Riset Ekonomi Pagi 9/8/2019

0
100

Berita Global

·      AS justru dituduh ingin memulai perang mata uang dengan menjadikan yuan kambing hitam. engamat dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Yu Yongding menilai tudingan China sebagai manipilator mata uang adalah hal yang tidak masuk akal. “Adalah suatu hal konyol untuk melabeli China sebagai manipulator mata hanya karena satu perubahan kecil pada nilai tukar dalam satu hari perdagangan”. (Kontan)

Berita Domestik

·         Survei BI: Penjualan eceran bulan Juni 2019 turun sebesar 1,8%.  (Kontan)

·         Penurunan ini dikontribusi oleh penurunan kinerja beberapa penjualan. Penjualan eceran kelompok bahan bakar kendaraan bermotor terkoreksi paling dalam, yaitu mengalami penurunan sebesar 10,9% (yoy). Pada bulan Mei, padahal kelompok ini tumbuh 0,8% (yoy).

·         Sementara kelompok barang budaya dan rekreasi tercatat turun sebesar 8,8% (yoy). Pada bulan Mei 2019, tercatat tumbuh 1,0% (yoy).. (Kontan)

·         Bila defisit melebar, dikhawatirkan pemerintah mengurangi belanja modal. Pemerintah memproyeksi defisit APBN 2019 akan mencapai Rp 310,8 triliun atau 1,93% dari produk domestik bruto (PDB).  Perkiraan tersebut lebih besar dari target defisit yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 296 triliun atau 1,84% dari PDB.  (Kontan)

·         Defisit Neraca Berjalan Indonesia naik menjadi 3% terhadap PDB di triwulan kedua 2019 dibandingkan triwulan pertama 2019 sebesar 2,6%. (Kontan)

Dollar Index stabil rupiah diperkirakan bergerak menguatDollar indeks diperkirakan stabil di level 97.5-97,55 terhadap semua mata uang kuat dunia lainya. Stabilnya dollar index ditopang oleh penguatan yen terhadap dollar. Yen dipilih investor sebagai aset safe haven setelah AS kembali meningkatkan eskalasi perang dagang dengan China seiring keputusan Washington untuk menunda dibolehkanya perusahaan AS berbisnis dengan Huawei. Rupiah diperkirakan menguat akibat penguatan dollar index tersebut. Rupiah kemungkinan menguat di level Rp14.180/USD-Rp 14.200/USD.

Related Post:

Menko Darmin Sebut Neraca Perdagangan jadi Kelemahan Indonesia

Saham Garuda (GIAA) terbang tinggi, ini penyebabnya

Digencet Rupiah, Dolar AS Balik ke Bawah Level Rp 14.200

 

cepagram.com – the only one in the world of CEPA

Facebook Comments