Setiap Tenaga Kerja Wajib Hukumnya Mengikuti Training/Pelatihan K3

0
169


Kesehatan dan keselamatan kerja
 (K3)

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan kegiatan untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman, aman dan sehat untuk para tenaga kerja yang bekerja di lingkungan perusahaan. Betapa pentingnya dan menjadi keharusan bagi setiap tenaga kerja untuk memahami dan menerapkan K3 ini secara seksama dan terus menerus sehingga terhindar dari kecelakaan kerja.

Untuk itu diperlukan pelatihan K3 bagi semua tenaga kerja sebelum bekerja atau terlibat dalam sebuah kegiatan usaha perusahaan. Dengan adanya pelatihan K3 mempermudah karyawan untuk mengetahui, dan memahami K3. Pelatihan ini ditujukan pada karyawan dengan memberikan pembekalan materi K3 beserta contoh-contoh, praktek kerja lapangan dengan tujuan akhir untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja. Resiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja sering terjadi karena program K3 tidak berjalan dengan baik.

Sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 1970 mengenai keselamatan tenaga kerja, maka perusahaan berkewajiban menjaga keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya yang mana perusahaan itu mengupayakannya dengan mengadakan pelatihan seperti ini untuk para karyawan terutama karyawan ahli K3. Dengan begitu perusahaan dapat meminimalisir kecelakaan kerja.

Kesehatan dan keselamatan kerja cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial.

Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu. Praktek K3 (keselamatan kesehatan kerja) meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerja, teknik keselamatan, teknik industri, kimia, fisika kesehatan, psikologi organisasi dan industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.

Bahaya di tempat kerja

Bahaya fisik dan mekanik

Bahaya fisik adalah sumber utama dari kecelakaan di banyak industri. Bahaya tersebut mungkin tidak bisa dihindari dalam banyak industri seperti konstruksi dan pertambangan, namun seiring berjalannya waktu, manusia mengembangkan metode dan prosedur keamanan untuk mengatur risiko tersebut. Buruh anakmenghadapi masalah yang lebih spesifik dibandingkan pekerja dewasa. Jatuhadalah kecelakaan kerja dan penyebab kematian di tempat kerja yang paling utama, terutama di konstruksi, ekstraksi, transportasi, dan perawatan bangunan.

Permesinan adalah komponen utama di berbagai industri seperti manufaktur, pertambangan, konstruksi, dan pertanian, dan bisa membahayakan pekerja. Banyak permesinan yang melibatkan pemindahan komponen dengan kecepatan tinggi, memiliki ujung yang tajam, permukaan yang panas, dan bahaya lainnya yang berpotensi meremukkan, membakar, memotong, menusuk, dan memberikanbenturan dan melukai pekerja jika tidak digunakan dengan aman.

Tempat kerja yang sempit yang memiliki ventilasi dan pintu masuk/keluar terbatas, seperti tank militer, saluran air, dan sebagainya juga membahayakan.Kebisingan juga memberikan bahaya tersendiri yang mampu mengakibatkan hilangnya pendengaran. Temperatur ekstrim panas mampu memberikanstress panas, kelelahan, kram, ruam, mengabutkan kacamata keselamatan,dehidrasi, menyebabkan tangan berkeringat, pusing, dan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan kerja.Pada temperatur ekstrim dingin, risiko yang dihadapi adalah hipotermia, frostbite, dan sebagainya. Kejutan listrikmemberikan risiko bahaya seperti tersengat listrik, luka bakar, dan jatuh dari fasilitas instalasi listrik

Bahaya kimiawi dan biologis

Bahaya biologis

  • Bakteri
  • Virus
  • Fungi
  • Patogen bawaan darah
  • Tuberculosis

Bahaya kimiawi

  • Asam
  • Basa
  • Logam berat
  • Pelarut
    • Petroleum
  • Partikulat
    • Asbestos
    • Silika
  • Asap
  • Bahan kimia reaktif
  • Api, bahan yang mudah terbakar
    • Ledakan

