Mati Listrik PLN Separuh Jawa Selama 7 Jam, Akankah Terulang Lagi?

0
330
Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik - TH3 WINN3R 01
Oleh: Amar Zamani, Alumni Polinema – Jurusan Elektro

Padamnya listrik di separuh wilayah Jawa-Bali yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) beberapa waktu lalu mendapat perhatian dari banyak pihak, dan cukup membuat geger nasional. Wajar saja karena ini terjadi di Jakarta yang notabene adalah Ibu Kota Negara. Beda halnya bila ini terjadi di kota atau daerah lainnya, seperti yang kita ketahui bahwa masih ada daerah yang belum mendapatkan suplai listrik.

Dan sampai dengan saat ini PLN belum juga mendapatkan kesimpulan apa penyebab mati lampu ini? Seperti disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dua hari lalu sehabis menggelar pertemuan dengan Plt. Dirut PLN (Persero), Sripeni Inten Cahyani dalam pembahasan insiden mati listrik ini. Saat ini PLN sedang menginvestigasi penyebab listrik mati massal. Salah satu poin yang hendak didalami Luhut yakni terkait kebenaran kabar bahwa penyebab gangguan tersebut adalah pohon Sengon.

pln
Dok PLN

Sementara itu menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi hingga tahun 2018 sebesar 98,30 persen. Dan untuk tahun 2019, pemerintah menargetkan bisa tercapai sebesar 99 persen, rasio elektrifikasi ini menggambarkan jumlah rumah tangga yang teraliri listrik dibandingkan dengan jumlah rumah tangga nasional, saat ini tercatat jumlah rumah tangga nasional sebesar 68,75 juta.

Beberapa hal yang menjadi sorotan Publik atas padamnya listrik tersebut tertuju pada kinerja PLN, pergantian dirut definitif PLN yang mungkin memperlambat kinerja serta keandalan sistem PLN seharusnya bisa mengantisipasi hal ini karena ini adalah kendala teknis sesuai dengan penjelasan pelaksana tugas Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani kepada Presiden Joko Widodo saat sidak ke kantor pusat PT. PLN Senin lalu (5/8/2019).

Kendala teknis ini seharusnya sudah masuk dalam manajemen resiko, karena sudah pasti bahkan setiap saat dihadapkan pada resiko terputusnya jaringan, terutama dengan sistem jaringan interkoneksi dimana pembangkitnya tidak berada dekat dengan konsumennya, dibutuhkan jaringan interkoneksi yang handal dan kuat bila tidak maka masalah seperti kemarin akan tetap timbul. Kelemahan dari sistem interkoneksi ini ketika terjadi gangguan, bila tidak segera ditangani dengan baik maka gangguan dapat meluas ke seluruh wilayah yang interkoneksi tersebut.

Memang tidak mudah untuk mencari jawaban akurat atas penyebab gangguan dalam sistem interkoneksi tersebut namun yang pasti kedepannya PLN perlu mengkaji ulang atas prosedur standar yang diberlakukan, faktanya tidak berjalan dengan baik hingga menyebabkan blackout dengan cakupan luas dan durasi hingga 7 jam.

Resiko dan kendala harus terangkum lengkap dengan alternatif penanggulangan serta pencegahannya bahkan perlu disimulasikan harapan di kemudian hari tidak terjadi gangguan tersebut namun bila pun terjadi gangguan PLN sudah siap dan dampaknya tidak meluas serta diminimalisir karena gangguan tersebut sudah terantisipasi sebelumnya.

pln-online

Selamat bekerja PLN, di tangan anda lah harapan dari kami masyarakat Indonesia supaya tidak ada mati lampu lagi di kemudian hari.

Amar Zamani
Amar Zamani

Baca juga ini:

Ombudsman Nilai Tim Khusus PLN soal Mati Listrik Massal Tak Independen

Ikan Koi Mati, Warga Jaksel Gugat PLN Ganti Rugi Rp 11,1 Juta

4 Strategi Kebangkitan UTS jadi Kampus Ternama

Facebook Comments