Samuel Riset Ekonomi Harian 8 Juli 2019

0
199
Burke Golf Ball

Berita Global

·      Pasar tenaga kerja AS masih tetap kuat. Non farm payroll AS naik di bulan Juli (CNBC)

·      Harga minyak naik karena ketegangan Iran dan pemangkasan produksi OPEC. (Kontan)

Berita Domestik

·         BI: Pelonggaran GWM berpotensi menambah likuiditas perbankan hingga Rp 100 triliun. BI menurunkan GWM rupiah sebesar 50 bps atau 0,5% untuk bank umum konvensional maupun syariah. Lantas, rasio kewajiban GWM bank umum konvensional saat ini 6% dari dana pihak ketiga (DPK), sedangkan bank syariah menjadi 4,5% dari DPK.  (Investor Daily)

·         Cadev Juni meningkat, BI proyeksi neraca pembayaran kuartal II-2019 surplus.

·         Jepang-Korsel bersitegang dagang, BI: Indonesia harus antisipasi dini. Perluasan perang dagang yang kini terjadi di Jepang dan Korea Selatan berpotensi jadi risiko baru untuk perekonomian dalam negeri. Pasalnya, kedua negara tersebut masuk dalam jajaran sepuluh besar negara investor asing langsung (FDI) di Indonesia. (Kontan)

·         Aturan Beneficial Ownership bisa membongkar kamuflase penggelapan pajak. Aturan ini membantu Direktorat Jendral Pajak (DJP) untuk menggali potensi pajak dalam konteks transparansi tentang siapa sebenarnya pemilik aset berupa perusahaan atau pemegang saham sesungguhnya. Ataupun penerima manfaat sesungguhnya dari korporasi tersebut. (Kontan)

Dollar Index menguat rupiah diperkirakan bergerak melemahDollar indeks diperkirakan naik ke level 97.10-97,2 terhadap hampir semua mata uang utama lain. Penguatan dollar didorong oleh data tenaga kerja AS Jumat lalu yang lebih baik dibandingkan ekspektasi. Tercatat Non farm payroll AS Juni naik menjadi 224 ribu orang dibandingkan Mei sebesar 72 ribu orang. Unemployment rate Juni tetap rendah sebesar 3,7% serta upah nominal per jam di AS tetap naik sebesar 3,1% (yoy) di bulan Juni sedikit di bawah konsensus sebesar 3,2% (yoy). Kuatnya data tenaga kerja AS bulan Juni tersebut kemungkinan menurunkan peluang The Fed untuk menurunkan tingkat suku bunga di bulan Juli serta mendorong penguatan dollar. Rupiah yang minim katalis positif kemungkinan melemah akibat sentiment tersebut. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.100/USD-Rp 14.150/USD.

Facebook Comments