Klasifikasi Paket Pekerjaan Menurut Permen PUPR No. 31/2015

0
960

Klasifikasi Baru Paket Pekerjaan Versi Permen PU 31/2015

Dari beberapa perubahan yang disosialisasikan yang sangat menarik bagi saya adalah tentang batasan kualifikasi penyedia yang dapat melaksanakan paket pekerjaan. Jika Perpres 54/2010 sebagaimana diubah dengan Perpres 4/2015 hanya mengenal batasan paket pekerjaan berupa kecil/non kecil maka Permenpu 31/2015 menegaskan batasan yang sudah mulai diperkenalkan pada Permen PU 7/2013.

klasifikasi-paket-pekerjaanPenegasan ini kemudian berdampak pada perubahan zonasi paket pekerjaan berdasarkan nilai paket. Untuk kriteria kompleksitas baru diterapkan pada paket 2,5 s/d 50 M sebagaimana ditetapkan oleh Pejabat Esselon I terkait.
tabel-klasifikasi-paket-pekerjaan-1111Tentu akan terjadi pro dan kontra atas kebijakan ini. Namun demikian jika perubahan ini diterapkan dapat dipastikan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi di bidang pekerjaan umum dilaksanakan sesuai dengan Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi sebagaimana amanat Permen PU 31/2015. Artinya sebagai hukum positif inilah yang akan dipegang dan diberlakukan dengan segala konsekwensinya.

Berupaya berpikir positif, jika kembali membuka UU 18/1999, perubahan ini tampaknya sebagai evaluasi dari pencapaian tujuan Pasal 12 ayat 1 bahwa Usaha jasa konstruksi dikembangkan untuk mewujudkan struktur usaha yang kokoh dan efisien melalui kemitraan yang sinergis antara usaha yang besar, menengah, dan kecil serta antara usaha yang bersifat umum, spesialis, dan keterampilan tertentu.

Dalam pemikiran saya kemungkinan ada indikator tersendiri semisal kondisi jumlah kualifikasi usaha menengah dan besar konstruksi yang tidak bertumbuh secara signifikan. Sementara itu kualifikasi usaha kecil konstruksi bertambah setiap saat. Piramida kekuatan perekonomian tentu akan lebih kokoh jika usaha kecil, usaha menengah dan besar bertambah dan bertumbuh secara proporsional. Seperti yang tergambar dalam kutipan Rencana Strategis (Renstra) Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum 2010 –2014 berikut:

tabel-klasifikasi3

Terlepas dari itu ide kebijakan baru ini tentu akan berdampak pada teknis pelaksanaan baik dari sisi penyedia maupun juga dari sisi pelaksana pengadaan. Disisi lain pada aplikasi SPSE harus dilakukan penyesuaian terkait pengklasifikasian paket khusus untuk Jasa Konstruksi. Semula pada aplikasi hanya tersedia Perusahaan kecil, Perusahaan Non Kecil dan Perusahaan Kecil/Non Kecil menjadi Perusahaan Kecil, Perusahaan Menengah dan Perusahaan Besar.

Demikian sekedar informasi tanpa ada kesimpulan apapun dengan tujuan sekedar membuka diskusi dan tanggapan atas rencana terbitnya Permenpu 31/2015. Semoga kebijakan ini berdampak positif. Paparan lengkap dapat didownload pada menu download folder PU Konstruksi (Sosialisasi Permenpu 31.2015.pdf). samsulramli.com

astekindo-banner-1
Editor: ASTEKINDO

 

Facebook Comments