Tidak Sesuai Bestek, Jembatan Cibalagung-Kalimaya Ambruk | Pelajaran dari Risiko Konstruksi Jembatan

0
1233

Tidak Sesuai Bestek, Jembatan Cibalagung-Kalimaya Ambruk | Pelajaran dari Risiko Konstruksi Jembatan dan Asuransi

Tak Sesuai Bestek, Jembatan Cibalagung-Kalimaya Ambruk

 

Sesuai prakiraan sebelumnya, akhirnya Jembatan Cibalagung – Tangkil – Pasir Gede – Kalimaya, Cianjur, Jabar, tadi malam ambruk, diduga karena besi yang digunakan tidak sesuai bestek.

Pembangunan jembatan berbiaya Rp. 5, 8 milyar itu, dilaksanakan pemenang lelang penawar terendah CV Karya Utama. Ketika pelaksanaan pembangunan akhir tahun 2019 sempat dikritisi Koranpelita.com karena menggunakan batu kali hasil mungut dari aliran sungai setempat.

Di samping itu diduga menggunakan besi berkualitas rendah seperti besi bentangan yang tidak sesuai bestek. Sehingga dikhawatirkan tak bertahan lama. Juga pengerjaannya molor dan dilakukan perpanjangan waktu karena tidak selesai tepat waktu yang seharusnya selesai 29 Desember 2019.

Kala itu, Direktur CV Karya Utama, H. Danda, mengemukakan kepada Koranpelita.com, mengakui atas adanya kekhawatiran tidak selesai tepat waktu dan pihaknya sudah mengantisipasinya dan meminta perpanjangan waktu kepada Dinas PUPR Kabupaten Cianjur.

“Terjadinya keterlambatan, selain tidak langsung dikerjakan setelah memenangkan tender karena banyak proses yang dillalui juga dalam pengerjaan di lapangan, terutama pemasangan rangka besi diperlukan sinkronisasi, sehingga memerlukan waktu, juga karena faktor cuaca,” ungkapnya.

Namun soal besi berkualitas rendah Danda membantah, bahwa besi yang digunakan sesuai bestek dan bersertifikat. Kini jembatan yang masih dalam pengerjaan itu, ambruk.

Bencana ambruknya jembatan itu, pengamatan Koranpelita.com diduga dari dampak pemenangan lelang penawaran terendah. Sehingga pengerjaannya diduga asal-asalan demi keuntungan.

Terkait ambruknya jembatan ini, Direktur CV Karya Utama, H. Danda, belum berhasil dikonfirmasi Koranpelita. Com. (Man Suparman)

Analisis Risiko dan Asuransi

1. Kualitas Bahan Bangunan yang rendah

Penggunaan besi bentangan yang tidak berkualitas dan tidak sesuai bestek mempunyai potensi penyebab jembatan ambruk karena pembangunan dilakukan tidak sesuai dengan desain yang dibuat

2. Tidak sesuai bestek

Gambar Bestek dan Shop Drawing

Bestek berasal dari bahasa Belanda yang artinya adalah peraturan dan syarat-syarat pelaksanaan suatu pekerjaan bangunan atau proyek. Dalam arti luas, bestek adalah suatu peraturan yang mengikat, yang diuraikan sedemikian rupa, terinci, cukup jelas dan mudah dipahami. Artinya, jikalau sebuah konstruksi dianggap tidak sesuai bestek: pelaksanaan proyek tidak dikerjakan sesuai dengan rencananya.

Bagian-bagian bestek biasanya terdiri dari:

  1. Peraturan Umum.
  2. Peraturan Administrasi.
  3. Peraturan dan Teknis Pelaksanaan.

Pengertian Gambar Bestek

Gambar bestek adalah gambar lanjutan dari uraian gambar pra rencana, serta gambar detail dasar dengan skala yang lebih besar. Gambar bestek juga terdiri atas lampiran dari uraian syarat-syarat (bestek) pekerjaan.

