|Covid19| Curhat Pasien Covid-19 Dari Wisma Atlet

0
105
Wisma Atlet Kemayoran, RS Darurat Covid 19

Selamat pagi teman teman semua..

Saya M usia 33 tahun, saat ini sedang di isolasi di wisma atlet bersama suami saya, W, 35 tahun. Status suami adalah PDP,  bermula dari operasi gigi bungsu tgl 14 maret 2020.

Gigi bengkak dan sakit. Disertai demam. Kemudian sakit maag dan keluar bintik merah, tidak ada batuk, pilek atau sesak napas sampai hari ini.

Juga tidak ada riwayat ke LN selama 1 tahun belakangan ini. Tidak ada bertemu dengan orang dari LN selama 14 hari belakangan ini.

Namun demam tidak kunjung turun, tgl 20 maret 2020, atas rujukan dokter IGD dilakukan test darah dan rontgen, di paru paru ada flek dan kami melakukan self isolation.

Memindahkan anak kami dan orang tua ke rumah saudara. Tgl 23 maret karena bintik merah makin banyak, kembali ke RS dan melakukan ct scan.

Hasil ct scan menunjukan crazy paving, lalu dirujuk ke rumah sakit rujukan covid19 ditolak 2 kali, tidak ada RS yg mau menerima pasien dengan gejala viral (karena di curigai covid19) kecuali kamu sudah swab dan negative.

Akhirnya kami disuruh ke wisma atlet. Saya dengan status ODP tanpa gejala. boleh pulang, namun saya memutuskan untuk ikut isolasi karena mempertimbangkan kondisi tempat tinggal yg padat penduduk. Demi menjaga keselamatan seluruh masyarakat disekitar kami.

Hari ini tanggal 26 maret 2020.. hari ke 4 kami di isolasi. Saya agak sedih mendengar pemberitaan diluar yg menyudutkan pemerintah dan semua staf dokter dan suster serta semua tenaga kerja di sini.

Awalnya memang saya juga panik dan bingung, saya juga awalnya marah marah disini. Tapi saya kembali berdoa sama Tuhan (saya di dampingi oleh penatua gereja by WA dan telp) dan akhirnya bisa berpikir jernih.

Pemerintah sudah sangat membantu dengan mendirikan wisma atlet. Semua yg ada disini FREE.. yang masuk hari pertama seperti saya,  pasti mengalami kondisi kacau balau.. menurut saya WAJAR. karena sebuah tempat yg pada dasarnya bukan instalasi kesehatan. Dibuat menjadi tempat isolasi. Tidak mudah dan gampang.

Hari ke 3 sudah ada perkembangan yg signifikan. Selama disini kami dapat nasi kotak sehari 3 kali dan air minum. Dihari ke 3 dibagi termometer. Apabila demam diberi paracetamol dan vitamin C.

Tapi diingatkan untuk bawa barang barang dan obat obatan pribadi yah. Karena disini adalah isolasi mandiri. Ini yg kurang disosialisaikan oleh pihak RS.

Kami kesini dengan bayangan wisma atlet menyediakan infus dan obat. Padahal tidak ada. BUKAN TIDAK DIBAGI yah.. tapi memang belum masuk obat obatan. Tidak seperti yg di beritakan di luar bahwa pasien dibiarkan gak dikasi obat.

Actually mereka memang gak punya obatnya.. jadi tolong yg ada uang daripada nimbun masker dan yg lain. Uangnya buat bantu pemerintah aja.

Dihari ke 3, kita juga dibagiin snack isinya kue kue.

Hari ini hari ke 4, dikamar sudah didistribusikan dispenser dan aqua galon (merk AQUA 👏👏)

Btw, makanan disini enak lho, ada susu, ada buah, sayur, daging (kayak nasi kotak klo ikut seminar 😊)

Dari hari pertama, perkembangannya sudah pesat sekali..

Saya sedih sekali mendengar pemberitaan yg dikit dikit menyudutkan pemerintah dan menjelek-jelekan. Dari pengalaman disini saya melihat pemerintah sudah maksimal. Ada berita yg mengatakan “pemerintah tidak siap menghadapi COVID-19” yah keles.. siapa juga yg siap?? Kita negara dengan penduduk terbanyak no 4 di dunia (kalau gak salah yah). Dan pada susah di bilangin. Pada saat saya anter suami saya keliling cari RS tgl 23 Maret. Saya berhenti untuk ke toilet di daerah cideng. Penuuh.. orang pada lagi ngopi-ngopi cantik 😑

Trus pas kena covid19 marah ama pemerintah? Situ sehat? Saya sudah WFH dari tgl 16 Maret. Gak keluar.

Intinya masyarakat Indonesia yangg saya sayangi. STOP menjelek-jelekan pemerintah. Kasih bantuan yg berarti. Pemerintah sudah maksimal, kalau kitanya cuek gimana bisa?

Kalau yg bisa menyumbang, tolong sumbang. Jangan numpuk masker, gloves, hand sanitizer dirumah. Kalau yang gak bisa nyumbang apa apa. TOLONG DIEM DIEM DI RUMAH. Jangan kemana-mana, covid19 ini nyata dan benar benar bisa kena ke kamu.. iya KAMU..

Indonesia tuh negara kita bersama-sama. Kita tinggal, besar, cari makan di sini.. kalau kamu selamat dan ekonomi lumpuh gak ada gunanya juga kan 🙏🏻

Saya sedih banget, apalagi pas denger ibunda pak JOKOWi meninggal, turut berdukacita sedalam-dalamnya ya pak❤

Kemudian saya berdoa dan merenung, wisma atlet itu kalau dibandingin hotel bintang 5 dan rumah kita yah kalah jauh. Tapi kita disini demi keamanan dan keselamatan orang lain yg kita sayangi.. sabar dan semangat yah yg didalam sini 💪🏻.

Keluarganya yg diluar, jangan ojok-ojok’in di telpon, tanya kapan swab, nyuruh keluar aja dll.. justru harusnya ditenangin disini.. kita tuh udah stress didalam sini.. gak perlu pressure dari luar.. saya mengalami pas masuk disini tuh stress dan bingung, gak tau ngapain.. puji Tuhan ada yg bisa menenangkan, inget kembali ke Tuhan.. percaya sama pemerintah dan positive thinking aja.. Buat yg masih stay at home, terima kasih ❤🤗, buat yg masih kelayapan dan nongkrong, padahal gak penting banget tapi pergi pergi, dapat salam dari covid19..

Terakhir saya cuma mau bilang. Terima kasih kepada bapak Presiden Jokowi dan semua jajaran pemerintah, dokter dan suster, tidak lupa para aparat TNI dan POLRI yg berjaga di pintu masuk, yang sudah menenangkan saya pas saya nangis nangis sesenggukan kemaren, well for your information, Indonesia gak kalah keren kok dari luar negri ❤ oh iya, kalau ketemu semua petugas garis depan covid19 jangan marah marah yah.. kita memang panik, tapi mereka hanya menjalankan tugas mereka. Semangat Indonesia 💪 i love Indonesia ❤

Ayuk kita gotong royong.. sama sama bantu negara Indonesia keluar dari pandemic ini.. jangan malah ikut jelek-jelekin pemerintah yah.. 😊🙏🏻

Wisma Atlet,
26 Maret 2020

Tersebut diatas adalah curhat dari seseorang (noname) pasien di Wisma Atlet RS Darurat Corona yang dikutip dari Wa grup.

editor: lea

Facebook Comments