IHSG Masih Berpeluang Melemah

0
279

Highlights

·   PGAS                 : Gas Industri Turun, PGAS Minta Insentif

·   Oil and Gas     : Target Lifting Migas Dipangkas

·   ANTM               : Penjualan Naik 29,4%

·   KLBF                  : Memiliki lab swasta pertama layani PCR Covid-19

·   LPKR                  : Menyelesaikan Divestasi pada First REIT dan Menambah

  Kepemilikan SILO dan LPCK

IHSG Masih Berpeluang Melemah

Presiden Donald Trump telah mengumumkan pedoman baru pada Kamis (16/04) agar beberapa negara bagian AS dapat merelaksasi aksi social distancing yang tengah dilakukan untuk menahan penyebaran COVID-19. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kembali aktivitas ekonomi dan para pekerja secara luas. Adapun yang menjadi persyaratan fase pertama adalah angka kasus positif COVID-19 pada wilayah tersebut harus pada tren menurun, sementara keputusan untuk mencabut pembatasan social distancing akan diputuskan oleh gubernur negara bagian.

Perdagangan pasar saham AS ditutup menguat semalam, dengan S&P 500 naik +0.58%, Dow Jones naik +0.14% dan Nasdaq naik +1.66%, sementara 10Y US Treasury masih bergerak sideways di level 0.617%. Di pasar komoditas, minyak mentah Brent ditutup menguat +2.93% semalam, ke level USD 28.50 per barrel, sementara emas (Comex) melemah tipis -0.76% ke level USD 1,727.05 per troy oz. Rilis data ekonomi jobless claims AS sebesar 5.2 juta (prev: 6.6 juta; cons: 5.1 juta) turun dari minggu lalu meski masih diatas consensus. Akhir pekan ini juga terdapat rilis data ekonomi GDP Growth China Q1 YoY dengan konsensus -6.5% yoy (prev: +6% yoy).

Perdagangan IHSG kemarin ditutup turun -3.14% ke level 4,480.6 dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1.18 triliun. IHSG mencatatkan pelemahan -3.16% secara weekly basis menyusul minggu pertama penerapan PSBB di Jakarta. Pagi ini Kospi diperdagangkan positif +2.40%, sementara itu kami melihat IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan di akhir pekan ini.

Facebook Comments