Harga Pelaksanaan Right Issue PTPP Akan Diumumkan 26 Oktober 2016

0
1073
proyek PTPP

ptpp-logo

PTPP Umumkan Harga Pelaksanaan Right Issue 26 Oktober 2016

Manajemen korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT PP (Persero) Tbk., berencana mengumumkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau right issue pada 26 Oktober 2016.

Berdasarkan pengumuman yang disiarkan di laman Bursa Efek Indonesia pada Kamis (20/10/2016), manajemen PTPP memperkirakan tanggal setiap langkah yang akan ditempuh oleh perusahaan dalam melakukan aksi korporasi di pasar modal itu.

Perseroan menyatakan telah melakukan RUPS Luar Biasa (23 Agustus), memperoleh persetujuan Komisi XI DPR atas PMN (5 Oktober) serta penandatanganan dokumen untuk registasi di Otoritas Jasa Keuangan (19 Oktober).

Setelah itu, perusahaan akan mengumumkan harga pelaksanaan right issue pada 26 Oktober. Kemudian, manajemen memperkirakan pemerintah akan menerbitkan peraturan sebagai dasar hukum PMN tersebut pada 1 November 2016.

Surat pernyataan efektif dari OJK sendiri diperkirakan akan keluar pada 15 November 2016. Apabila serangkaian proses beres, periode pelaksanaan HMETD akan dimulai pada 29 November  dan berakhir pada 5 Desember 2016.

Langkah terakhir yang akan ditempuh pada tahun adalah penyampaian hasil right issue kepada OJK dan BEI yang dijadwal pada 14 Desember 2016. Penyampaian laporan audit penjatahan ke OJK akan dilakukan pada 4 Januari 2017.

Dengan penambahan modal dengan HMETD itu, perseroan menargetkan dana sekitar Rp4,4 triliun. Sebagian besar dana tersebut atau sekitar Rp2,25 triliun akan berasal dari penyertaan modal negara (PMN) yang telah dianggarkan dalam APBN Perubahan 2016.

Sebagian besar dana hasil right issue itu atau sekitar 76% akan digunakan untuk belanja modal kerja untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur prioritas pemerintah.

Proyek itu antara lain pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung, jalan tol seperti ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Depok-Antasari, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang, Manado-Bitung, apartemen menengah dan hunian, PLTU Meulaboh 2x200MW, terminal multiguna Kuala Tanjung dan sebagainya.

Selain itu, sekitar 24% dana hasil right issue akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang infrastruktur antara lain pembangkit listrik, jalan tol, kawasan industri dan pelabuhan. Sampai saat ini, manajemen perseroan mengaku belum menunjuk pembeli siaga dalam rencana aksi korporasi itu.
Bisnis.com

Facebook Comments