Bursa Global Belum Stabil, IHSG Masih Rawan Terkoreksi

0
106

Highlights

·   Perbankan      : Kredit perbankan hanya tumbuh +5,5% yoy di Februari 2020

·   INCO                 : Tunda Divestasi 20% Saham

Bursa Global Belum Stabil, IHSG Masih Rawan Terkoreksi

Pada perdagangan semalam, bursa saham AS ditutup melemah. Dow -1,8%, S&P500 -1,6% dan Nasdaq -0,9%. Pelemahan terjadi di tengah terus bertambahnya kasus korona virus di AS. Saat ini sudah lebih dari 164 ribu kasus. Wabah tersebut diperkirakan akan membuat ekonomi AS terkontraksi di kuartal 1 2020, serta peningkatan angka pengangguran. Selain itu, sentimen negatif datang dari Indeks Keyakinan Konsumen AS yang pada bulan Maret turun ke level 120,0 dari bulan sebelumnya di level 132,6. Meski demikian, level tersebut lebih tinggi dari konsensus yang memprediksi Indeks Keyakinan Konsumen AS berada di level 110,0. Berita terbaru menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, memprediksi dalam 2 minggu ke depan wabah virus Korona akan semakin parah di AS.

Dari pasar komoditas, harga minyak dunia tertopang oleh kesepakatan yang tercipta antara AS dan Rusia yang setuju untuk menstabilkan pasar energi. Harga WTI terangkat 1,9% ke level USD20,5/barrel sedangkan harga Brent stabil di level USD22,7/barrel. Dari komoditas lain, harga Emas melemah 2,0% menjadi USD 1.588,6/troyounce. Turunnya harga emas terjadi di tengah positifnya data ekonomi China yang menjadi indikator pasar saham global dapat membaik.

Pada hari perdagangan pertama di kuartal kedua ini, kami memprediksi IHSG masih cenderung rawan terkoreksi dimana investor juga menanti stimulus-stimulus baru untuk menangkat ekonomi domestik setelah adanya wabah virus. Indeks Nikkei pagi ini dibuka turun -1,4% dan Kospi melemah -0,76%.

Facebook Comments