IHSG Berpeluang Rebond; BI yakin pertumbuhan ekonomi nasional 2019 sebesar 5,1%

0
100
Spent 3 great, inspiring days in the beautiful city of Paris at the ICA II - julia budka

Berita Global
· Terancam dimakzulkan, Trump: Pasar akan alami depresi, bukan cuma resesi. Dilansir dari CNN, trump menyerang petinggi Partai Demokrat di parlemen terkait upaya memakzulkan dirinya karena dianggap menggunakan kekuasaannya untuk menjegal lawan politiknya, Joe Biden. (Kontan)

· Produksi industri di Amerika Serikat turun 0,8% pada Oktober. Ini adalah penurunan terbesar sejak Mei 2018. (Kontan)

Berita Domestik
· BI turunkan GWM rupiah, langkah antisipatif guna menstimulus pertumbuhan ekonomi. Dengan penurunan tersebut, berarti GWM untuk bank umum konvensional dan syariah menjadi sebesar 5,5%. Sementara GWM unit usaha syariah menjadi 4%. Kebijakan ini akan berlaku per 2 Januari 2020. (Kontan)

· Turunkan GWM rupiah, BI: Bisa tambah likuiditas bank hingga Rp 26 triliun. (Kontan)

· BI ramal CAD dan NPI akan menorehkan kinerja baik pada 2019. Dengan (NPI) yang membaik sehingga bisa menopang ketahanan eksternal. Ini terlihat dari defisit NPI kuartal III-2019 yang menurun cukup besar dari US$ 2 miliar menjadi US$ 46 juta.

· BI yakin pertumbuhan ekonomi nasional 2019 sebesar 5,1%. yang masih menopang daya tahan pertumbuhan ekonomi nasional adalah konsumsi rumah tangga, terutama masih terjaganya konsumsi masyarakat pendapatan rendah yang dibantu dengan bantuan sosial (bansos).

· Bansos ini sudah menyasar 14,6 juta keluarga atau mendekati 40 juta penduduk. Dengan inflasi yang terkendali, penyaluran bansos ini menopang pertumbuhan konsumsi bagi masyarakat berpendapatan rendah tersebut. (Kontan)

Dollar Index menguat rupiah diperkirakan bergerak melemah. Dollar indeks diperkirakan bergerak menguat ke level 97.8-97.90 terhadap mata uang kuat utama lainya. Kenaikan dollar ditopang oleh hasil risalah rapat FOMC The Fed yang secara implisit menyatakan bahwa pemotongan suku bunga kemungkinan tidak akan berlanjut hingga akhir tahun. Rupiah diperkirakan melemah akibat penguatan dollar tersebut. Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.100/USD-Rp 14.120/USD.

Hihglights

· Cigarette : Terancam Rencana Revisi PP 109/2012

· ADHI : Kontrak Baru Rp 8,4Triliun

IHSG Berpeluang Rebound

Semalam, ketua negosiator perdagangan China, Liu He menyatakan bahwa dirinya “cautiously optimistic” terhadap kesepakatan dagang fase-I antara China dan AS, dan tetap percaya kesepakatan dagang dapat tercapai. Sentimen negatif sebelumnya kembali datang seiring hadirnya Hong Kong Bill di AS yang mendukung demokrasi Hong Kong dan pelaku demonstrasi yang ada saat ini. Hal ini membuat tensi politik China dan AS meningkat. Pasar AS ditutup melemah, tercatat S&P turun -0,16%, Dow Jones -0,20%, dan Nasdaq -0,24%. Kemarin, juga terdapat rilis FOMC Minutes, dengan sebagian besar member FOMC melihat pemotongan bunga Oktober lalu cukup untuk mendukung pertumbuhan yang moderat, pasar pekerja yang kuat, dan target inflasi yang ada. FOMC Minutes juga memberi sinyal bahwa arah kebijakan kedepan akan mempertahankan yang ada saat ini selama tidak terdapat informasi ekonomi material yang dapat merubah outlook tersebut.

Sementara perdagangan bursa domestik kemarin kembali ditutup melemah -0,61% di level 6.117,3 dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 404,4 miliar. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kemarin memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 5,0%, namun memotong Giro Wajib Minum (GWM) sebesar 50 bps untuk kedua kalinya. Dengan pemotongan ini membuat GWM bank konvensional turun ke 5,5% dan bank syariah 4,0%. Pemotongan ini juga diperkirakan memberi tambahan likuiditas perbankan sebesar Rp ~30 triliun. Pasar regional dibuka menguat dengan Nikkei naik +0,47%, Kospi naik +0,32% namun EIDO ditutup turun -0,60% di perdagangan semalam.

Baca juga:

Inilah Jadwal Penutupan Pendaftaran CPNS 2019 Tiap Instansi

Facebook Comments