Sunday, July 21, 2024
Google search engine
HomeAsuransiConfusing Risk for Loss - Risiko Kerugian yang Membingungkan

Confusing Risk for Loss – Risiko Kerugian yang Membingungkan

Confusing Risk for Loss

Dave Ingram

ERM Advisor, Society of Actuaries Board member (2021 – 2024)

 

However, when answering these questions, be aware that sometimes folks have started to use the word RISK when they should be using the word LOSS. One person recently was talking about their risk management program and went so far as to say “realization of the negative potential of a risk” when they meant LOSS.

In risk management programs, when asked for a RISK tolerance, the only thing that folks can think of is often a LOSS tolerance. That can work in some situations. But in many cases, the certainty that is usually implied by a LOSS tolerance is much too expensive.

  • No LOSSes above $10 million is a LOSS tolerance statement
  • No situations where the likelihood of a LOSS over $10 million exceeds 95% is a RISK tolerance statement

RISK management techniques are meant to apply to identify and affect tendencies. In his book “Stress Test: Reflections on Financial Crises,” Timothy Gethier quotes Robert Rubin as saying “you can’t judge a decision by how it turns out, only whether it made sense given the information available at the time.” And that is another aspect of what it means to focus on LOSS instead of RISK.

When you focus on LOSS, you are making a determination based on the after-the-fact situation. A decision that made perfect sense at the time it was made can look much worse when you find out that it had an adverse outcome (what I mean is a LOSS).

But if you can religiously focus your RISK management program on making the best decisions with the information available at the time, the future will look different than the past. That is because the past has LOSSes, the future only has RISKs.

 

Terjemahan bebas:

 

Risiko Kerugian yang Membingungkan

Namun saat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, perlu diketahui bahwa terkadang orang sudah mulai menggunakan kata RISIKO padahal seharusnya mereka menggunakan kata KERUGIAN. Seseorang baru-baru ini berbicara tentang program manajemen risiko mereka dan bahkan mengatakan “realisasi potensi negatif dari suatu risiko” padahal yang mereka maksud adalah KERUGIAN.

Dalam program manajemen risiko, ketika ditanya mengenai toleransi RISIKO, satu-satunya hal yang terpikirkan oleh orang-orang adalah toleransi KERUGIAN. Itu bisa berhasil dalam beberapa situasi. Namun dalam banyak kasus, kepastian yang biasanya tersirat dalam toleransi KERUGIAN terlalu mahal.

  • Tidak ada KERUGIAN di atas $10 juta adalah pernyataan toleransi KERUGIAN
  • Tidak ada situasi dimana kemungkinan KERUGIAN lebih dari $10 juta melebihi 95% yang merupakan pernyataan toleransi RISIKO

Teknik manajemen RISIKO dimaksudkan untuk diterapkan untuk mengidentifikasi dan mempengaruhi kecenderungan. Dalam bukunya “Stress Test: Reflections on Financial Crises,” Timothy Gethier mengutip pernyataan Robert Rubin, “Anda tidak dapat menilai suatu keputusan berdasarkan hasilnya, hanya apakah keputusan tersebut masuk akal berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu.” Dan itu adalah aspek lain dari fokus pada KERUGIAN dan bukan RISIKO.

Saat Anda fokus pada KERUGIAN, Anda membuat keputusan berdasarkan situasi setelah kejadian. Sebuah keputusan yang masuk akal pada saat dibuat dapat terlihat jauh lebih buruk ketika Anda mengetahui bahwa keputusan tersebut memiliki hasil yang merugikan (yang saya maksud adalah KERUGIAN).

Namun jika Anda dapat dengan sungguh-sungguh memfokuskan program manajemen RISIKO Anda untuk mengambil keputusan terbaik berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, masa depan akan terlihat berbeda dibandingkan masa lalu. Itu karena masa lalu ada KERUGIAN, masa depan hanya ada RISIKO.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments