Menunggu Data Inflasi, IHSG Diperkirakan Menguat

0
114

Hihglights

· MEDC : Berkomitmen Tingkatkan Produksi Migas

· Sektor Metal : Nikel Kembali di Bawah Level US$14.000

· PGAS : Pacu Ekspor LNG ke China

· BDMN : Naik kelas ke BUKU 4

· BATA : Daya Beli Tahan Langkah Sepatu Bata

Menunggu Data Inflasi, IHSG diperkirakan Kembali Menguat

Dari kelanjutan perang dagang antara AS dan China, Harian China Global Times pada Minggu (1/12) menulis, prioritas utama China dalam negosiasi perdagangan fase satu dengan Amerika Serikat adalah penghapusan tarif barang-barang China yang berlaku saat ini. Amerika Serikat saat ini tengah bersiap untuk mengenakan tarif tambahan 15% pada produk China senilai US$ 156 miliar pada 15 Desember mendatang.

Untuk berita dalam negeri, pada hari Senin ini (2/11), data terkait inflasi akan keluar. Konsensus pasar memperkirakan inflasi di bulan November 2019 sebesar 0,2% MoM dan 3,06% yoy. Sedangkan untuk inflasi inti sebesar 3,16% yoy. Bursa saham AS pada akhir pekan lalu (29/11) ditutup melemah. Dow Jones melemah sebesar -0,40%, S&P turun sebesar -0,40%, dan Nasdaq sebesar -0,46% Sementara bursa saham Eropa ditutup mixed cenderung melemah. FTSE turun sebesar -0,94%, dan Eurostoxx flat sebesar -0,024%. Untuk bursa saham Asia pagi ini (2/12) di buka positif. Nikkei menguat sebesar +0,76%, ASX sebesar +0,52%, dan Kospi sebesar +0,67%.

Pada perdagangan bursa Jumat pekan lalu (29/11), IHSG ditutup menguat ke level 6.011 atau +0,99%. Kami perkirakan IHSG akan kembali menguat didukung oleh positifnya bursa regional pagi ini dan berita positif global.

Facebook Comments