Merespon Peraturan Baru, IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas; World fears second wave of infections

0
122

Highlights

·   MIKA            : Laba 1Q20 tumbuh +8,6% yoy

·   Perbankan   : 15 bank dengan aset terbesar akan menjadi bank peserta yang berfungsi menjadi penyangga dana likuiditas

Merespon Peraturan Baru, IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas

Semalam bursa AS ditutup variatif Dow Jones -0.45%, S&P +0.01% dan Nasdaq +0.78%. Sentimen pelonggaran lockdown masih memberikan efek, namun disatu sisi adanya kekhawatiran tentang second wave outbreak.

Dari Asia, perdagangan kemarin bursa ditutup bervariasi: Nikkei +1.05%, Hang Seng +1.53%, Kospi -0.5% dan STI +0.75%.  IHSG ditutup menguat +0.9% ke level 4,639.1 ditengah net sell asing mencapai Rp227.6 miliar di pasar reguler. Rupiah ditutup menguat ke level Rp 14,895/USD per akhir April lalu. Indeks EIDO  kemarin ditutup menguat +0.43% ke level 16.47

Dari dalam negeri, hari ini akan ada  rilis data penjualan ritel bulan Mar-20. Perkiraan pertumbuhan ritel bulan Maret akan turun lebih dalam mencapai -5.2% semenjak diberlakukan aturan social distancing. Pertumbuhan ritel Indonesia telah menunjukkan angka negatif sejak akhir tahun lalu, yaitu : Desember -0.5%, Januari -0.3% dan Februari -0.8%.

Masih dari dalam negeri, pemerintah mengeluarkan PP no.23 tahun 2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN) yang merupakan serangkaian upaya pemulihan ekonomi nasional dari pandemi. Salah satu diantaranya pemerintah menyuntikkan likuiditas pada perbankan agar dapat mendorong menyalurkan kredit. Selain itu dari sektor pertambangan, DPR mengesahan RUU Minerba sehingga akan memberi  jaminan perpanjangan kontrak/perjanjian.

Pagi ini Indeks Nikkei dibuka dan diperdagangkan di zona negatif -0.14% demikian juga dengan Indeks Kospi -0.5%. Dari pasar komoditas, harga minyak Brent menguat +0.24% ke level USD 29.87 per barel. Harga emas turun -0.15% ke level USD 1,695.4. Kami proyeksi IHSG dapat melanjutkan penguatan namun cenderung terbatas.

Facebook Comments