Riset Berita Ekonomi 19/07/2019

0
284
Tolong Menolonglah dalam Hal Kebaikan - picture: Twt Pramod Kumar Sidar

Berita Global

·      Kinerja ekspor Jepang kembali turun, iklim manufaktur kian suram akibat perang dagang. Departemen Keuangan Jepang melaporkan angka ekspor Juni turun 6,7% dari tahun sebelumnya. Angka ini lebih lebas dibandingkan prediksi pada ekonom pada tingkat 5,6% dan penurunan 7,8% pada bulan Mei. (CNBC)

·      Bank sentral Korea Selatan pangkas suku bunga sekaligus proyeksi pertumbuhan ekonomi. BOK memotong suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,50% yang merupakan penurunan pertama dalam tiga tahun terakhir.  (Kontan)

Berita Domestik

·       Suku bunga turun, pertumbuhan ekonomi diramal tetap melambat. ank Indonesia (BI) akhirnya memangkas BI 7-day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Ini adalah pemangkasan pertama pada 2019. BI 7-DRR berada di level 6% sepanjang tahun ini.  (Kontan)

·       Dalam RDG BI juga menyampaikan current account deficit (CAD) sampai akhir tahun di kisaran 2,5%-3%. CAD tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 3%. (Kontan)

·       BI memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2019 akan berada di bawah titik tengah proyeksi BI sebesar 5,2%-5,4%. (Kontan)

·       Aturan insentif terbit, impor pesawat dan suku cadangnya bebas PPN. Beleid tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2019 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu serta Penyerahan dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN). (Kontan)

Dollar Index melemah rupiah diperkirakan bergerak menguatDollar indeks hari ini diperkirakan turun ke level 96.70-96,80 terhadap hampir semua mata uang utama lain. Pelemahan dollar didorong pernyataan Presiden The Fed New York John Williams yang megatakan bahwa The Fed harus bertindak cepat untuk menurunkan tingkat suku bunga di saat ekonomi menunjukan tanda-tanda pelemahan. Pelaku pasar menganggap pernyataan Williams tersebut sebagai sinyal pemotongan tingkat suku bunga yang lebih agresif dari The Fed. Rupiah kemungkinan menguat didorong pelemahan dollar tersebut. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp13.970/USD-Rp 13.980/USD.

Facebook Comments
banner-corona