Menghitung Nilai Dana Investasi

0
286
Menghitung Kebutuhan Dana Investasi
5.1. Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Kebutuhan Dana
Besarnya dana yang diperlukan untuk membiayai suatu rencana investasi sangat tergantung pada jenis proyek dan skala proyek. Proyek berskala besar tentu memerlukan dana yang besar, dan proyek berskala kecil sudah barang tentu juga hanya memerlukan dana investasi yang relatif kecil jumlahnya. Dihubungkan dengan jenis penggunaan dana, maka dana yang diperlukan dibedakan menjadi :
  • Dana investasi awal atau initial investment
  • Dana modal kerja (working capital)
Investasi Inisial adalah dana investasi yang diperlukan untuk mengadakan barang modal (mesin pabrik, bangunan pabrik dan gudang, bangunan kantor dan perumahan untuk tenaga kerja langsung), tanah lokasi, pemasangan, produksi percobaan, serta pengadaan alat-alat kantor (mesin kantor dan mebel), jasa-jasa umum (listrik, air, telepon), serta sarana pendukung lainnya (jalanan proyek, kendaraan bermotor, rumah dinas, dan fasilitas lainnya).
Modal kerja (working capital) adalah dana yang diperlukan untuk membiayai aktivitas operasi sesudah proyek memasuki fase operasi komersial. Memperhatikan uraian di atas, maka sebuah proyek memerlukan dua macam pengeluaran, yaitu :
  1. Pengeluaran modal (capital expenditure), yaitu pengeluaran untuk investasi inisial.
  2. Pengeluaran operasi untuk pendapatan (operating or revenue expenditure), yaitu modal kerja yang dibutuhkan untuk membiayai operasi sesudah memasuki fase operasi komersial.
Upaya yang harus dilakukan tidak lain adalah menghitung jumlah kebutuhan dana untuk mengadakan setiap elemen investasi yang ada pada setiap golongan pengeluaran, baik untuk pengeluaran investasi inisial maupun untuk pengeluaran modal kerja. Sejalan dengan itu, secara sederhana, jumlah dana yang diperlukan untuk membiayai sebuah rencana investasi inisial dapat dihitung melalui mengidentifikasikan dana untuk keperluan berikut :
  1. Luas tanah lokasi yang harus diadakan,
  2. Harga tanah untuk lokasi tersebut, dibeli atau disewa.
  3. Biaya pematangan tanah lokasi (pengurukan, pengukuran, dan pemagaran).
  4. Biaya perijinan mengenai lokasi.
  5. Biaya untuk bangunan gedung pabrik, gudang, kantor, perumahan karyawan.
  6. Mesin dan peralatan produksi yang harus diadakan. Jenis, kapasitas, jumlah, dan level teknologi , menjadi indikator harga.
  7. Biaya instalasi jasa-jasa umum, meliputi listrik, air, dan telepon.
  8. Mesin kantor dan mebel.
  9. Biaya pembuatan jalanan, baik jalan di dalam lokasi pabrik.
  10. Biaya izin yang berhubungan dengan bisnis yang akan dijalankan.
  11. Biaya konsultasi dan hak paten.
  12. Kendaraan bermotor yang harus disediakan.
Untuk menghitung kebutuhan akan modal kerja (working capital), analisis proyek perlu melakukan kalkulasi atas :
  1. Volume dan nilai target pengadaan bahan baku dan bahan penolong per tahun.
  2. Perkiraan biaya tenaga kerja langsung per tahun.
  3. Perkiraan biaya energi dan biaya jasa pihak ketiga per tahun.
  4. Proyeksi biaya gaji dan biaya umum pertahun.
  5. Biaya tunai lainnya pertahun.
  6. Taksiran kas minimum yang disyaratkan selalu ada.
  7. Biaya pemasaran.
  8. Target volume dan nilai penjualan yang dianggarkan per tahun. Menghitung tingkat perputaran modal :
5.2. Kebutuhan Dana Investasi Inisial
Dalam usaha untuk mempermudah penghitungan jumlah dana yang diperlukan untuk melaksanakan investasi inisial, terlebih dahulu perlu mendefinisikan semua elemen investasi yang memerlukan dana. Sesudah itu rinci indikator yang menjadi pemicu besarnya dana yang diperlukan, kemudian jadwal waktu pengadaan atau pembangunannya.
