Neraca Perdagangan Maret Sinyal Ekonomi Tetap Tumbuh di Triwulan Pertama 2020

0
116

Neraca Perdagangan Maret Sinyal Ekonomi Tetap Tumbuh di Triwulan Pertama 2020

Surplus neraca perdagangan terbantu impor yang turun lebih cepat dari ekspor. Neraca perdagangan Maret tercatat sebesar 743 juta dollar AS, lebih tinggi dibandingkan konsensus sebesar 544 juta dollar AS, dan lebih rendah dibandingkan batas bawah proyeksi kami sebesar 1,5 miliar dollar AS. Surplus tersebut disebabkan oleh ekspor yang hanya turun 0,20% (yoy) atau 0,23% (mom) sementara impor turun 0,75% atau 15,60% (mom).

Ekspor pertanian dan industri yang masih tumbuh positif menopang surplus neraca perdagangan. Naiknya ekspor pertanian sebesar 17,82% (yoy) dan industri olahan sebesar 7,41% (yoy) adalah yang menopang terbatasnya penurunan ekspor di bulan Maret. Besi dan baja naik 182% (yoy) di bulan Maret sedangkan secara akumulatif ekspor lemak dan minyak hewan nabati (CPO) masih tumbuh 10,84% (ctc).

Impor belum terlalu terdampak Covid-19. Aktivitas impor juga terlihat belum terdampak signifikan terhadap Covid-19. Tercatat impor barang konsumsi masih tumbuh 10,6% (yoy) sedangkan impor bahan baku tumbuh 1,72% (yoy). Mesin perlengkapan elektrik dan barang plastik masih tumbuh masing-masing sebesar 164% (yoy)  dan 17,4% (yoy). Hal ini menjadi sinyal bahwa industri olahan Indonesia masih tumbuh positif di bulan Maret.

Neraca perdagangan kemungkinan defisit di bulan April. Dampak Covid-19 kami perkirakan akan signifikan mempengaruhi kinerja ekspor-impor di bulan April. Kami perkirakan neraca perdagangan akan defisit di bulan April dengan asumsi ekspor akan melanjutkan penurunan akibat semakin rendahnya harga komoditas ekspor serta impor yang juga turun akibat berlakunya PSBB di Indonesia.

Ekonomi triwulan pertama tetap tumbuh, volatilitas nilai tukar meningkat.  Dengan impor yang masih positif untuk bahan baku dan konsumsi, kami perkirakan ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh sektiar 3,5% di triwulan pertama 2020. Volatilitas nilai tukar kemungkinan akan meningkat seiring dengan adanya kemungkinan defisit neraca perdagangan bulan April. Oleh karena itu, BI akan tetap mempertahankan suku bunga di bulan Mei.

Facebook Comments