|EkonomiPagi| Rupiah Berpotensi Menguat. BI Kemungkinan Kembali Pangkas Tingkat Suku Bunga

0
62

Berita Global

·        Continuing Jobless Claims Amerika Serikat (AS) diprediksikan akan turun menjadi 15,898 juta dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang sebesar 16,107 juta penduduk.

·        Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn memberitahukan kepada televise ZDF bahwa akan ada vaksin virus korona dalam beberapa bulan kedepan di tahun 2020.  Namun Jens belum tahu tanggal kepastian dirilisnya vaksin tersebut. (Kontan)

Berita Domestik

·        Bank Indonesia (BI) berpendapat bahwa defisit transaksi atau current account deficit (CAD) di kuartal II-2020 akan di bawah 1,5% PDB. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, nilai CAD yang rendah terjadi karena adanya kenaikan nilai neraca perdagangan serta penurunan transaksi impor. Namun penurunan impor terjadi karena perindustrian Indonesia yang belum bergerak dikarenakan Covid-19. (Kontan)

·        Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan pembahasan RUU Cipta Kerja sudah mencapai 75%. RUU Cipta Kerja memiliki tujuan untuk mewujudkan ketahanan ekonomi serta memulihkan perekonomian di Indonesia. Penerapan RUU Cipta Kerja diharapkan akan mendorong Indonesia Maju di tahun 2045 untuk masuk ke 5 besar ekonomi terbesar di dunia. (Kontan)

·        Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp 89,2 triliun sejak Januari 31 hingga 31 Juli 2020. KUR tersebut disalurkan kepada 2,67 juta debitur. Namun penyaluran dana tersebut baru meraih 46,94% dari total penyaluran Rp 190 triliun. Covid-19 adalah faktor utama yang membuat penyaluran KUR tersendat. (Kontan)

Rupiah berpotensi menguat. BI kemungkinan kembali memangkas tingkat suku bunga. Dollar index yang mengalami pelemahan 0,18% kemarin malam ke level 93,2 kemungkinan akan membantu penguatan rupiah hari ini. Rupiah yang relatif stabil di level Rp 14.700/USD serta deflasi yang terjadi di bulan Juli sebesar 0,1% (mom) kemungkinan akan mendorong BI untuk memangkas tingkat suku bunga kembali pada RDG BI tanggal 18-19 Agustus 2018. Defisit transaksi neraca berjalan yang diperkirakan BI akan mengalami penurunan di triwulan ketiga juga menjadi katalis positif bagi pergerakan rupiah.  Rupiah diprediksikan akan menguat ke level Rp 14.700/USD.
By: Samuel Sekuritas

Facebook Comments