|Catatan OTT KPK|Hampir Bersamaan OTT di Kalimantan Timur, Bupati Indramayu dan Walikota Medan

0
184
Logo KPK

|Catatan Media OTT KPK| Semakin Semarak!
Hampir Bersamaan OTT KPK: Kalimantan Timur, Bupati Indramayu & Wali Kota Medan

  • KPK telah melakukan OTT di kota Medan Sumatera Utara kepada Kepala Daerah yaitu Wali Kota Medan. Pada operasi ini KPK menangkap tujuh orang dari unsur kepala daerah atau Wali Kota, Kepala Dinas PU, protokoler, ajudan Wali Kota dan pihak swasta. (15/10/2019)”Dari OTT malam sampai dini hari tadi, total tujuh orang diamankan, yaitu dari unsur Kepala Daerah/Wali Kota, Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan Wali Kota, swasta.,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/10).

    “Uang yang diamankan lebih dari Rp200 juta. Diduga praktek setoran dari dinas-dinas sudah berlangsung beberapa kali,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (16/10). – ccnindonesia

  • Kegiatan penindakan ini dilakukan secara beruntun oleh komisi antirasuah dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa dini hari (15/10/2019) KPK melakukan operasi tangkap tangan di Indramayu dan berhasil menangkap bupati Indramayu Supendi.Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Supendi diduga menerima Rp. 200 juta dari rekanan sebagai bagian dari janji imbalan tujuh proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

    Selain Bupati Indramayu, KPK juga menahan tiga tersangka lain untuk waktu yang sama. Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempy Triyono, dan Pimpinan Perusahaan CV Agung Resik Pratama, Carsa ES.
    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Indramayu periode 2014-2019, Supendi, sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu tahun 2019. Supendi diduga menerima Rp200 juta sebagai bagian dari komitmen fee tujuh proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

  • OTT KPK di Kalimantan Timur (15/10), tertangkap  tujuh orang di Kalimantan Timur dan langsung menjalani proses pemeriksaan awal di Polda Kalimantan Timur. Sementara satu orang lainnya ditangkap di Jakarta dan kini sedang menjalani pemeriksaan di Kantor KPK. Penangkapan itu perihal dugaan suap terkait paket pekerjaan jalan multi years di bawah naungan Kementerian PUPR.KPK menduga ada penerimaan uang sekitar Rp1,5 miliar terkait paket pekerjaan jalan multi years senilai Rp155 miliar. Dia mengatakan pemberian uang tidak dilakukan secara langsung alias melalui transfer ke rekening ATM.

    KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan. Informasi detail, terang Febri, akan disampaikan melalui konferensi pers pada Rabu (16/10) sore atau malam.

Baca juga ini:

UU KPK Resmi Berlaku, OTT Dinilai Tak Bisa Lagi Digelar

Masinton: Agus Rahardjo Tak Paham, KPK Tetap Bisa OTT

Deretan Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2018

Tahun Ini (2018), KPK Pecahkan Rekor OTT Terbanyak Sepanjang Sejarah

Facebook Comments