Riset Ekonomi Pagi Ini – IHSG Berpeluang Menguat

0
231
Munas Gatensi I, Senin, 10 Juli 2017, Grand Dhika Hotel - Jakarta. Kika: Yusit Thoyib (Dirjen Bina Kontruksi KementerianPUPR), Iskandar Hartawi (Ketum Gapensi) & Bambang Rahmadi (Ketum Gatensi)

Riset Harian

Berita Global

·         Inflasi Tiongkok stabil di 1,5% YoY di Jun17. (Bloomberg)

·         Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson tiba di Kuwait. Kedatangannya untuk mendekati mediator kunci dalam perundingan antara Qatar. (Investor Daily)

Berita Domestik

·         Gubernur BI memerkirakan defisit transaksi berjalan di 2Q17 naik ke kisaran 2% terhadap PDB dari sebelumnya yang 0,99%. (Antara)

·         Kalangan DPR mewacanakan pelonggaran batas defisit anggaran yang saat ini maksimal 3% terhadap PDB. (Kontan)

·         DPR dan pemerintah menyepakati asumsi makro dalam RAPBNP 2017: pertumbuhan ekonomi naik 0,1% ke 5,2% YoY, inflasi naik dari 0,3% ke 4,3% YoY, nilai tukar rupiah lebih lemah 100 menjadi 13.400, Suku bunga SPN3m turun 0,1% ke 5,2%.(Antara)

·         Bappenas mengatakan pemerintah tidak akan memberatkan APBN dalam merealisasikan pemindahan ibu kotanegara. (Detik)

·         Survei Kegiatan Dunia Usaha BI mengindikasikan kegiatan usaha pada 2Q17 tumbuh lebih tinggi. Saldo Bersih Tertimbang pada 2Q17 yang sebesar 17,36%, lebih tinggi dibandingkan dengan 4,80% pada 1Q17. (Investor Daily)

·         Kementerian ESDM menjadwalkan negosiasi dengan PT Freeport Indonesia selesai akhir Jul17. (Kontan)

·         Mantan Menteri BUMN, Laksamana Sukardi, tidak menghadiri pemeriksaan terkait kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas BLBI(Kompas)

Yen masih melemah, yield global mulai turun. Komitmen BoJ untuk menambah stimulus, tidak hanya memperlemah yen tetapi juga meredakan tekanan naik yield obligasi global. Walaupun dollar index tetap kuat, kurs lain yang pasar obligasinya sempat tertekan sepanjang minggu lalu, mulai terlihat menguat. Penguatan dollar index juga mulai terbatas, dengan ekspektasi rilis data inflasi AS minggu ini yang cukup pesimistis.

Yield SUN mulai turun, depresiasi rupiah melunak. Rupiah mulai stabil dengan kecenderungan menguat, sejalan dengan pelemahan dollar di Asia pada perdagangan Senin. Yield SUN juga terlihat mulai turun setelah sebelumnya naik signifikan. Tetapi penguatan rupiah bisa tertahan dengan pemerintah yang memperlemah asumsi nilai tukar menjadi 13.400 untuk 2017.Consumer confidence index ditunggu hari ini, diperkirakan turun tipis. – 

IHSG Berpeluang Menguat

Bursa AS dan bursa Eropa pada perdagangan Senin kemarin ditutup menguat, seiring dengan ekspektasi para pelaku pasar yang mulai optimis mengenai pertumbuhan ekonomi global yang mulai naik pada 2Q17 ini dan  kinerja keuangan para emiten yang lebih baik. Rilis data ketenagakerjaan di AS yang diluar ekspektasi pasar masih menjadi penggerak mayoritas bursa global, di mana rilis data tersebut memberikan kepercayaan diri bagi investor mengenai pertumbuhan global. Harga minyak WTI juga rebound dan ditutup pada level 44.6 dolar AS/barrel.  

Sementara itu, pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi ke level 5771.51 (-0.74%) di tengah mixed-nya bursa Asia dan menguatnya bursa Eropa.  Pagi ini, beberapa bursa regional Asia dibuka menguat. Oleh karena itu, hari ini, IHSG berpotensi rebound, mengikuti euforia dari pergerakan bursa lainnya baik regional Asia dan global semalam.

Highlights

·         Perbankan: Kualitas KUR terjaga, opsi obligasi marak

·         Automotive: Patimban pacu otomotif

·         CPO: Harga CPO menanjak

·         Metal: 17 Smelter nikel berhenti operasi

·         RALS: Penjualan 6M17 relatif sesuai ekspektasi

·         BSDE: Sinarmas akuisisi perusahaan di Londons

samuel sekuritas

Baca juga berita yang lain hari ini:

You’d be surprised by the trend in Europe’s terrorist attacks

Small business give back in the community in a big way:
A winning formula: When small businesses give back

Fakta Bisnis Trump yang Tidak Banyak Orang Tahu

RUU Pertembakauan Ditolak, 60% Perokok Kalangan Miskin

KRESNA SECURITIES: IHSG Kembali Tertekan, Pergerakan Indeks Melemah Terbatas

Pansus Hak Angket Ranah DPR, Presiden Tak Mau Lobi Ketum Parpol

Facebook Comments