Syarif Burhanuddin: Peluang Bisnis Konstruksi Indonesia Menggairahkan

0
191
Syarif Burhanuddin ~ Dirjen Bina Konstruksi PUPR

Direktorat Bina Konstruksi PUPR: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan peluang bisnis konstruksi di Indonesia terbuka lebar dengan masifnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

“Pemerintah terus mendorong pelaku usaha jasa konstruksi swasta nasional untuk terlibat aktif dalam investasi dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur,” kata Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, dalam acara peluncuran Konstruksi Indonesia (KI) 2018 di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu.

Acara KI 2018 diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Infrastructure Week 2018 dan Green Smart Building Indonesia 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran, 31 Oktober – 2 November 2018.

Menurut dia, pemerintah juga terus mendorong pelaku usaha jasa konstruksi swasta nasional untuk terlibat aktif dalam investasi dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Ia menambahkan, pemanfaatan peluang bisnis konstruksi harus mengedepankan keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan sosial.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslan menyampaikan bahwa sektor swasta siap untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.

Sebagaimana diwartakan, Indonesia kini memasuki darurat konsultan, khususnya sektor konstruksi sehingga perlu kepedulian pihak terkait agar tujuan menggenjot pertumbuhan ekonomi, antara lain melalui masifnya pembangunan infrastruktur tercapai dengan maksimal, bukan sebaliknya, kata seorang praktisi jasa konsultan.

“Indonesia itu untuk jasa konsultan sudah darurat karena permintaan profesi ini meningkat drastis, sementara pasokannya hanya sepertiga,” kata Praktisi Jasa Konsultan, Ir. H. Peter Frans saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurut Peter yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta ini, tidak bisa dipungkiri di lapangan masih ada ditemui konsultan dengan kualitas rendah sehingga ketika dijumpai hanya sibuk membawa kotak makan siang, bukan peta dan desain pekerjaan.

Peter mengakui bahwa rata-rata biaya konsultan dan supervisi proyek konstruksi itu hanya 10 persen dari total proyek, tetapi tanggung jawab mereka adalah 100 persen demi suksesnya proyek dimaksud.

sumber: id.beritasatu.com
editor: lea cepa

Facebook Comments