125,9. (Bloomberg)

·         Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit anggaran yang saat ini ditetapkan di bawah 3% terhadap PDB masih bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan pembangunan Indonesia. (Antara)

·         BI membuka transaksi swap lindung nilai kepada BI dalam mata uang nondollar AS pada Rabu, 12 Jul17. Transaksi tersebut dibuka 1 kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Rabu. (Kompas)

·         Menko Kemaritiman,Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa proyek reklamasi Teluk Jakarta akan jalan terus dan tidak akan ditunda-tunda. (Kompas)

·         LPS mengajukan premi restrukturisasi perbankan sebesar 0,005% dari total dana pihak ketiga perbankan. (Kompas)

·         Asumsi dasar RAPBN 2018 disepakati pertumbuhan ekonomi 5,2-5,6% dengan laju inflasi 2,5-4,5%. Nilai tukar rupiah di kisaran Rp 13.300-Rp 13.500 per US$, tingkat bunga SPN 3 bulan 4,8-5,6%, harga minyak mentah Indonesia US$ 45-55 per barel, lifting minyak bumi 771.000-815.000 barel per hari, dan lifting gas bumi 1.194.000-1.235.000 barel setara minyak per hari. (Detik)

Politik AS memanas, dollar tertekan. Setelah sempat menguat merespon baiknya data tenaga kerja AS, dollar index bersama dengan yield UST tertekan menyusul munculnya spekulasi keterlibatan Donald Trump Jr. dalam black campaign yang menyudutkan Clinton pada pilpres yang lalu.  Data jumlah lowongan pekerjaan AS yang buruk juga turut menekan dollar index.

Rupiah normalisasi, isu defisit mengancam. Kemarin, rupiah melanjutkan normalisasinya setelah koreksi tajam minggu lalu dengan dukungan penguatan SUN. Kekhawatiran terhadap dampak buruk pelebaran defisit masih ada sehingga diperkirakan penguatan rupiah tidak dalam. Consumer confidence index yang turun akan menambah sentimen negatif yang ada. Rupiah berpeluang menguat dengan koreksi dollar index semalam.

samuel sekuritas

Baca berita lainnya:

IHSG Berpeluang Naik, Awasi Saham Pilihan Ini

 

HARGA EMAS 12 JULI: Berkilau Terdongkrak Pelemahan Dolar

 

RELIANCE SECURITIES: IHSG Bergerak Mixed Bertahan Menguat

Facebook Comments