Eksplor Batik di Jawa Timur, Lewat Rumah Batik Surabaya

0
161
Rumah Batik Surabaya
Siapa yang tak mengenal batik, semenjak ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009 lalu, batik banyak dikenal oleh masyarakat.
  • Batik yang dulunya hanya dipakai saat acara resmi, kini dikenakan disetiap acara bahkan sehari-hari.
Berbicara soal batik, di Jawa Timur disetiap kabupatennya memiliki karya batik dengan corak yang berbeda-beda. Guna menjaga motif batik tersebut agar tetap lestari, serta mengenalkan motif batik yang mereka miliki, sejumlah daerah mendirikan rumah batik yang memuat beragam jenis dan motif batik. Tepatnya di Surabaya, di kota pahlawan ini memiliki rumah batik yang bernama Rumah Batik Jawa Timur atau akrab dikenal dengan nama Rumah Batik Surabaya.
Motif Batik di Rumah Batik Surabaya
Berbagai Motif di Rumah Batik Jawatimur – Surabaya
Rumah batik ini terletak di Surabaya Utara, tepatnya di Jalan Dukuh Bulak Banteng Timur, nomor 94, Bulak Banteng, Kec. Kenjeran Surabaya. Di rumah batik ini ada banyak jenis motif kain batik dari berbagai daerah di Jawa Timut. Seperti dari Pamekasan, Bangkalan, Tuban, Pacitan, Ponorogo, Banyuwangi, Sidoarjo, Jember, Sampang, Malang dan Juga Surabaya.
  • Koleksi batik dari berbagai daerah di Jawa Timur itu, yang  terpampang rapi di Rumah Batik ialah hasil karya dari tangan keluarganya sendiri. Tak hanya disitu saja, Rumah Batik ini  sering bekerjasama dengan pengrajin-pengrajin batik di berbagai daerah lain. Seperti halnya batik khas Sidoarjo. Dalam hal ini mereka sengaja langsung datang sendiri ke kota asalnya  untuk mendapatkan batik dari khas kota udang tersebut.
Rumah batik yang awalnya berupa showroom bernama Istana Madura ini, sudah berdiri sejak 11 tahun silam, tepatnya pada tahun 2008. Faiqah Ismail, yang notabene merupakan seorang pengrajin batik Madura, akhirnya membuat rumah koleksi batiknya menjadi rumah batik sampai saat ini.
  •  Tak hanya melihat aneka corak batik yang dipajang saja, namun pengunjung juga dapat membeli kain-kain batik tersebut. Dirumah batik ini, kita juga dapat membeli pernak-pernik kerajinan tangan seperti pin, tas, dan dompet serta beberapa kerajinan tangan lainnya.
Syarif Usman, generasi kedua penerus rumah batik ini mengatakan, dirumah batik ini juga dapat membeli baju batik sesuai permintaan pengunjung. “Karena permintaan dari pelanggan yang ingin dijadikan baju, ya akhirnya saya belajar mengukur baju,” kata Usman.
  • Usman juga menambahkan untuk menghasilkan baju-baju batik tersebut, ia bekerja sama dengan beberapa penjahit.  “Untuk penjahitnya sendiri kami lakukan kerja sama dengan beberapa penjahit yang berada di daerah sekitar rumah batik ini, dan yang sanggup sudah ada lima tempat,” imbuhnya.
Rumah batik  diresmikan secara langsung oleh Gubernur Imam Utomo pada  Mei 2008 itu, pun pernah mencetak rekor muri membatik logo Surabaya berukuran 20×10 meter. Dirumah batik ini, pengunjung juga dapat belajar membatik dan juga membuat kerajinan seperti taplak meja.
  • Biaya yang di patok untuk 1x pertemuan cukup merogoh kocek sebesar 75.000, dan jika ingin belajar  ekstensif selama 7x pertemuan biayanya 500.000, serta untuk belajar membuat taplak meja membayar sebesar 250.000,-.
Rumah batik ini buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga pukul 9 malam. Untuk memperluas eksistensi batik dan pembuatan batik, Usman menuturkan rumah batik Jawa Timur ini menjalin kerjasama dengan berbagai universitas, pihak Tour Travel serta beberapa instansi untuk belajar budaya bangsa Indonesia di rumah batik Jawa Timur ini. Acapkali mereka juga sering mengadakan pelatihan dan edukasi sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat. – oleh: Ugiek Trenggalek

 

Baca juga ini:

Benteng Kedung Cowek Saksi Bisu Sejarah indonesia

Facebook Comments