Tekanan AS mereda, IHSG diperkirakan berbalik menguat

0
69
USA New York

Highlights:

·         Perbankan: Bank siapkan CKPN untuk PSAK 71

·         PTBA: PTBA Merambah Bisnis Properti

·         Precast: Pencapaian Kontrak Baru WSBP & WTON

·         Cement: Konsumsi Semen Kembali Turun

·         UNVR: Akan menambah dua produk baru tahun ini

Tekanan AS mereda, IHSG diperkirakan berbalik menguat

Bursa saham AS ditutup cukup positif, DJIA naik +0,39% menjadi 25.579 diikuti S&P500 +0,25% ke level 2.847 namun Nasdaq bergerak flat (-0,09%) ke 7.766. Rilis data Penjualan Ritel AS per Jul-19 tercatat naik +0,7% mom dibandingkan Jun-19 +0,3% mom, diatas angka survey di +0,3% mom. Data tersebut sedikit memberikan angin segar bagi pasar saham yang tertekan akibat kekhawatiran resesi ekonomi AS. Data ritel juga didukung penguatan saham Walmart setelah rilis LK 2Q19 melebihi ekspektasi analis. Sementara pasar saham zona Eropa masih melemah dengan tekanan ekspektasi pelemahan ekonomi global.

Indeks EIDO menguat (+0,74%) dengan bursa Asia pagi ini melemah, Kospi -1,05% diikuti Nikkei -0,37%. Harga minyak dunia pagi ini menguat setelah mengalami akumulasi penurunan hingga -4% selama 2 hari terakhir. WTI naik +0,66% menjadi $54,8/barrel diikuti Brent menguat +0,38% menjadi $58,5/barrel. IHSG Kamis melemah -0,16% menjadi 6.257 dengan pemberat indeks adalah Aneka Industri serta saham BBRI, ASII dan BMRI. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 352 miliar dengan nilai tukar melemah ke Rp 14.273/USD.

IHSG hari ini kami perkirakan berbalik menguat seiring tekanan data global yang cukup positif. Rilis data Trade Balance Indonesia Jul-19 kemarin tercatat defisit US$ 64 juta dengan ekspor -5,12% yoy dan impor -15,2% yoy atau lebih baik dari perkiraan consensus yang defisit sebesar US$ 420 juta.

Baca juga ini:

Jokowi: Data Lebih Berharga dari Minyak

Jokowi: UU yang Menyulitkan Rakyat Harus Kita Bongkar!

Gawat! Harga Batu Bara Anjlok dan Terendah Dalam 3 Tahun

Facebook Comments