Sri Mulyani: Kaji Penurunan Tarif Pph Badan dan Meningkatkan Batas Harga Rumah Sederhana Tidak Kena PPN

0
875

Saat ini sedang dikaji rencana penurunan Tarif Pph 25% menjadi 20% dan
berikut berita selengkapnya yang dikutip dari berbagai sumber media papan atas Indonesia.

Kompas: Pemerintah melakukan terobosan untuk meraih investasi dan meningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah segera melakukan pemangkasan pajak besar-besaran dalam beberapa sektor usaha. Mengutip laman Setkab.go.id, Kamis (20/6/2019), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta supaya Kementerian Keuangan memberikan lebih banyak fasilitas yang tak hanya sekadar instrumen, namun juga bisa berjalan di lapangan.

Detik: “Supaya tarifnya lebih rendah. Itu sekarang sedang di-exerciseseberapa cepat dan itu sudah betul-betul harus dihitung rate-nya turun ke 20%,” kata Sri Mulyani di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

“Kita masih exercise lah. Tapi arahnya ke sana dan RUU PPh kan dijadikan prioritas,” jelas dia.Selain itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia juga menyebut pihak Kementerian Keuangan sudah melakukan pembebasan PPN untuk kegiatan sewa pesawat. Tujuannya untuk mengurangi biaya operasional pelaku industri penerbangan.

Tarif PPh badan selama ini berlaku sebesar 25%. Kalangan pengusaha nasional yang tergabung di Kadin Indonesia, Hipmi, Apindo pun meminta pemerintah menurunkannya ke level 17-18%.

Sektor Properti:

Selanjutnya juga sudah diterbitkan beberapa peraturan menteri keuangan (PMK) untuk sektor properti, seperti peningkatan batas harga rumah sederhana tidak kena PPN dan peningkatan batas hunian mewah yang terkena PPh dan PPnBM.

“Kita naikkan (batas hunian mewah) dari Rp 5-10 miliar menjadi Rp 30 miliar. Tapi kita akan membuat press briefing ini secara khusus,” ungkap dia.

_________________________________________________________________________

CNBC: Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bosan-bosan meluapkan kekesalannya terhadap masalah defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Terbaru, CAD menjadi topik yang dibahas pada rapat terbatas (ratas) hari Rabu (19/6/2019) di Kantor Presiden.

Jokowi menekankan, ekspor dan investasi menjadi kunci utama memperbaiki defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang sudah menahun jadi penyakit ekonomi nasional.

“Sesuai keinginan saya sejak awal untuk terobosan di bidang investasi, ekspor dan perdagangan. Saya sudah berkali-kali sampaikan ekspor, investasi, kunci utama,” tegas Jokowi.

Baca juga:

Sri Mulyani Merespons Kemarahan Jokowi soal CAD

_____________________________________________________________________

Bagaimana dengan tanggapan atau komentar para pengusaha komunitas CEPA (Construction Engineering Profesional Association), simak di bawah ini:

Bambang Rahmadi:

Bambang Rahmadi
Bambang Rahmadi

Djoko Rahardjo:

djoko rahardjo

Puji Widodo:

hut-soelchan-puji-widodo

Ganda Kusuma:

ganda-1

 

Facebook Comments