Dollar Amerika Semakin Tinggi – “Jangan Anggap Remeh”

0
195
image dollar USA - tribunnews.com

Apa dampaknya nilai Dollar Amerika semakin tinggi terhadap Rupiah pada kehidupan sehari-hari?

“Jangan anggap remeh menguatnya secara terus-menerus dollar USA terhadap rupiah” 

Ilustrasi - 123rf.com

Ini komentar para Ahli Ekonomi & Pejabat Negara:

Presiden Joko Widodo mengumpulkan tim ekonominya, untuk merumuskan langkah-langkah penguatan nilai tukar rupiah yang terus tertekan oleh dolar AS. Pertemuan dihadiri para menteri bidang ekonomi dan keuangan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Kepala OJK Wimboh Santoso.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution seusai pertemuan tersebut mengatakan, pemerintah membahas sejumlah rencana kebijakan untuk memperkuat rupiah. Yakni soal kemudahan ekspor dan pembatasan impor, penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Pada dasarnya kita tadi fokus pada mau ekspor apa saja yang harus dipersiapkan dan harus diumumkan. Bukan sekarang diumumkannya sebetulnya, jadi tolong jangan ditanya dulu,” kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/9). – msn.com

________________________________________________________________

Pengamat Ekonomi ‎Institute for Development of Economics and Finance atau INDEF, Bhima Yudhistira mengatakan, ‎anjloknya rupiah terhadap dolar AS akan berdampak meluas, mulai dari sisi rumah tangga, hingga pelaku usaha.

“Lebih berdampak ke menggerus daya beli masyarakat. Karena barang-barang akan naik harganya,” kata Bhima saat dihubungi, Jumat (31/8/2018).

Selain itu, anjloknya rupiah akan berdampak pada inflasi akan naik dikontribusikan dari bahan pangan dan BBM nonsubsidi karena pengaruh biaya impor yang membengkak.

Dampak lainnya, kata Bhima, pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga menimbulkan potensi gagal bayar utang luar negeri swasta. Apalagi masih ada pihak swasta yang belum melakukan lindung nilai atau hedging terhadap utang luar negerinya.

“Saat ini, tidak semua utang swasta di-hedging maka sangat sensitif ke selisih kurs,” ucap Bhima.

Dampak lagi dari depresiasi nilai tukar rupiah di pelaku usaha yaitu terhadap industri manufaktur. Hal itu akan membuat industri menahan ekspansinya naiknya biaya bahan baku dan barang modal yang masih diimpor.

“Ongkos logistik juga semakin mahal karena 90 persen kapal untuk ekspor impor pakai kapal asing yang hanya terima valas,” imbuh dia. – Suara

___________________________________________________________

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) bakal mengencangkan ikat pinggang guna mengantisipasi keperkasaan dolar terhadap rupiah.

Wakil Ketua GAPMMI Sribugo Suratmo mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah langsung berdampak pada biaya bahan baku impor untuk makanan.

“Sebagian besar bahan baku yang impor itu langsung kena, gandum, tepung terigu, sebagian kita kan memang terus terang memakai bahan baku itu,” kata Sribugo saat dihubungi detikFinance, Jakarta.

Selain gandum dan tepung terigu, bahan baku pembuatan plastik kemasan pun terkena dampaknya. Sehingga harga jual makanan dan minuman dalam kemasan berpotensi naik.

“Jadi ya makanan dan minuman dalam kemasan, kalau minuman kan botol plastik, bahan baku pelastiknya impor,” ujar dia. – detik.com

___________________________________________________________

Pengamat Ekonomi Fuad Bawazier meminta kepada pemerintah untuk tidak lagi menyalahkan kondisi global ketika nilai tukar rupiahmelemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Fuad menyebut inti melemahnya rupiah adalah suplai dolar atau pemasukan dolar ke ekonomi Indonesia lebih kecil dari permintaan atau kebutuhan akan dolar, maka rupiah melemah. Artinya, menurut dia ini terjadi karena defisit transaksi berjalan Indonesia tahun ini diperkirakan US$ 25 miliar.

“Defisit atau ketekoran inilah sumber utama melemahnya rupiah terhadap dolar. Jadi jangan bingung atau terus menerus menyalahkan ekonomi global dan sebagainya,” kata Fuad dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (30/6/2018). – detik.com

______________________________________________________________

Penyebab Rupiah Loyo Belum Teratasi Semua

Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan sumber atau penyebab pelemahan rupiah belum teratasi semuanya.

“Sumber tekanan rupiah belum semuanya teratasi. Kita tahu bahwa rupiah bergejolak disebabkan beberapa faktor,” kata Piter saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

______________________________________________________________

Dolar AS Tembus Rp 14.900, IHSG Anjlok ke 5.905

______________________________________________________________

Berapa nilai tukar Dollar USA terhadap Rupiah Hari ini?

Baca juga:

Dollar Makin Melambung Tinggi, Kontraktor Minta Penyesuain Harga

editor: cak LEA

Facebook Comments