Airport Security Web, Sistem Keamanan Canggih Bandara Soetta

0
38

Jakarta – Sejumlah bandara di dunia seperti Changi di Singapura dan Sydney Airport Australia telah disusupi teknologi canggih macam face recognation. Lantas, bagaimana dengan bandar udara yang ada di Indonesia?

Soekarno-Hatta sebagai salah satu bandara terbesar di Tanah Air kini akan mulai menerapkan sistem bernama Airport Security Web. Sesuai namanya, hal tersebut memiliki fungsi dalam memonitor operasional para petugas keamanan secara digital dengan sistem berbasis web.

Tujuan penerapannya adalah memudahkan personel keamanan bandara dalam mengolah data-data agar lebih efisien. Selain itu, sistem ini juga bisa meniadakan penggunaan kertas dalam pelaporan yang sekaligus menghemat anggaran sekitar Rp 109 juta per tahun.

“Airport Security Web merupakan hasil karya rekan-rekan dari Tim Standarisasi dari Unit Aviation Security dibawah komando Bapak Tommy Hadi Bawono sebagai Aviation Security Senior Manager Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Senior Manager Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, dalam keterangan yang diterima detikINET.

soetta

Di dalamnya, website Airport Security ini memiliki fitur “What Can I Bring ?” yang berfungsi untuk mengetahui benda apa saja yang masuk dalam kategori pembatasan dan dilarang sesuai dengan ketentuan. Laman yang awalnya berfungsi sebagai pengumpul data terhadap barang-barang hilang atau kerap disebut sebagai tempat lost and found tersebut akan dikembangkan ke semua pelaksanaan tugas Airport Security, seperti kegiatan patroli, penilaian personel, e-book, serta pengecekan peralatan keamanan harian.

Soal keamanannya, website ini menggunakan server internal PT Angkasa Pura (Persero) melalui VPN forticlient internal. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap ancaman di dunia siber sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Selain itu, laman ini tidak dapat diakses oleh publik karena persyaratan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional yang mengatur penggunaan situs tersebut untuk pelaksanaan tugas di lapangan saja. Sekali lagi, hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap kejahatan siber.

Meski begitu, publik secara umum tetap mendapat manfaat dari sistem ini, salah satunya bisa memperoleh informasi terkait dengan barang tertinggal yang akan diintegrasikan oleh Unit Contact Centre. Selain itu, informasi mengenai barang-barang yang tidak diizinkan dibawa dalam penerbangan sipil juga disediakan sistem tersebut.

soetta1

“Semua ini dapat kita banggakan karena dalam setiap proses pengerjaan website tidak mengeluarkan biaya sedikitpun atau nol rupiah,” pungkas Febri.

Rencananya, website ini akan dilaunching untuk diterapkan pada 1 Agustus 2018. Menarik untuk ditunggu apa lagi teknologi yang akan dihadirkan oleh Bandara Soekarno-
Hatta. Bukan tidak mungkin bandar udara tersebut mampu mengikuti jejak Changi Airport dan Sydney Airport dalam menerapkan teknologi pengenalan wajah.

Sumber : Detik

Facebook Comments