Riset Ekonomi 13/07/17 – IMF menilai target rasio pajak Indonesia yang 16% di 2019 terlalu ambisius

0
278
Model: M. Yusuf Alfarouq

Berita Global

·         Dalam laporannya ke Senat AS, Yellen mengatakan akan terus menaikkan suku bunga acuan secara bertahap dan mengurangi neraca the Fed tahun ini. (Reuters)

·         Industrial production Zona Euro membaik ke 1,4% YoY dari 1,2% YoY di Mei17. (Bloomberg)

·         Tingkat pengangguran Inggris turun ke 4,5% dari 4,6% di Mei17. (Bloomberg)

Berita Domestik

·         Singapura menyatakan siap menjalin kerja sama pertukaran informasi keuangan secara otomatis untuk kepentingan perpajakan dengan Indonesia. (Kompas)

·         Indeks Penjualan Riil Mei17 yang tumbuh 4,3%, lebih tinggi dibandingkan 4,2% YoY pada Apr17. (Kompas)

·         Pemerintah berharap rasio perpajakan Indonesia pada tahun 2019 bisa tembus ke angka 16% dari saat ini yang 10,3%.(Bisnis Indonesia)

·         IMF menilai target rasio pajak Indonesia yang 16% di 2019  terlalu ambisius. (Kompas)

·         Hingga 1H17, penjualan sepeda motor tercatat cuma 2,7 juta unit atau turun 7% YoY. AISI merevisi target penjualan tahun ini menjadi 5,75 juta unit. (Kontan)

Yellen cenderung dovish, data perdagangan Tiongkok ditunggu. Di tengah semakin jenuhnya dampak optimisme ECB, pernyataan Yellen yang dovish mempercepat koreksi yield obligasi global. Dollar yang melemah di pasar Asia pada perdagangan Rabu kemarin, diperkirakan berlanjut, apalagi jika data surplus perdagangan Tiongkok diumumkan membaik pagi ini. Fokus tertuju pada rilis inflasi AS besok malam yang diperkirakan turun – ini akan menambah tekanan turun terhadap yield UST.

Rupiah berangsur pulih, koreksi kenaikan yield berlanjut. Rupiah menguat bersamaan dengan pelemahan dollar di pasar Asia kemarin. Di saat yang sama, normalisasi yield SUN terus berlanjut walaupun belum sepenuhnya kembali ke level terendahnya sepanjang tahun ini. Penguatan rupiah diperkirakan masih akan berlanjut, paling tidak mengoreksi shock di pasar SUN yang bersumber dari faktor eksternal. Dari domestik, lebih pesimisnya pemerintah terhadap pertumbuhan, menipisnya surplus dagang serta risiko fiskal yang meningkat diperkirakan memberatkan rupiah dalam jangka menengah. 

Statement Yellen menenangkan pasar, masa earnings season domestik telah dimulai

Bursa AS semalam ditutup menguat diiringi dengan pelemahan indeks kekhawatiran pasar ditengah sinyal yang diberikan oleh Yellen terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang hanya akan dilakukan secara gradual. Dari pasar Eropa kemarin indeks tercatat menguat, sedangkan harga minyak ditransaksikan menguat disebabkan oleh laporan inventori yang tercatat turun sebesar 7.6juta barel minggu lalu (forecast -2.9juta barel). Sementara itu, dari pasar Asia Pasifik, pagi ini beberapa indeks acuan mengalami penguatan merefleksikan statement Yellen dan penguatan bursa AS.

Dari pasar dalam negeri, IHSG kemarin tercatat menguat. Masa earnings season kini telah dimulai. Investor tengah menantikan rilisnya laporan kinerja emiten perbankan di sisa bulan ini, sebagai salah satu indikator kondisi makro sepanjang 1H17 dan ekspektasinya hingga akhir tahun ini. Dari data makro, pasar tengah menantikan data auto sales dan ekspor impor serta trade balance yang dijadwalkan terbit pekan depan. Nilai tukar rupiah ditransaksikan pada Rp13.370, atau menguat dari Rp13.319 di hari sebelumnya, sedangkan pasar EIDO naik.

Highlights

·         BBNI: Laba bersih 1H17 inline

·         DMAS: Memperkuat produk hunian dan komersial

·         APLN: Akan bangun Taruma City

·         KINO: Kinerja tahun ini diproyeksikan stagnan

·         BNBR: Restrukturisasi utang Rp 1.03 T

·         Automotive: Penjualan sepeda motor turun

samuel sekuritas

Baca juga yang lain:

REI: Pemindahan Ibu Kota Bukan Perkara yang Mudah

Mau Dongkrak Investasi di RI, Singapura Minta Ini ke Sri Mulyani

Facebook Comments