Cement sector – October sales up 8% mom with weaker prices

0
238
Semen Indonesia

Cement sector – Neutral (Maintain)

October sales up 8% mom with weaker prices

Penjualan semen Oktober naik 8% mom didorong pertumbuhan konsumsi di Sulawesi dan Sumatera. INTP berhasil menaikkan pangsa pasar di kedua wilayah tersebut. Namun, pertumbuhan konsumsi yang masih lebih rendah daripada penambahan kapasitas, menekan harga jual semen. Harga jual Oktober SMGR turun 2% mom akibat kondisi oversupply tersebut. Mempertahankan Neutral untuk saat ini.

Penjualan semen Oktober meningkat 8% mom, 10M16 tumbuh 2% yoy. Penjualan semen Indonesia bulan Oktober naik 8% mom dengan peningkatan penjualan di SMGR sebesar 5% mom dan INTP 8% mom. Hingga Oktober, penjualan nasional tumbuh 2% yoy menjadi 52,1 juta ton, seiring dengan peningkatan penjualan SMGR sebesar 2% yoy, sementara INTP mencatat penurunan sebesar 2% yoy.

Sulawesi dan Sumatera tumbuh 17% mom dan 15% mom. Penjualan semen di Sulawesi dan Sumatera mencatat pertumbuhan signifikan, masing-masing sebesar 17% mom dan 15% mom. Namun total keduanya hanya merepresentasikan 32% dari total penjualan. Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar dengan share 52%, dengan SMGR menjadi penyuplai terbesar, 43% . Penjualan SMGR di Sulawesi naik 2% mom, di Sumatera 11% mom dan di Jawa 4% mom. INTP mencatat lonjakan permintaan di kedua wilayah tersebut, masing-masing sebesar 39% mom dan 28% mom dan meningkatkan pangsa pasar mereka di Sulawesi dan Sumatera menjadi 13% (Sept: 11%) dan 11% (Sept: 10%).

Penjualan Oktober SMGR tumbuh 5% mom, sementara INTP tumbuh 8% mom. SMGR mencatat pertumbuhan penjualan semen di Oktober sebesar 5% mom menjadi sebesar 2,5 juta ton, sementara INTP tumbuh 8% menjadi sebesar 1,5 juta ton. Di 10M16, SMGR mencatat penjualan semen tumbuh 2% yoy sementara INTP turun 2% yoy.

Tingkat utilisasi nasional yang lebih rendah akibat tambahan kapasitas. Meskipun mencatat pertumbuhan volume penjualan, kondisi oversupply  masih membayangi industri semen. Tingkat utilisasi semen di 10M16 hanya sebesar 69% (10M15: 73%) akibat tambahan kapasitas sebesar 5 juta ton.

Prospek oversupply masih menggantung. Harga jual SMGR turun 2% mom dan 8% yoy. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menargetkan pertumbuhan konsumsi semen sebesar 3-4% yoy untuk tahun ini, naik sekitar 2,5 juta ton, jauh dibawah penambahan kapasitas  menyebabkan perusahaan semen bersaing harga untuk mempertahankan pangsa pasar. Di bulan Oktober, harga jual SMGR turun 2% mom dan 8% yoy menjadi Rp 768 ribu/ton. Meski pelaku industri optimis penjualan semen akan didorong dari sektor infrastruktur di tahun depan, namun kami melihat kondisi oversupply masih berlanjut, mengingat penjualan semen terbesar adalah ke pasar properti (69%) dibanding infrastruktur (14%).

Mempertahankan Neutral. Kami masih mempertahankan view Neutral seiring dengan pertumbuhan penjualan semen yang meningkat konsisten di sisa tahun 2016. Rata-rata marjin ROE Indonesia yang atraktif (16% vs regional 10%), berpotensi menjadi daya tarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia dan menambah ketat persaingan usaha. Rata-rata P/E pelaku industri saat ini sebesar 12x, lebih rendah dari rata-rata P/E regional yang sebesar 21x.

Arandi Ariantara

Senior Research Analyst
PT Samuel Sekuritas Indonesia

Facebook Comments