Basuki Hadimuljono Sebagai Utusan Khusus RI Dalam Peresmian Jembatan B.J. Habibie di Timor Leste

0
313
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (berdiri di kiri atas mobil), setelah acara peresmian Jembatan BJ Habibie, bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus, menaiki mobil yang dikemudikan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta - PU.GO.Id

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Sebagai Utusan Khusus Jokowi Hadiri Peresmian Jembatan B.J. Habibie di Dili, Timor Leste

Disalin dari laman website PUPR (pu.go.id). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendapat tugas dari Presiden RI Jokowi sebagai Utusan Khusus untuk menghadiri Peringatan ke-20 tahun Hari Pelaksanaan Jajak Pendapat di Dili, Timor Leste. Dalam kesempatan tersebut, pada tanggal 29 Agustus 2019, Menteri Basuki menghadiri peresmian pembangunan konstruksi jembatan yang diberi nama Jembatan B.J. Habibie di Desa Bidau Sant’ana, Dili. Jembatan B.J. Habibie ini memiliki panjang 540 meter, lebar 8 meter dan 2 jalur ini dibangun oleh Badan Usaha Milik Negara Timor Leste dengan anggaran USD 3,9 juta.

Menteri PU Timor-Leste Salvador Soares dos Reis Pires di acara peresmian Jembatan ini menyampaikan sambutannya, diikuti oleh Menteri Basuki dan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta.

“ Saya ditugasi Presiden Joko Widodo untuk mewakili Indonesia memenuhi undangan Presiden Timor Leste menghadiri 20 tahun Jajak Pendapat Timor Leste. Terkait peresmian jembatan di Dili dengan nama B.J. Habibie, ini merupakan kehormatan bagi Pemerintah Indonesia dan khususnya Bapak B.J. Habibie,” kata Menteri PUPR Basuki yang disampikan dalam sambutannya.

Menteri Basuki  menambahkan dalam sambutannya bahwa B.J. Habibie  merupakan sosok negarawan yang dicintai oleh rakyat Indonesia dan Timor Leste.

Menteri Basuki juga menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi agar Indonesia & Timor Leste dapat terus meningkatkan kerjasama ekonomi pada kawasan perbatasan, seperti Motaain, Motamasin, dan Wini, terutama di era persaingan dewasa ini yang semakin ketat.

Setelah acara peresmian Menteri Basuki, Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus melintasi dengan mobil yang dikemudikan oleh Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta. Diakhir peresmian, Menteri Basuki bermain drum mengiringi Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta dan Dubes RI Sahat Sitorus bersama menyanyikan lagu Bengawan Solo sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi Indonesia – Timor Leste.

Indonesia menjadi mitra pembangunan penting bagi Timor Leste. Sejak tahun 2010, sejumlah proyek infrastruktur di negara tersebut dibangun melibatkan perusahan konstruksi Indonesia baik BUMN maupun swasta nasional antara lain pembangunan jaringan irigasi Raibere, jembatan Soebada, jalan Tibar-Gleno, Comoro Powerplant, Gedung Perdana Menteri, Bandara Oecusse dan ETO Tower. Kerjasama kedua negara bukan saja pembangunan fisik infrastruktur saja, melainkan juga peningkatan kapasitas SDM Timor Leste. Sejumlah pelatihan tenaga kerja ahli dan terampil dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan Timor Leste diantaranya pelatihan rehabilitasi dan rekonstruksi konstruksi jalan, program dan budgeting, dan pelatihan tenaga teknik operasional untuk operator buldozer dan alat-alat berat.

Inilah bukti nyata antara Indonesia dan Timor Leste yang memang memiliki sejarah kedekatan dan terus bekerjasama erat bagi kemajuan masa depan kedua Negara.
editor: lea

 

Pelatihan Risiko Jembatan dan Asuransi:

WDA Online Training | Mengelola Akseptasi Risiko Konstruksi Jembatan, Analisis Klaim dan Reasuransinya | Rabu, 21 Oktober 2020

Facebook Comments