Secara garis besar, proses penghitungan kebutuhan dana investasi tersebut dilakukan dengan menggunakan lembar kerja (Work Sheet)
5.3. Menghitung Kebutuhan Modal Kerja
Untuk menghitung jumlah dana modal kerja yang dibutuhkan, harus dilakukan pendefinisian semua elemen operasi yang memerlukan biaya lebih dulu, mulai sejak pengadaan bahan baku dan bahan penolong, pengolahan, sampai selesai diolah, dan selanjutnya siap diserahkan kepada pelanggan.
Untuk mempermudah usaha usaha pendefinisian elemen yang menjadi pemicu biaya (cost driver), sebaiknya dianalisis melalui sebauh diagram alir proses (processing flow diagram).
5.4. Sumber Dana dan Struktur Modal
Secara umum dan dapat dipenuhi melalui tiga sumber lazim, yaitu;
  • Dana sendiri dari pengusaha (investor, self financing)
  • Dana sendiri dan dana pinjaman investasi (leverage financing)
  • Dana sendiri dan pinjaman atau kerja sama asing (joint venture)
Di dunia nyata, permodalan pada umumnya dipenuhi dengan cara yang kedua, yaitu leverage financing. Kebijakan pendanaan demikian membawa konsekuensi terhadap struktur modal proyek atau perusahaan, dan selanjutnya berdampak pada biaya modal dan nilai perusahaan.
600x300_solarpanelstwoguys
6. Depresiasi (Nilai Sisa)
Depresiasi adalah pengurangan nilai suatu asset. Metode yang digunakan untuk mendepresiasi sebuah asset sebenarnya adalah cara untuk menghitung berkurangnya nilai asset dan untuk menunjukkan kepada owner pengurangan nilai (jumlah) dari modal yang diinvestasikan ke asset (Leland Blank : 508).
Depresiasi hanya diaplikasikan untuk jenis-jenis aset tertentu (asset yang dapat terdepresiasi mempunyai umur terbatas), yang kita sebut peralatan modal (selain tanah). Depresiasi timbul dalam perkiraan umur aset yang terbatas dan keperluan dalam kelangsungan usaha untuk mengganti aset tersebut. Tetapi, tidak seperti pengeluaran (biaya), yang dibebankan (dikurangkan) dari pendapatan, biaya sebuah aset diangsur selama beberapa periode (periode perolehan) yang terkait dengan umur aset. Beban depresiasi tahunan dikurangkan dari keuntungan (pendapatan kena pajak) sebelum menghitung pajak pendapatan.
Depresiasi hanya dihitung untuk analisis sebelum pajak, dan tidak mewakili arus kas yang sebenarnya. Tetapi penghematan pajak yang dihasilkan dari depresiasi membuat depresiasi perlu dipelajari dalam ekonomi teknik. Semua metode memberikan depresiasi total yang sama, hanya pemilihan waktu yang berbeda.
Metode yang paling sederhana dan paling banyak dipakai untuk menghitung depresiasi adalah metode garis lurus (Straight Line Depreciation)
7. Peralatan Analisis Kelayakan Investasi
Peralatan analisis kelayakan investasi pada dasarnya dapat dibedakan dalam dua golongan besar, yaitu :
  1. Metode Konvensional
  2. Metode Analisis Riset Operasional
Metode analisis kelayakan konvensional adalah metode analisis yang selama ini dibekalkan sebagai peralatan  dari Capital Budgeting, yaitu metode pemulihan investasi (Playback Method), metode nilai sekarang (Present Value Method), indeks kemampulabaan (profitability index), dan metode tingkat balik internal (internal rate of return atau IRR).
Metode analisis riset operasional yang lazim adalah peralatan analisis kelayakan yang berorientasi pada kelayakan sistem acuan optimalisasi. Metode analisis yang lazim dipakai meskipun baru pada tahap pengenalan adalah teori antrian (waiting line models), simulasi Monte Carlo (Monte Carlo Simulation), metode titik impas (Break Event Point Method) dan program Linear (Linear Programing).
8. Alat Analisa Pemulihan Invesatsi
8.1. Metode Pemulihan Investasi (Payback Method)
Metode pemulihan investasi adalah metode analisa kelayakan investasi yang berusaha untuk menilai persoalan kelayakan menurut jangka waktu pemulihan modal yang diinvestasikan, biasanya dinyatakan dalam satuan tahun, untuk mengembalikan seluruh modal. Masa pemulihan modal ini dihitung dengan mempergunakan dua macam acuan, yaitu :
  1. Metode arus kumulatif
  2. Metode arus rata-rata
Metode arus komulatif dipakai sebagai alat penilaian kelayakan jika arus kas proyek tidak seragam, atau berbeda dari tahun ke tahun selama usia ekonomis proyek. Sedang metode ekonomi arus rata-rata dipakai jika arus kas proyek seragam, atau sama besarnya dari tahun ke tahun selama usia ekonomis proyek.
Karakteristik metode ini adalah :
1. Kriteria kelayakan
  • Proyek dikategorikan sebagai proyek yang layak jika masa pemulihan modal lebih pendek daripada usia ekonomis proyek.
  • Proyek dikategorikan sebagai proyek yang tidak layak jika masa pemulihan lebih lama daripada usia ekonomis proyek yang bersangkutan.
Berdasarkan kriteria di atas, untuk golongan (a) proyek diterima, sedangkan golongan (b) tidak diterima.
2. Kelebihannya :
  1. Model mudah menggunakannya dan menghitungnya.
  2. Sangat berguna untuk memilih proyek yang didasarkan atas masa pemulihan modal yang tercepat.
  3. Informasi masa pemuliahan modal dapat dipakai sebagai alat prediksi resiko ketidakpastian di masa mendatang, dimana proyek yang memiliki masa pemulihan modal yang lebih singkat diidentifikasi sebagai proyek yang memiliki masa pemulihan modal yang relatif lama akan memiliki pula resiko mendatang yang lebih besar.
  4. Masa pemulihan modal dapat dipakai sebagai alat untuk menghitung tingkat balikan proyek (internal rate of return ).
3. Kekurangannya :
  • Mengabaikan nilai waktu dari uang atau investasi.
  • Mengabaikan arus kas sesudah periode pemulihan modal dicapai.
  • Mengabaikan nilai sisa proyek.
8.2. Metode Nilai Bersih Sekarang (Net Present Value)
Metode ini adalah metode penilaian kelayakan investasi yang menyelaraskan nilai akan datang arus kas menjadi nilai sekarang, dengan melalui pemotongan arus kas dengan memakai faktor pengurang (faktor diskon) pada tingkat biaya modal tertentu yang diperhitungkan.
Karakteristik metode ini adalah :
a. Kriteria kelayakan
  • Proyek layak jika NPV bertanda positif (>0)
  • Proyek tidak layak jika NPV bertanda negative (< 0)
b. Kelebihannya
  1. Memperhitungkan nilai waktu dari uang atau arus kas.
  2. Memperhitungkan arus kas selama usia proyek.
  3. Memperhitungkan nilai uang sisa proyek.
c. Kekurangannya
  1. Manajemen harus dapat menaksir tingkat biaya modal yang relevan selama usia proyek.
  2. Jika memiliki nilai investasi inisial yang berbeda, serta usia ekonomis yang berbeda juga, maka NPV yang lebih besar belum menjamin sebagai proyek yang baik.
  3. Derajat kelayakan tidak hanya dipengaruhi oleh arus kas, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor usia ekonomis proyek.
8.3. Metode Tingkat Pengembalian Internal (Internal rate of return)
Metode ini adalah rasio laba dari penanaman modal dalam jumlah tertentu dan dalam jumlah tertentu dan dalam waktu tertentu, dimana nilai sekarang arus kas masuk adalah sama dengan nilai sekarang pengeluaran investasi inisial.
8.4. Indeks Kemampulabaan (Profitability Index Method)
Metode ini adalah metode penilaian kelayakan investasi yang mengukur tingkat kelayakan investasi berdasarkan rasio antara nilai sekarang total aliran kas masuk di masa yang akan datang (TPV) dengan nilai sekarang investasi inisial (Io).
Karakteristik metode ini adalah
1. Kriteria proyek
  • Proyek dikategorikan sebagai proyek yang layak dipertimbangkan jika PI lebih besar daripada 1 (PI > 1).
  • Proyek dikategorikan sebagai proyek yang tidak layak jika PI lebih kecil dari pada 1 (PI < 1).
2. Kelebihannya
  • Memperhitungkan nilai waktu dari uang atau arus kas.
  • Mempertimbangkan seluruh arus kas selama usia ekonomis proyek.
  • Memperhitungkan nilai sisa proyek.
  • Menyajikan data surplus/defisit arus kas terhadap nilai investasi inisial. Jika hasil bagi NPV dengan Io positif, maka dinilai surplus dan sebaliknya.
3. Kekurangannya
Metode ini harus didahului dengan aplikasi metode NPV sehingga pemakainya memerlukan perhitungan ganda.
sumber: ilmuteknologyindustri.blogspot.com
tenaga-kerja-konstruksi
Facebook Comments