Masalah psikologis dan sosial

  • Stres akibat jam kerja terlalu tinggi atau tidak sesuai waktunya
  • Kekerasan di dalam organisasi
  • Penindasan
  • Pelecehan seksual
  • Keberadaan bahan candu yang tidak menyenangkan dalam lingkungan kerja, seperti rokok dan alkohol

K3 berdasarkan industri

K3 yang spesifik dapat bervariasi pada sector dan industri tertentu. Pekerja kontruksi akan membutuhkan pencegahan bahaya jatuh, sedangkan nelayan menghadapi risik tenggelam. Biro Statistik Buruh Amerika Serikat menyebutkan bahwaperikanan, penerbangan, industri kayu, pertanian, pertambangan, pengerjaan logam, dan transportasi adalah sektor industri yang paling berbahaya.

Konstruksi

Konstruksi adalah salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, menghasilkan tingkat kematian yang paling banyak di antara sektor lainnya.Risiko jatuh adalah penyebab kecelakaan tertinggi. Penggunaan peralatan keselamatan yang memadai seperti guardrail dan helm, serta pelaksaan prosedur pengamanan seperti pemeriksaan tangga non-permanen dan scaffolding mampu mengurangi risiko kecelakaan. Tahun 2010, National Health Interview Survey mengidentifikasi faktor organisasi kerja dan psikososial dan paparan kimiawi/fisik pekerjaan yang mampu meningkatkan beberapa risiko dalam K3. Di antara semua pekerja kontruksi di Amerika Serikat, 44% tidak memiliki standar pengaturan kerja, sementara pekerja di sektor lainnya hanya 19%. Selain itu 55% pekerja konstruksi memiliki pengalaman ketidak-amanan dalam bekerja, dibandingkan 32% pekerja di sektor lainnya. 24% pekerja konstruksi terpapar asap yang bukan pekerjaannya, dibandingkan 10% pekerja di sektor lainnya.

Pertanian

Traktor dengan sistem pelindungan terguling

Pekerja pertanian memiliki risiko luka, penyakit paru-paru akibat paparan asap mesin, kebisingan, sakit kulit, dan kanker akibat bahan kimia seperti pestisida. Pada pertanian industri, kecelakaan melibatkan penggunaan alat dan mesin pertanian. Kecelakaan yang paling umum adalah traktor yang terguling.Pestisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam pertanian juga berbahaya bagi kesehatan pekerja, mampu mengakibatkan gangguan kesehatan organ seks dan kelainan kelahiran bayi.

Jumlah jam kerja para pekerja di bidang pertanian di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa 37% pekerja memiliki jam kerja 48 jam seminggu, dan 24% bekerja lebih dari 60 jam seminggu. Dipercaya tingginya jam kerja tersebut mengakibatkan tingginya risiko kecelakaan. Dari semua pekerja, 85% bekerja di luar ruangan lebih sering dibandingkan sektor lainnya yang hanya 25%.

Sektor jasa

Sejumlah pekerjaan di sektor jasa terkait dengan industri manufaktur dan industri primer lainnya, namun tidak terpapar risiko yang sama. Masalah kesehatan utama dari pekerjaan di sektor jasa adalah obesitas dan stres psikologis serta kelebihan jam kerja.

Pertambangan dan perminyakan

Pekerja di sektor perminyakan dan pertambangan memiliki risiko terpapar bahan kimia dan asap yang membahayakan kesehatan. Risiko kulit terpapar bahan kimia berbahaya, menghirup asap, hingga risiko lain seperti homesick karena lokasi kerja yang jauh dari rumah, bahkan hingga ke area lepas pantai.

oleh: Ir. Ludy Eqbal Almuhamadi
sumber: berbagai sumber; UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1970

Baca juga:

Training Ahli K3 Umum Pekanbaru (15 – 27 Juli 2019)

Apa Itu Budaya K3?

cepa-jasa-indonesia-logo

Facebook Comments