Prospek Properti 2017 Menjanjikan

0
1349
Ilustrasi property - sanfranciscohomes.com

Prospek Properti Lebih Menjanjikan di Tahun 2017, dan Apa Penyebabnya?

Prospek sektor properti tahun 2017 diperkirakan lebih menjanjikan dibandingkan tahun ini.

Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO) Taufik Hidayat mengatakan, makin menjanjikannya sektor properti di tahun 2017 tak lepas dari terus meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

tahun 2015, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 4,79 persen, atau menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir.

Tahun 2016 ini, ekonomi diperkirakan tumbuh di atas 5 persen.

“Hingga triwulan III saja, pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 5,02 persen,” ujarnya.

Dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2017, ekonomi diproyeksikan tumbuh hingga 5,3 persen.

“Pertumbuhan di atas 5 persen ini pasti akan membuat sektor bisnis properti makin bergairah,” terangnya.

Apalagi, tahun depan, pemerintah, kata Taufik juga memberikan banyak vitamin dan kemudahan untuk bisnis properti.

Antara lain, pemangkasan biaya Pajak Penghasilan (PPh) untuk pembelian rumah/properti dari 5 persen menjadi 2,5 persen.

Kebijakan ini tertuang dalam PP Nomor 34 Tahun 2016 tentang PPh atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah atau Bangunan.

Lalu rencana pemberian bantuan uang muka untuk pembelian rumah bagi PNS, dan ikut sertanya BPJS dalam penyediaan perumahan.

“Apalagi, kalau BI rate terkontrol dan inflasi juga terkontrol, peluang bisnis tahun depan akan semakin bagus,” tegasnya.

Terlebih, jika program tax amnesty atau pengampunan pajak tahap kedua juga sukses seperti tahap pertama yang berakhir bulan September lalu.

Pada tahap pertama tax amnesty ini, uang tebusan mencapai Rp 97,2 triliun, dan deklarasi maupun repatriasi sebesar Rp 3.621 triliun (repatriasi Rp137 triliun).

“Kalau tax amnesty tahap kedua juga berhasil, dampaknya pasti luar biasa untuk bisnis properti,” tegas Taufik.

Untuk itu, PPRO yang dipimpinnya terus berusaha mengembangkan sejumlah proyek properti. Salah satunya, Grand Sungkono Lagoon (GSL) di Surabaya.

Untuk membangun Tower Caspian, atau tower kedua di GSL, pada 10 November lalu, PPRO mendapat fasilitas kredit konstruksi dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) senilai Rp 325 miliar.

Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto menambahkan, kredit tersebut bertenor 5 tahun dengan bunga yang dibebankan 9,50 persen per tahun.

“BTN memberi kredit kami, karena produk PP Properti memiliki kualitas tinggi dan konsumen selalu menantikannya,” ucapnya.

Menurut Indaryanto, dari 560 unit apartemen di Tower Caspian yang mengusung konsep sustainable design. Saat ini, pemesanan unit yang dibanderol Rp 25 jutaan per meter persegi ini telah terjual sekitar 60 persen

“Perseroan menargetkan dapat meraup marketing sales senilai Rp 1 triliun dari proyek ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Tower Venetian yang diluncurkan PPRO di GSL, seluruh unitnya sudah terjual habis semua.

Direktur Consumer Banking BTN Handayani menjelaskan, pemberian kredit konstruksi untuk proyek yang dibangun PPRO merupakan wujud sinergi yang bagus antara sesama BUMN.

“Apalagi, demand properti saat ini masih tinggi dan pertumbuhan industri juga bagus,” ucapnya.

Untuk itu, Handayani berharap PPRO tidak melirik bank lain untuk pengajuan kredit konstruksi atau kredit pemilikan apartemen (KPA) dari setiap proyek yang akan dibangun.

“Pokoknya, kami siap mensupport pembiayaan proyek PP Properti,” tegasnya.
sumber: imland.co.id

Yakin Pasar Properti Naik di 2017, Pengusaha Siapkan Produk Baru

Realestat Indonesia (REI) meyakini penjualan properti pada 2017 berada dalam tren positif. Pelaku usaha properti saat ini mulai menyiapkan produk-produk terbaru yang diharapkan menjadi sumber penjualan di tahun depan.

Di sisi lain, minat investor terhadap sektor properti pun masih cukup tinggi sehingga bakal mempercepat pertumbuhan pasar.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, yang ditulis, Jumat (16/12/2016).

BACA JUGA

  • Empat Kementerian Diminta Sinergi Dukung Program Sejuta Rumah
  • Kenaikan Gaji Pekerja Tak Mampu Imbangi Lonjakan Harga Rumah
  • Hanya 17 Persen Pekerja Jakarta yang Mampu Beli Rumah di Ibu Kota

“Kalau dilihat tren pertumbuhan penjualan properti sudah terasa sejak kuartal III 2016, dan kondisi itu diprediksi akan terus berlanjut di 2017. Meski tumbuhnya belum optimal, namun pelaku usaha properti akan memanfaatkan momentum tersebut. Perkiraan saya pasar akan tumbuh lebih cepat di pertengahan 2017,” ujar dia usai acara “HousingEstate Awards 2016” di Jakarta, Kamis kemarin.

Ajang ini merupakan penghargaan tinggi yang diberikan kepada pengembang maupun industri terkait lainnya.

Menurut dia, kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang digulirkan pemerintah akan menjadi salah satu pemicu bergairahnya kembali sektor properti.

Selain sejumlah faktor positif ekonomi, gencarnya pembangunan infrastruktur pemerintah, relaksasi LTV, tren penurunan suku bunga kredit, serta segera terbitnya aturan penyederhanaan perizinan di sektor perumahan yang merupakan amanah Paket Kebijakan Ekonomi ke-13.

Sebagai garda terdepan pembangunan bangsa di bidang perumahan, Eman menekankan pentingnya pengembang untuk mampu bertahan (survive) menghadapi berbagai kendala di lapangan.

“Begitu banyak pihak yang tergantung dengan proyek pengembang, banyak konstribusi pajak yang bisa disetor, dan banyak hasil pembangunan yang sudah dirasakan. Oleh karena itu, penting sekali pemerintah memerhatikan sektor ini,” tegas alumni Teknik Planologi ITB tersebut.

Segmen menengah atas paling merasakan penurunan permintaan dalam dua tahun terakhir. Sedangkan segmen rumah kelas bawah (subsidi) permintaannya masih tumbuh.

Segmen ini telah menjadi obat khususnya untuk pengembang daerah anggota REI yang jumlahnya mencapai 3.700 pengembang, di mana 70 persen diantaranya merupakan pengembang rumah menengah bawah. Dan 80 persen tersebar di daerah di luar Jabodetabek. (Muhammad Rinaldi/Nrm) – sumber: bisnis.liputan6.com

Baca juga:

Pengembang Prediksi Properti 2017 Naik 20 Persen

Prospek Properti Cerah pada 2017, BTN Siapkan Amunisi

editor: lea

Facebook Comments