BI: Penerbitan Panda Bond Perkuat Cadangan Devisa;Pertumbuhan Ekonomi AS Diatas Ekspetasi

0
158
Bank Indonesia

Berita Global

·      Pertumbuhan ekonomi AS triwulan kedua 2019 di atas ekspektasi konsensus. Ekonomi AS tumbuh 2,1% (yoy) dibandingkan konsensus sebesar 1,8% (yoy). (Bloomberg)

·      Inggris bersiap dengan skenario hard Brexit. London bersiap untuk meninggalkan blok Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa kesepakatan alias hard Brexit. Boris Johnson, yang mengambil alih sebagai perdana menteri Inggris pada hari Rabu lalu menjanjikan untuk melaksanakan Brexit pada akhir Oktober. (Kontan)

Berita Domestik

·         BI sebut penerbitan Panda Bond bisa perkuat cadangan devisa. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mendukung langkah-langkah inisiatif pemerintah dalam rangka menerbitkan obligasi global (global bond) di pasar internasional.  (Kontan)

·         Rencana penerbitan Panda Bond masih dalam tahap kajian. Pemerintah berencana menambah alternatif sumber pembiayaan APBN, yaitu melalui penerbitan surat berharga global (global bond) dalam mata uang yuan China atau disebut Panda Bond. Namun, Kementerian Keuangan mengaku masih mengkaji rencana tersebut dan mempertimbangkan sejumlah hal. (Kontan)

·         Berdasarkan hasil survei pemantauan harga sampai minggu keempat, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, tingkat inflasi sepanjang Juli mencapai 0,23% secara month to month (mom) atau 3,23% secara tahunan. (Kontan)

·         Penyumbang terbesar inflasi bulan ini, lanjutnya, adalah komoditas cabai rawit dengan inflasi sebesar 0,12% (mom). (Kontan)

Dollar Index menguat rupiah diperkirakan bergerak melemahDollar indeks diperkirakan naik ke level 97.9-98,0 terhadap hampir semua mata uang utama lain. Penguatan dollar ditopang oleh data pertumbuhan ekonomi AS di triwulan kedua 2019 sebesar 2,1% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan konsensus sebesar 1,8% (yoy). Pertumbuhan  ekonomi AS yang relatif tinggi tersebut mendorong para pelaku pasar untuk mengkalkulasi ulang seberapa besar pemotongan tingkat suku bunga yang akan dilakukan oleh The Fed tahun ini seiring masih cukup kuatnya ekonomi AS. Rupiah diperkirakan melemah akibat menguatnya indeks dollar AS tersebut. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.000/USD-Rp 14.100/USD.

Facebook Comments