Tuesday, July 16, 2024
Google search engine
HomeAsuransiKA Pandalungan Anjlok di Sidoarjo: Kronologi dan Penyebab Kereta Anjlok di Tanggulangin

KA Pandalungan Anjlok di Sidoarjo: Kronologi dan Penyebab Kereta Anjlok di Tanggulangin

KA Pandalungan Anjlok di Sidoarjo: Kronologi dan Penyebab Kereta Anjlok di Tanggulangin

1 MIN READ

Pada hari Minggu, 14 Januari 2024, sebuah insiden kereta api terjadi di Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

KA Pandalungan, yang beroperasi di rute Gambir-Jember, anjlok dari rel sekitar pukul 07.57 WIB.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan permohonan maaf.

Dia mengatakan bahwa jalur kereta api untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut.

PT KAI Daop 8 Surabaya saat ini sedang berusaha mengevakuasi rangkaian KA Pandalungan dan melakukan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan.

Penyebab anjloknya KA Pandalungan masih dalam penyelidikan. Namun, Luqman memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sejumlah perjalanan kereta api lainnya terdampak akibat insiden ini.

Sebagai bentuk kompensasi atas keterlambatan kedatangan KA kepada pelanggan, KAI memberikan kompensasi berupa minuman, makan ringan, dan makanan berat.

Bagi penumpang yang ingin melakukan pembatalan perjalanan yang terdampak, KAI juga memberikan pengembalian dana (refund) sebesar 100 persen.KAI menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut.

“Kami dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya evakuasi dan normalisasi jalur agar perjalanan kembali lancar,” imbuh Luqman.

 

 

KAI Masih Mendalami Penyebab Anjloknya Lokomotif KA Pandalungan di Tanggulangin

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan

Para petugas berupaya mengevakuasi lokomotif Kereta Api (KA) Pandalungan yang anjlok dari relnya di Tanggulangin, Sidoarjo pada Minggu (14/1/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

 

 

PT. Kereta Api Indonesia (KAI) masih mendalami secara menyeluruh penyebab lokomotif Kereta Api (KA) Pandalungan yang anjlok dari relnya di Tanggulangin, Sidoarjo pada Minggu (14/1/2024).

“Kita tunggu saja. Segala proses penyebab kejadian kecelakaan kereta anjlok ini masih akan dilakukan penelitian oleh pihak terkait,” kata Luqman Arif Manajer Humas KAI Daop 8 di Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo.

Ia mengatakan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga turut turun melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dari anjloknya kereta dari rel tersebut.

“Semua faktor nanti akan diungkap, nanti akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh,” imbuh Luqman.

Sementara untuk evakuasi sudah dilakukan sejak setelah terjadinya kecelakaan. Dalam prosesnya PT KAI juga telah berupaya mempercepat proses evakuasi dengan mendatangkan tim penolong dari Malang hingga Solo, baik untuk tim petugas maupun peralatannya.

“Berbagai daya dan upaya kami kerahkan untuk mempercepat hal tersebut. Semoga dimudahkan dan minta doa juga para masyarakat segala proses evakuasi dan juga normalisasi jalur kereta api yang rusak akibat kejadian itu bisa secepatnya berakhir atau selesai. Sehingga jalur kereta api ini bisa kembali dilewati,” kata Luqman.

Garis pembatas dipasang untuk memaksimalkan proses evakuasi lokomotif Kereta Api (KA) Pandalungan yang anjlok dari relnya di Tanggulangin, Sidoarjo pada Minggu (14/1/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sementara Zuhril Alim Deputi Daop 8 Surabaya menyebut, penyebab kecelakaan anjloknya lokomotif KA Pandalungan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Karena menurutnya, ada banyak faktor dari kecelakaan kereta api, mulai dari faktor alam, faktor teknis hingga faktor non teknis. “Jadi kami tidak bisa mendahului itu,” katanya.

Sedangkan Nurhadi Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Surabaya memastikan tak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna kereta api yang perjalanannya terganggu akibat kejadian ini, kami berusaha secepat mungkin menormalisasi jalur ini sehingga bisa dilalui,” pungkasnya. (ris/saf/ham)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments