Wijaya Karya Beton (WTON) – BUY (Maintain)

0
740

Wijaya Karya Beton (WTON) – BUY (Maintain)

Price: Rp870 – Target Price: Rp1,150

Pursuing stronger position

WTON kami perkirakan masih akan membukukan pertumbuhan yang positif tahun depan didorong oleh pertumbuhan kontrak baru yang signifikan, terutama dari proyek Jakarta-Bandung HST. Kami juga menyukai rencana WTON memperkuat lini bisnisnya melalui rencana diversifikasi usaha ke sektor konstruksi dan pengelolaan jalan tol. Tetap BUY untuk WTON dengan TP Rp1,150/saham setara dengan 27.16x P/E17E dan 2.96x PBV17E.

Pencapaian kontrak yang masih inline. WTON membukukan perolehan kontrak sebesar Rp3tn di Sept16 dengan total order book sekitar Rp4.5tn. Adapun nilai kontrak baru tersebut sekitar 69.7% dari target perusahaan dan sekitar 72.3% dari proyeksi FY16E SSI. WTON optimis akan mampu mencapai target kontraknya yang akan didorong oleh proyek-proyek infrastruktur, maupun pembangkit listrik.

Tambahan proyek HST. WTON akan diuntungkan dengan kontrak Jakarta-Bandung High Speed Train (HST) dimana rencana penandatanganan secara resmi akan dilakukan di bulan ini. WIKA akan memperoleh nilai kontrak baru sekitar Rp16,7tn dari total nilai kontrak HST US$5.1milyar. Dari yang diperoleh WIKA, nilai kontrak precast diperkirakan mencapai sekitar Rp7tn-8tn. WTON diperkirakan akan menerima kontrak baru sekitar Rp4-Rp5tn, sedangkan sisanya merupakan bagian pihak China.

Rencana penambahan satu anak usaha. WTON berencana memperkuat unit bisnisnya melalui pembentukan JV dengan salah satu BUMN. Anak perusahaan keempat tersebut akan bergerak dalam sektor konstruksi dan pengelolaan jalan tol. Peluang perolehan kontrak baru proyek-proyek jalan tol kami lihat akan lebih terbuka, setelah WTON sebelumnya sempat mengikuti tender investasi jalan tol namun tidak mencukupi prasyarat yang ditentukan.

Buy (Maintain). Kami juga menyukai WTON atas rencana meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 2.8juta ton, dari 2.3juta ton di akhir tahun lalu. Jasa penggunaan teknologi inner boring untuk proyek pembangunan gedung juga kami lihat akan menguntungkan perusahaan kedepannya dalam memperoleh kontrak baru pemasangan tinag pancang di kota-kota besar di Indonesia. Resiko investasi antara lain: rendahnya perolehan kontrak baru dan penundaan sejumlah proyek prioritas.

Akhmad Nurcahyadi, CSA
Research Analyst

Facebook Comments