Maraknya Kecelakaan Kerja: Kekurangan Tenaga Ahli Konstruksi Berpengalaman

0
303
Girder Jembatan Tol Depok-Antasari roboh, Selasa (2/1/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

 

Masih maraknya kasus kecelakaan kerja dalam proyek konstruksi, menunjukkan faktor kehati-hatian masih kurang mendapat perhatian dari kontraktor.

Di samping, kurangnya tenaga terampil untuk mengeksekusi proyek-proyek infrastruktur yang kini tengah dikebut pemerintah Indonesia.

Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta mengungkapkan hal tersebut saat berbincang dengan KompasProperti, Kamis (4/1/2018).

“Jadi dalam keadaan kekurangan tenaga terampil, harus memikirkan bagaimana caranya agar jalan terus kan,” kata Davy.

Menurut dia, tenaga kerja yang terampil saja tidak cukup untuk mengeksekusi sebuah proyek.

Diperlukan tenaga terampil yang memang benar-benar memiliki pengalaman untuk memastikan setiap proyek yang digarap berjalan lancar.

“(Soal jumlah) ini musti dilihat dari statistika. Tapi yang jelas, tenaga kerja ini harus bersertifikat,” kata Davy.

Baru-baru ini, enam girder pada proyek Tol Depok-Antasari jatuh. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Namun, insiden itu menambah panjang daftar kecelakaan kerja dalam proyek konstruksi.

Peristiwa ini bermula ketika keenam girder telah terpasang pada 22 Desember lalu. Pemasangan ini termasuk pemasangan bracing atau pengikat antar girder.

Namun, pekerjaan konstruksi diafragma belum dilaksanakan karena waktunya bertepatan dengan akhir tahun sehingga berpotensi terkendala pasokan beton dari produsen ready mix.

“Pascapemasangan enam girder, tidak ada kegiatan lanjutan di sekitar area terdekat jembatan tersebut. Pekerjaan baru dimulai kembali pada Selasa, 2 Januari 2018, pukul 09.40 WIB,” tulis PT Citra Waspphutowa melalui keterangan resmi yang diterima KompasProperti.

Pekerjaan tersebut meliputi persiapan aktivitas penggalian tanah untuk pembentukan badan jalan lajur Akses Antasari–Depok dan persiapan pekerjaan galian struktur untuk P3 Jembatan Ramp 1.

Untuk melakukan pekerjaan ini, pada lokasi tersebut terdapat 2 unit ekskavator dan 1 unit dump truck.

Kemudian, manuver alat berat tersebut membentur girder paling pinggir sehingga menyebabkan efek domino tergulingnya lima girder di sebelahnya.

Girder yang terguling menimpa dump truck yang berada di bawahnya. Dump truck dalam keadaan kosong atau tidak ada pengemudinya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Indonesia Kekurangan Ahli Konstruksi Berpengalaman”, https://properti.kompas.com/read/2018/01/04/140000321/indonesia-kekurangan-ahli-konstruksi-berpengalaman.
Penulis : Dani Prabowo

editor:lea

Baca juga:

Catatan Deretan Kecelakaan Kerja Proyek Konstruksi 2017 – 2018 ~ Pentingnya K3

Facebook Comments
banner-corona