Saturday, June 22, 2024
Google search engine
HomeAsuransiKebakaran Gudang Kabel Serat Optik di Depok, Api Merambat ke Sekolah dan...

Kebakaran Gudang Kabel Serat Optik di Depok, Api Merambat ke Sekolah dan Rumah Warga

Kebakaran Gudang Kabel Serat Optik di Depok, Api Merambat ke Sekolah dan Rumah Warga

Minggu, 15 Oktober 2023 07:53 WIB

Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

TEMPO.CODepok – Kebakaran menimpa gudang kabel serat optik dekat Komplek DDN, kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. Depok, Sabtu. Damkar Depok kerahkan 50 personel dan 12 BKO Bekasi.

Kepala Seksi Penyelamatan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Tesi Haryati mengatakan laporan diterima pukul 13.40.

“Kita tanya pada saksi awal itu 13.30. Kondisinya tiga orang pekerja sedang keluar masuk, mereka memang sedang mobilisasi di lokasi kejadian,” kata Tesi di Depok pada Sabtu, 14 Oktober 2023.

Dugaan sementara, api disebabkan karena bara dari rokok. Anggota Damkar melihat ada puntung rokok dan api berasal dari tengah TKP bukan dari listrik.

“Ini kondisinya tidak ada bangunan, ini seperti gudang terbuka Jadi kami menduganya  seperti itu dan memang diperkuat oleh petugas keamanan di sini. Mereka sering memobilisasi kerja, tapi sambil merokok, seperti itu,” paparnya.

Menurut laporan Damkar, titik yang terbakar adalah gudang milik PT. Fiber Media Indonesia. Damkar mengalami hambatan dalam pemadaman karena kabel yang terbakar terbuat dari fiber optik.

“Jadi itu bisa menyala lagi karena fiber itu ngumpul di bawah, panas meleleh ngumpul di bawah dan itu api lagi. Ini kita urai pakai galah tidak bisa, karena sudah lengket,” katanya.

Akibatnya api sulit dipadamkan. Walaupun ada sumber air statis di lokasi kebakaran dengan menggunakan air danau, kebakaran itu sulit dipadamkan karena material fiber optik sangat banyak. “Jadi kita coba mengurai satu per satu pakai alat di beberapa titik,” ujarnya.

Api juga merambat ke sekolah di belakang lokasi gudang kabel serat optik itu. “Sudah kita blokir, tapi satu rumah belum bisa diselamatkan, berisi 9 orang dan harta bendanya tidak bisa diselamatkan, rumahnya habis cuma tidak ada korban jiwa,” kata Tesi.

Untuk membantu pemadaman, Damkar Depok menerjunkan 8 unit armada dan BKO dari Damkar Bekasi 2 unit. “Total dari Damkar Depok ada 50 personel dan untuk dari Bekasi ada 12 orang.”

Dia bersyukur di dekat lokasi kebakaran itu terdapat sumber air tetap atau dari danau Buperta yang bisa digunakan untuk pemadaman. “Di beberapa titik sudah pendinginan, seperti tadi di dekat sekolah terus di rumah itu sudah pendinginan,” ucap Tesi.

 

Kebakaran Gudang Kabel Telkom di Cibubur Diduga karena Puntung Rokok

Penulis: Achmad Fauzi | Editor: CAH
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 22:01 WIB

Kebakaran gudang kabel di Cibubur. 

Kebakaran gudang kabel di Cibubur.  (Beritasatu.com / Achmad Fauzi)

 

Depok, Beritasatu.com – Kebakaran yang terjadi di gudang penyimpanan kabel Telkom di Jalan Alternatif Cibubur, Tapos, Depok diduga karena puntung rokok. Dugaan tersebut diketahui karena api berasal dari area tengah lokasi kejadian.

Kasie Penyelamatan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tesi Haryati mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 13.40 WIB. Sedangkan peristiwa diketahui pukul 13.30 WIB.

“Kondisinya tiga orang pekerja sedang keluar masuk. Mereka memang sedang mobilisasi di lokasi kejadian. Dugaan sementara kami melihat itu ada puntung rokok, karena api berasal dari tengah TKP, bukan dari listrik,” katanya, Sabtu (14/10/2023).

Dugaan itu juga diperkuat dari penuturan satpam gudang. Selain itu Tesi menuturkan, area yang terbakar adalah area terbuka dan bukan bangunan.

“Ini kondisinya tidak ada bangunan, ini seperti gudang terbuka. Jadi kami menduganya sama seperti itu, dan memang diperkuat oleh keamanan yang ada di sini. Mereka (pekerja) sering memobilisasi kerja tetapi sambil merokok,” ujarnya.

Lokasi yang terbakar adalah gudang milik PT Fiber Media Indonesia. Pihaknya mengalami kesulitan memadamkan api karena material yang terbakar kabel yang terbuat dari fiber. Hal itu membuat api bisa menyala lagi karena fiber yang meleleh mengumpul di bawah dan itu memicu api muncul kembali.

“Kita urai pakai ganco enggak bisa karena sudah lengket. Nah ini kenapa masih lama dari jam 13.00 WIB sampai sekarang belum selesai, karena seperti itu kondisinya. Walaupun di sana ada sumber air statis, kita sudah pakai danau tetapi karena material dari fiber ini sangat banyak jadi kita coba untuk mengurai satu persatu,” ungkapnya.

Untuk memadamkan api, petugas menggunakan alat bernama jet di beberapa titik. Kendala lain yang dihadapi karena lokasi bersebelahan dengan sekolah yang berpotensi terjadi perambatan. “Cuma sudah kita blokir tadi oleh anggota kami,” ujarnya.

Satu rumah ludes dalam kebakaran tersebut. Rumah tersebut dihuni sembilan orang.

“Terisi ada 9 orang. Harta bendanya tidak bisa diselamatkan, rumahnya habis cuma tidak ada korban jiwa,” katanya.

Armada yang dikerahkan sebanyak delapan unit dari DPKP Depok. Pihaknya juga mendapat bantuan dua armada dari Kranggan Bekasi. Total persone sebanyak 50 orang dari Depok dan 12 orang dari Bekasi.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan pemadaman di lokasi. Di beberapa titik sudah dilakukan pendinginan. Air yang digunakan dari Danau Buperta.

 

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments