KH. As’at Malik Bupati Lumajang – Siang Bupati Malam sebagai Mubaligh

0
999

KH As’at Malik Bupati Lumajang – Siang Bupati Malam sebagai Mubaligh

Julukan yang melekat pada diri KH As’at Malik sang Bupati Lumajang

asat-malik-bupati-lumajang
KH As’at Malik – Bupati Lumajang

Ada yang beda antara bupati Lumajang dengan bupati lain. KH As’at Malik,  di luar tugas dinasnya sebagai bupati ada  “tugas” tambahan yaitu sebagai mubaligh. Tugas dakwah jalan terus meski kesibukannya sebagai bupati berjibun.

Agenda pengajian di lingkungan Pemda jalan rutin. Begitu juga jadwal ngisi pengajian di RT, desa, dan komunitas lain, seperti PGRI dan sebagainya. Singkat kata, tugas sebagai mubaligh tidak pernah ditinggalkan.

KH As’at, sebelum menjadi bupati adalah PNS yang dinas sebagai guru di SMAN 2 Lumajang, mengajar agama. Selain itu, ia punya yayasan yang mengelola pesantren Al- Maliki di Desa Karangsari Kec. Sukodono. Bahkan, hingga kini, Pak As’at masuk sebagai Ketua MWC NU Kec. Sukodono.

Sebagaimana disampaikan bupati kepada rombongan FKUB Jatim yang melakukan serap aspirasi di Lumajang, kisah perjalanan karirnya, waktu itu masih menjadi wakil bupati. Periode ke dua menjadi wabup, Allah menakdirkan Bupati Sjachrazd Masdar meninggal, sehingga dirinya sesuai Undang-Undang naik menjadi bupati.

asat-malik
Siang Bupati, Malam menjadi Mubaligh

Sejak dirinya menjadi bupati, dua tugas –dinas dan tabligh—jalan terus. Maka, tidak heran kalau siang sampai sore melaksanakan tugasnya di kantor, mulai diatas magrib sering melanjutkan kegiatan dakwah.

Ia bisa merajut kerbersamaan dengan semua elemen masyarakat. Dengan tokoh agama kami akrab, dengan tokoh lintas agama kami tidak ada persoalan. Seua berjalan dengan baik, rukun-rukun saja, jelasnya.

sumber: sakinahpenyejukjiwa.com
editor: cak LEA

Facebook Comments