Apa Kata Dunia Hasil Pilkada Serentak 2018?

0
93

Pilkada serentak, 27 Juni 2018 telah selesai. Dan telah ada hasilnya melalui penghitungan secara cepat (quick count) meskipun belum dikatakan pemenangnya secara tetap oleh KPU nanti.

Berikut rangkuman pantauan media diberbagai negara yang mengamati perkembangan perpolitikan Indonesia:

Media di berbagai negara menilai hasil Pilkada akan menggariskan nasib Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Terutama Pilgub Jawa Barat dipandang krusial untuk memetakan dukungan umat muslim bagi koalisi pemerintah.

Dunia memantau dengan seksama perubahan konstelasi politik di Indonesia pasca Pilkada Serentak 2018. Terutama nasib Presiden Joko Widodo menjelang Pemilu Kepresidenan 2019 menjadi sorotan utama media-media internasional.

Situs berita Bloomberg, misalnya menilai hasil Pilkada 2018 “mengindikasikan masa jabatan kedua buat Jokowi,” tulis media asal New York, Amerika Serikat, tersebut. “Aliansi Presiden Joko Widodo memimpin di sejumlah daerah pemilihan penting. Hasil ini menciptakan momentum baginya menjelang Pilpres tahun depan.”

Media-media asing lainnya juga banyak menyoroti hasil Pilkada di Jawa Barat. Harian AS, Wall Street Journal, menurunkan laporan dengan judul “Kekalahan Partai-partai Islamis dalam Pilkada mengendurkan tekanan terhadap Presiden Indonesia.” Artikel tersebut menyebut “para pemilih di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia menghadiahkan kemenangan bagi koalisi Presiden Joko Widodo dan mengendurkan tekanan terhadap sang pemimpin moderat dari rasa percaya diri kelompok muslim garis keras yang semakin besar jelang Pilpres tahun depan.”

Sebaliknya harian bisnis Jepang, Nikkei Asian Review, menganalisa hasil Pilkada dengan lebih kritis. Menurut koran yang terbit di Tokyo itu Pilkada kali ini bisa dianggap sebagai tembakan peringatan ke arah Presiden Joko Widodo tentang dukungan yang kian “menyusut.” NAR juga menulis ketatnya persaingan dengan partai oposisi di sejumlah dapil penting akan “mendorong Presiden Jokowi untuk membuat kebijakan yang lebih populis untuk mendulang suara pada pemilu tahun depan.”

Sementara media konservatif asal negeri jiran, The Australian, menilai tipisnya perbedaan perolehan suara di Jawa Barat antara koalisi Joko Widodo dan Prabowo Subianto “mengisyaratkan kontestasi yang ketat pada Pilpres April mendatang.” Namun begitu harian terbitan Surry Hills, New South Wales, itu juga menulis hasil buruk yang dicatat Gerindra dan PKS di sejumlah tempat akan memaksa Prabowo mengkaji ulang strategi kampanyenya. – detik.com

__________________________________

Momen Pilkada Serentak 2018 yang digelar pada Rabu (27/6/2018), ternyata juga disorot dunia. Sejumlah media asing turut memberitakannya.

Media Timur Tengah Al Jazeera, mengangkat peristiwa Pilkada Serentak 2018 itu dengan artikel bertajuk“Indonesia election season kicks off with crucial local polls”.

Lebih dari 150 juta orang Indonesia akan memberikan hak suaranya pada pemungutan suara 27 Juni untuk memilih 17 gubernur, 39 wali kota dan 115 bupati,” tulis media tersebut.

Sementara itu, situs berita Australia ABC.net.au mengulas isu penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dengan tulisan berjudul “Indonesian elections a major logistical effort with ghosts, gunmen and 17,000 islands”.

Dari Singapura, The Straits Times turut mengangkat isu hangat tersebut dengan artikel “Peaceful start to Indonesia’s regional elections seen as test for next year’s presidential polls”.

Tak seperti yang lain, media Filipina Coconut mengangkat sisi yang berbeda saat Pilkada Serentak 2018, dengan mengulas pendapat dari salah satu calon pemimpin daerah Jawa Barat Ridwan Kamil.

Melalui artikel “On eve of W. Java governor election, Ridwan Kamil denies rumors he’s pro-LGBT, anti-FPI”, disebutkan bahwa pria yang akrab disapa Kang Emil itu membantah rumor bahwa dirinya pro-LGBT dan anti-FPI.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menutup pendaftaran kepala daerah yang maju di Pilkada 2018. Ada 116 pasangan calon gubernur dan wagub yang sudah mendaftar sejak dibuka pada 8-10 Januari. Mereka akan bertarung di 17 provinsi.

Setelah masa pendaftaran ditutup, mereka diwajibkan menjalani tes kesehatan di rumah sakit rujukan yang sudah ditunjuk KPU. Sementara KPU akan memverifikasi berkas pendaftaran para calon peserta Pilkada 2018 pada 10-27 Januari.

Setelah itu KPU akan mengumumkan penetapan para pasangan calon kepala daerah pada 12 Februari. Pada 13 Februari KPU akan melakukan pengundian nomor urut pasangan calon kepala daerah.

Sebelum pemilihan dimulai KPU akan memberikan kesempatan bagi pasangan calon untuk melaksanakan kampanye pada 15 Februari hingga 26 Juni. Kemudian, pada 27 Juni dilakukan pemungutan dan penghitungan suara di TPS masing-masing.

Setelah masa pendaftaran resmi ditutup, KPU merilis daftar nama cagub dan cawagub pada situs resmi KPU. – LIPUTAN6.com

editor: lea

Facebook Comments