Dalam pelaksanaan konstruksi bangunan sederhana, biasanya gambar bestek biterdiri dari:

  1. Gambar Situasi.
  2. Gambar Denah.
  3. Gambar Potongan.
  4. Gambar Rencana Atap.
  5. Gambar Detail Konstruksi.
  6. Gambar Pelengkap.

Bestek dan gambar bestek merupakan kunci pokok (tolok ukur) baik dalam menentukan kualitas dan scope of work maupun dalam menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) proyek.

Dengan adanya bestek dan gambar bestek, maka pemborong/kontraktor dapat membayangkan bentuk dan macam bangunan yang diingini oleh Pemberi Tugas dan bagaimana untuk melaksanakannya.

  1. Gambar Situasi

Gambar situasi adalah suatu gambar teknik yang melukiskan letak atau posisi bangunan pada arah daerah yang akan dibangun, lengkap memperlihatkan rencana halaman, pagar, jalan masuk dan saluran pembuangan air serta sempadan.Gambar situasi biasanya digambar dalam skala 1:200 atau 1:500.

Gambar Situasi

  1. Gambar Denah

Gambar denah adalah gambar suatu yang melukiskan tampak atas dari suatu bangunan setelah dipotong setinggi ±1m dari permukaan lantai. Dari gambar denah akan terlihat bentuk, batas, ukuran serta perlengkapan ruangan yang sifatnya permanen dan ada didalam bangunan tersebut. Karena dipotong ±1m dari permukaan lantai, maka lebar pintu/jendela akan terlihat dengan jelas, sedangkan bouvenlight dan bentuk atap tergambar dengan garis strip-strip. Pada gambar denah dicantumkan/diperlihatkan daerah pemotongan sebagai pedoman pembuatan gambar potongan.

Gambar Denah

  1. Gambar Potongan 

Gambar potongan adalah gambar yang bertujuan memperlihatkan keadaan serta bentuk konstruksi dari suatu bangunan sekaligus memperjelas ukurannya, mulai dari lantai, dasar pondasi, posisi serta elevasi pintu/jendela, ketinggian balok keliling, ketinggian bubungan atap dan lain-lain. Gambar potongan terdiri dari gambar potongan memanjang dan gambar potongan melintang. Penentuan gambar potongan diambil pada bagian yang membutuhkan kejelasan suatu konstruksi bangunan. Skala yang digunakan untuk menggambar gambar potongan adalah 1:100

Gambar Potongan 

  1. Gambar Rencana Atap

Gambar struktur adalah suatu gambar teknik berupa gambar rangka suatu konstruksi, seperti rangka beton, atap dan sebagainya. Tujuan gambar struktur, untuk memperjelas bentuk dan letak konstruksi yang sudah diperlihatkan pada gambar potongan, yang bisa membantu perencana dalam menghitung anggaran biaya bangunan dan membantu pelaksana dalam mewujudkan fisik bangunan dilapangan. Gambar struktur harus dilengkapi dengan informasi berupa nama serta ukuran yang lengkap dari konstruksi yang bersangkutan.

Gambar Rencana Atap

  1. Gambar Detail

Gambar ini menjelaskan bagian-bagian (detail) yang penting dan sulit dari suatu konstruksi (Misal: konstruksi kusen/pintu/jendela/kuda-kuda) atau bagian-bagian konstruksi yang bersifat arsitektonis. Gambar penjelasan harus dilengkapi dengan ukuran dan nama sehingga pelaksana dilapangan tidak menemukan kesulitan dalam mewujudkannya. Gambar penjelasan biasanya digambar dengan skala 1:5 sampai 1:20 atau sesuai dengan kebutuhan.

Gambar Detail Pondasi

  1. Gambar Pelengkap 

Gambar tampak adalah suatu gambar teknik yang memperlihatkan bagaimana bentuk luas suatu bangunan, penggambarannya menggunakan/mengikuti sistem proyeksi ortogonal, dimana satu bidang proyeksi hanya akan memperlihatkan satu sisi bangunan tersebut. Suatu gambar denah terdiri dari 4 gambar tampak yaitu: tampak muka, tampak samping kanan, tampak samping kiri dan tampak belakang. Gambar tampak tidak perlu dilengkapi dengan ukuran baik lebar, panjang maupun tinggi bangunan, tetapi harus digambar dengan semenarik mungkin lengkap dengan dekorasi sesuai dengan perencanaannya. Gambar tampak disebut juga gambar arsitektur, dan digambarkan dengan skala 1:100.

