Riset Ekonomi Harian 18 Februari 2020

0
131
Corona Virus - Yang mengguncang ekonomi dunia

Berita Global

·      Virus corona belum reda, China pangkas suku bunga pinjaman jangka menengah. Bank Rakyat China (PBOC) mengatakan pihaknya menurunkan suku bunga pinjaman fasilitas jangka menengah (MLF) sebesar 200 miliar yuan atau setara US$ 28.65 miliar sebesar 10 basis poin (bps) menjadi 3,15% dari sebelumnya 3,25%. (Kontan)

·      Virus corona membuat Singapura pangkas proyeksi ekonomi 2020 jadi -0,5% sampai 1,5%. (Kontan)

Berita Domestik

·         Moody’s proyeksi PDB Indonesia tumbuh di bawah 5% tahun ini. Hal tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi global yang masih lemah dan tingkat permintaan China terhadap komoditas yang melesu sebagai dampak mewabahnya virus corona, (Kontan)

·         Neraca perdagangan di tahun ini, dibuka dengan catatan defisit yang terjadi di bulan Januari 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit di awal tahun ini sebesar US$ 0,86 miliar atau US$ 864 juta. nilai ekspor pada bulan Januari 2020 turun 7,16% secara bulanan atau bila dibandingkan dengan nilai ekspor di tahun sebelumnya, ini tercatat turun 3,71% mom. Sementara nilai impor terkoreksi 1,60% secara bulanan dan bila secara tahunan turun sebesar 4,78% yoy. (Kontan)

·         Penyebab defisit neraca dagang ini disebabkan oleh neraca minyak dan gas (migas) yang mengalami defisit US$ 1,18 miliar sementara neraca dagang non migas mengalami surplus kecil US$ 317 juta. (Kontan)

·         Sektor migas jadi biang kerok penurunan ekspor Indonesia bulan Januari 2020. Nilai ekspor Januari 2020 turun 3,71%. Ekspor migas turun 34,73%, sementara non migas turun lebih landai, yakni 0,69%. Penurunan harga minyak dunia menurunkan ekspor migas Indonesia. (Kontan)

Rupiah diperkirakan bergerak melemah terbatasDollar indeks diperkirakan bergerak menguat ke level 99.1-99,30 akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi Eropa dan Jepang. Kekhawatiran perlambatan ekonomi China akibat virus corona kemungkinan mendorong kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi mitra dagang China seperti Jepang dan Uni Eropa. Jerman dan Jepang dikhawatirkan akan mengalami resesi tahun ini yang mendorong naiknya dollar indeks. Rupiah kemungkinan mengalami pelemahan terbatas akibat defisit neraca perdagangan bulan Januari sebesar 864 juta dollar lebih besar daripada proyeksi konsensus sebesar 340 juta dollar. Pelemahan ekonomi China kemungkinan juga akan mulai terpapar ke neraca perdagangan Indonesia di bulan Februari yang kemungkinan akan menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Jelang lelang SUN hari ini rupiah kemungkinan melemah terbatas seiring arus modal masuk dari SUN yang akan menjaga pergerakan rupiah. Rupiah kemungkinan bergerak di level Rp13.640/USD-Rp 13.700/USD. – samuel sekuritas

Facebook Comments