IHSG Diperkirakan Flat Cenderung Melemah

0
150

Highlights:

·      BUMI: Bumi Resources Targetkan Pelunasan Utang US$ 250 Juta

·      ITMG: Indo Tambangraya Kaji Buyback Saham

·      INCO: Vale Tunggu Keputusan Pemerintah terkait Divestasi 20% Saham

·      CPO: Harga Referensi CPO Naik pada September

·      WIKA: Siapkan Rp 20 Triliun untuk Proyek Ibu Kota Baru

IHSG Diperkirakan Flat Cenderung Melemah

Perdagangan bursa AS semalam ditutup menguat, di tengah meredanya sentimen negatif pada bursa AS, Dow naik +1,00% S&P 500 naik +0,65%, dan Nasdaq naik +0,38%. Namun pasar AS masih dibayangi sentimen sinyal resesi yang muncul dari spread antara Treasury yield 10 tahun dan 2 tahun yang mencapai -5 bps. Pasar AS juga tengah menunggu data Personal Spending AS periode Juli (cons: 0,5%, prev: 0,3%), pada Jumat akhir minggu ini. Di belahan Eropa, semalam Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson meminta Ratu Elizabeth II untuk membekukan parlemen menjelang keputusan Brexit pada 31 Oktober 2019, demi memuluskan rencana Brexit tanpa kesepakatan dagang. Hal ini menyebabkan GBP/USD turun -0,58% pada perdagangan semalam.

Dari bursa komoditas, kemarin harga Nickel menguat tajam +4,03% , hingga kembali ke level USD 16.280 per metric ton. Sementara pagi ini, harga minyak Brent kembali turun -0,21% dan WTI -0,02%, meski data inventory EIA minyak AS turun -10 juta barrel dari minggu sebelumnya yang turun -2,7 juta barrel.

Bursa domestik kemarin ditutup relatif flat +0,06% dengan investor asing masih mencatatkan net sell Rp 343,6 miliar. IHSG pagi ini diperkirakan flat dengan kecenderungan melemah dikarenakan kurangnya sentimen positif.

Baca juga ini:

Jaga Likuiditas, MEGA Kelola LDR Agar Tak Capai 80 Persen

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 29 Agustus 2019

Facebook Comments