Gambar Pelengkap

  1. Shop Drawing 

Shop drawing atau gambar kerja adalah teknis lapangan yang dipakai untuk acuan pelaksanaan suatu pekerjaan. Gambar-gambar ini bersifat detail, dari gambar,penjelasan gambar,cop gambar,sampai ke keterangan dan notasi gambar. Shop drawing juga menjadi pedoman pelaksana atau pemborong dalam melaksanakan pekerjaan suatu proyek.

Gambar Shop Drawing

2. Asuransi Konstruksi

Asuransi Konstruksi di Indonesia menggunakan polis asuransi Contractor’s All Risks yang dibuat oleh Munich RE, perusahaan reasuransi terbesar dunia dari Jerman. Polis ini digunakan oleh hampir sebagian besar negara di dunia karena para ahli dan praktisi asuransi sering menyebutnya sebagai Court Proven Wording atau polis yang sudah melalui banyak kasus klaim asuransi konstruksi dunia dan menghasilkan keputusan yang fair.

Salah satu syarat risiko yang dijamin asuransi adalah kejadian harus bersifat sudden and unforeseen atau tiba-tiba dan tidak terduga. Atau dalam istilah lain adalah fortuitous event. Di dalam kamus Merriam Webster artinya adalah:

Legal Definition of fortuitous event: an event of natural or human origin that could not have been reasonably foreseen or expected and is out of the control of the persons concerned (as parties to a contract) :

  • force majeure
  • called also cas fortuit

Terjemahan bebasnya adalah:

Definisi Hukum dari kejadian kebetulan: suatu kejadian yang berasal dari alam atau manusia yang tidak dapat diramalkan atau diharapkan secara wajar dan berada di luar kendali orang yang bersangkutan (sebagai pihak dalam kontrak):

  • force majeure
  • disebut juga cas fortuit

3. Apakah konstruksi yang tidak sesuai bestek dijamin oleh polis asuransi?

Pelaksanaan kontruksi yang tidak sesuai bestek dapat dimaknai sebagai pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat dalam kontrak kerja. Sehingga secara sederhana dapat disimpulkan bahwa pekerjaan konstruksi sudah dapat diduga akan bermasalah. Jadi hal ini bertentangan dengan prinsip dasar asuransi yang menjamin risiko yang sudden and unforeseen.

Artinya: jika diputuskan oleh pihak yang berwenang bahwa sebuah konstruksi dikerjakan tidak sesuai dengan bestek, hal ini bukan menjadi obyek pertanggungan asuransi konstruksi yang ditutup sejak awal dan perusahaan asuransi yang menutup konstruksi ini tidak mempunyai justifikasi untuk menutup risiko ini.

Jadi apakah yang ditutup dalam asuransi konstruksi untuk pembangunan jembatan?

Beberapa pelatihan produk asuransi ini dilaksanakan oleh Cepa Jasa Indonesia, seperti misalnya:

One Day Workshop – Bridge Construction Risks and Insurance | Puri Denpasar, Senin – 16 Desember 2019

Penulis: Ir Russel Effandy, Dipl CII – CII Ambassador

 

Profil Penulis:

https://www.cii.co.uk/membership/international/goodwill-ambassadors/russel-effandy-biography/

 

Tulisan Penerjemah:

https://www.cii.co.uk/news-index/articles/risk-engineer-project-engineer/58893

Tulisan terkait:

https://cepagram.com/index.php/2019/10/29/major-risks-associated-dam-construction-risiko-utama-dalam-konstruksi-bendungan/

 

1800005_10203382730229394_1397177853_o

Februari 2014, di ADB Manila – FIlipina bersama ahli risiko Mary Jane V. David, ADB Senior Public Management Office dan perwakilan dari Swiss RE, AIR dan beberapa asuransi dari Hongkong, Vietnam, Thailand dan Filipina.

Facebook Comments