|TahunBaruMerana| Banjir Terparah Jakarta Songsong Tahun Baru 2020

0
227

Selamat Tahun Baru 2020,

& Waspada Banjir!

Semoga di Tahun Baru ini kita semua diberikan keberkahan dan semakin berprestasi membangun negeri ini,

Semoga sehat selalu, Amin

Semoga di tahun 2020 ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya …

Namun di awal tahun baru 2020 ini, kita semua dikejutkan oleh Banjir yang melanda Jabodetabek dan sebagian pulau Jawa, yang benar-benar sangat memprihatinkan.

Saya mendapat kabar pertama kali Banjir dari teman saya BR, pada Rabu, 1 Januari 2020, pukul 06.00 Wib yang tinggal di perumahan Persada Kemala – Jaka Sampurna – Bekasi, salah satu perumahan yang dibangun oleh pengembang anak usaha BUMN, dengan mengirim foto melalui WA dengan penampakan sebagai berikut:

Banjir di persada Kemala Jati bening Bekasi
Banjir di Perumahan Persada Kemala – Jatisampurna – Bekasi (Foto: Angga)

Menurut BR perumahan ini sudah menjadi langganan banjir tahunan ketika musim penghujan datang. Namun kondisi banjir saat ini merupakan kondisi terparah sepanjang perumahan tersebut ada pada tahun 1989 an. Dan sampai berita ini diturunkan di perum tersebut listrik masih padam. “Kasian deh guwe …”,  kata BR, sambil nyengir-nyengir kesal.

Ini baru berita banjir dari perumahan Persada Kemala – Jatibening Bekasi, bagaimana dengan kabar berita banjir tempat lain?

Jangan mengulangi kesalahan dengan MELUPAKAN masalah banjir saat musim hujan berlalu dan kembali berteriak-teriak saat musim hujan kembali tiba dan air kembali menggenang.

Dan sebenarnya tanda-tanda akan adanya Banjir Besar Jakarta sudah ada, yaitu datangnya musim kemarau yang panjang tidak seperti biasanya di setiap tahunnya, tapi mengapa kita tidak mempersiapkannya, ‘Sedia Payung Sebelum Hujan’.?!

Pada saat banjir melanda, mulai banyak teori-teori atau komentar-komentar tentang banjir muncul di media.

Semoga saudara-saudara kita yang terkena banjir segera mendapat bantuan dari pemerintah dan lainnya.

Foto2 lain banjir di perumahan Persada Kemala – Jaka Sampurna – Bekasi:

persada-kemala-banjir-1
Foto: Foto: Intan Kemala Sari/kumparan

persada-kemala-banjir-2

Berikut rangkuman info Banjir Jabodetabek dari hulu hingga hilir, dari awal tahun baru sampai hari ini:

banjir-jakarta

Memang kota Jakarta selain terkenal dengan Kota Termacet di dunia, Jakarta juga dijuluki Kota Banjir, yaitu kota yang sering terkena Banjir sepanjang masa DARI JAMAN BAHELA SAMPAI JAMAN SEKARANG.

Sampai-sampai ada sindiran untuk Kota Jakarta, “Nangani Kemacetan di Jakarta saja ga bisa, apalagi nangani Banjir Broer … ya ga”, ya juga sih.

Banjir Bogor —> Bahaya Banjir Jakarta

Menurut catatan cepagram.com Sejarah Banjir Jakarta yang diambil dari info berbagai media online sebagai berikut:

Jakarta tempo doeloe, yang masih bernama Batavia, sudah akrab dengan si BANJIR itu. Wajar saja sih, Jakarta merupakan wilayah dataran rendah seluas 650 km2. Ketinggian tanah di Jakarta diukur di titik nol Tanjung Priok dari pantai sampai ke kanal banjir berkisar antara 0-10 m di atas permukaan laut.

Sedangkan dari batas paling selatan wilayah DKI, kanal banjir berkisar antara 5-50 m di atas permukaanlaut. Daerah pantai merupakan daerah rawa atau daerah yang selalu tergenang air pada musim hujan. Di daerah bagian selatan kanal banjir terdapat perbukitan rendah dengan ketinggian antara 50 m sampai 75 m.

Hanya berselang dua tahun setelah Batavia dibangun lengkap dengan sistem kanalnya oleh Jan Pieters Z Coen, tahun 1621 kota ini mengalami banjir besar. Selain itu banjir-banjir kecil hampir setiap tahun terjadi di daerah pinggiran kota, ketika itu wilayah Batavia telah melebar hingga ke Glodok, Pejambon, Kali Besar, Gunung Sahari dan Kampung Tambora. Tercatat banjir besar terjadi antara lain pada tahun 1654, 1872, 1909 dan 1918.

Salah satu bencana banjir terparah terjadi pada bulan Februari 1918. Saat itu hampir sebagian besar wilayah terendam air. Daerah yang terparah adalah Gunung Sahari, Kampung Tambora, Suteng, Kampung Klenteng akibat jebolnya bendungan Kali Grogol.

Semakin kompleksnya banjir yang terjadi, penguasa Belanda kemudian membuat Kanal Banjir Barat pada tahun 1922. Namun, kanal ini ternyata tidak mampu menjadi solusi dan hingga Belanda hengkang dari Indonesia, pembangunan KBB belum tuntas.

Pada Januari 1932 lagi-lagi banjir besar melumpuhkan Kota Jakarta. Saat Indonesia telah merdeka, tercatat beberapa banjir besar terjadi di Jakarta, seperti pada tahun 1965, 1976, 1984, 1994, 1996, 1997, 1999, 2002, 2007 dan 2008.

Presiden Soekarno, di tahun-tahun terakhir kekuasaannya, membentuk Komando Proyek (Kopro) Banjir Jakarta, yang tugasnya memperbaiki kanal dan membangun enam waduk di sekitar Jakarta. Proyek itu dimulai setelah banjir menghantam Jakarta pada 1965. Dibuatlah Rencana Induk Jakarta 1965-1985 menyatakan banjir sebagai salah satu masalah utama Ibu Kota.

Hasilnya adalah pembangunan Waduk Setia Budi, Waduk Pluit, Waduk Tomang, Waduk Grogol. Normalisasi sungai-sungai juga dilakukan. Namun, waduk itu sebagian sudah hilang dan ada beberapa rencana pembangunan waduk yang belum terbangun hingga kini. Tahun 1984 pemerintah merencanakan pembangunan waduk di kawasan Depok namun tidak terealisasi hingga kini.

Banjir besar yang terjadi pada 17 januari tahun 2013 ini mestinya menjadi peringatan bagi pemerintah pusat dan pemimpin Jakarta untuk memfokuskan penanganan terhadap masalah banjir. Gubernur Jakarta Joko Widodo yang pada saat itu tentu saja tidak mampu menanggung beban warisan masalah ini sendirian, yang diteruskan oleh Gubernur Ahok dan Anis Baswedan.  Dibutuhkan kerjasama dengan berbagai kementerian terkait dan kepala daerah di hulu sungai Ciliwung.
sumber: kompas – Banjir Jakarta dari masa ke masa, Minggu, 27 Januari 2013 06:30, 

Banjir Jakarta akan terus berulang, sampai kapan?
Semoga menjadi Banjir Jakarta yang terakhir kalinya ya!

Berita Kepada Kawan – Ebiet G Ade

Untuk Kita Renungkan!
Hoo ..hooo …. Banjir Jakarta! 

cepagram.com

Facebook Comments